Karhutla Kepung Kalimantan, Asap Ganggu Sekolah hingga Penerbangan dan Kualitas Udara
- Antara
Permintaan tersebut disampaikan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Tumbang Nusa, Rabu, 19 Agustus 2026.
“Kemarin saya secara pribadi memohon kepada Pak Menhut agar ke depannya dibantu terkait sumur bor-sumur bor untuk pencegahan. Saya berharap sumur bor itu permanen, supaya jangan sampai nanti ada api muncul lagi,” kata Ahmad Rifa'i.
Menurutnya, keberadaan sumber air penting agar masyarakat dan tim penanggulangan kebakaran dapat lebih cepat mendapatkan pasokan air ketika kebakaran terjadi.
Asap Ganggu Aktivitas di Pangkalan Bun
Kabut asap juga menyelimuti Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu pagi.
Asap yang semakin pekat mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Pengendara harus mengurangi kecepatan karena kendaraan di depan tidak selalu terlihat jelas dari jarak aman.
Salah satu kawasan yang terdampak berada di sekitar Bundaran Pangkalan Lima.
Warga Pangkalan Bun, Evan Kurniawan, mengaku harus lebih berhati-hati ketika berkendara di tengah kepungan asap.
“Kita hati-hati, takutnya yang di depan kita buru-buru dan nggak melihat. Jarak pandangnya terganggu,” ujarnya.
Banjarbaru Tunda Jam Masuk Sekolah
Kabut asap juga semakin parah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Mulai Kamis, 20 Agustus 2026, sekolah yang terdampak diperbolehkan memulai pembelajaran pukul 09.00 Wita.
Kebijakan tersebut berlaku untuk satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan Banjarbaru, mulai PAUD-TK, SD hingga SMP.
“Satuan pendidikan bisa memulai pelaksanaan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita bagi sekolah terdampak,” kata Kepala Disdik Banjarbaru Abdul Basid.
Tenaga pendidik tetap diminta menjalankan tugas sesuai jam kerja yang telah ditetapkan.
Penerbangan di Banjarmasin Sempat Terdampak
Kabut asap karhutla juga mengganggu aktivitas penerbangan di Kalimantan Selatan.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebanyak 12 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, sempat terdampak asap tebal. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan akibat jarak pandang.
General Manager Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan seluruh penerbangan yang terdampak kemudian telah diberangkatkan.
“Saat ini seluruh penerbangan terdampak telah lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor menuju tujuan masing-masing,” katanya.
Load more