News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Forum EEF, Presiden Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga Biasa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak boleh sekadar mengejar angka tinggi. 
Kamis, 3 September 2026 - 15:37 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Youtube/Setpres

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak boleh sekadar mengejar angka tinggi. 

Menurut dia, pertumbuhan harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pemenuhan pangan hingga tersedianya pekerjaan yang produktif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).

Prabowo mengatakan filosofi ekonomi Indonesia yang dibawanya berangkat dari tiga prinsip, yakni realisme, pragmatisme, dan upaya mencapai kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang.

“Tahun lalu, di St. Petersburg, saya menjelaskan filosofi ekonomi Indonesia sebagai realisme, pragmatisme, dan upaya mencapai kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang,” tutur dia.

Dalam menjalankan pembangunan ekonomi, Prabowo menegaskan pemerintah tetap memberi ruang besar bagi dunia usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi. 

Namun, pada saat yang sama, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

“Kami percaya pada dunia usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, kami juga percaya bahwa pemerintah harus melindungi kelompok yang lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, memberantas korupsi, serta berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa,” tegas dia.

Karena itu, Prabowo menilai keberhasilan pembangunan semestinya tidak hanya dilihat melalui indikator makroekonomi. Ukuran paling nyata justru berada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Itulah arti pembangunan untuk kepentingan rakyat bagi Indonesia. Kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang. Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang,” ungkap dia.

Prabowo kemudian menggambarkan ukuran pembangunan tersebut dari kondisi keluarga Indonesia. 

Menurutnya, pembangunan harus dapat dirasakan langsung di meja makan masyarakat, termasuk melalui kecukupan gizi, kesejahteraan petani, kepemilikan rumah layak, hingga kesempatan kerja bagi generasi muda.

“Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa. Apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil produksinya dengan harga yang adil,” ujar Prabowo.

“Apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak. Apakah anak-anak muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif,” lanjutnya.

Selain itu, Prabowo menempatkan akses listrik hingga ke seluruh desa sebagai bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan. 

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa,” ucap dia.

Atas dasar itu, pemerintah menjalankan sejumlah agenda yang disebut Prabowo sebagai bagian dari filosofi pembangunan untuk kepentingan rakyat. 

Salah satunya melalui penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil.

“Itulah sebabnya Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu hamil,” serunya.

“Itulah sebabnya kami terus mengupayakan swasembada pangan dan ketahanan energi,” lanjut dia.

Di sektor industri, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mempercepat hilirisasi. Kebijakan tersebut diarahkan agar kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu menciptakan aktivitas industri, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta membuka lapangan pekerjaan di dalam negeri.

“Itulah sebabnya kami mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam kita dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri,” katanya.

Prabowo menegaskan seluruh agenda tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat sekaligus lebih inklusif.

“Itulah sebabnya kami menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Bukan pertumbuhan hanya demi pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat,” tandasnya. (agr/dpi)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Kalsel Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Lahan, Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi

Polda Kalsel Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Lahan, Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus dalami kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan
Blak-blakan Megawati Hangestri Bidik Panggung Eropa, 4 Klub Elite Ini Pernah Dikaitkan dengan Megatron

Blak-blakan Megawati Hangestri Bidik Panggung Eropa, 4 Klub Elite Ini Pernah Dikaitkan dengan Megatron

Megawati Hangestri ternyata memiliki ambisi yang lebih besar untuk perjalanan kariernya di dunia voli. Ini 4 klub elite yang pernah dikaitkan dengan Megatron.
Polda Sumsel Terima Visitasi Kompolnas: Pertegas Penguatan Pelayanan Publik

Polda Sumsel Terima Visitasi Kompolnas: Pertegas Penguatan Pelayanan Publik

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menyukseskan berbagai agenda pembangunan nasional. 
Timnas Indonesia Kalah Telak? Singapura Sukses Undang 3 Negara Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday November

Timnas Indonesia Kalah Telak? Singapura Sukses Undang 3 Negara Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday November

Brasil dan Paraguay dipastikan tampil di Singapura pada FIFA Matchday November 2026. Timnas Indonesia pun harus mencari lawan lain jelang Piala Asia 2027.
662 iPhone dan 1 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Bengkalis, Nilainya Hampir Rp6 Miliar

662 iPhone dan 1 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Bengkalis, Nilainya Hampir Rp6 Miliar

Bea Cukai Bengkalis memusnahkan ratusan telepon seluler bekas hingga lebih dari satu juta batang rokok ilegal. Total nilai Barang yang Menjadi Milik Negara atau BMMN yang dimusnahkan mencapai Rp5.991.892.259 atau hampir Rp6 miliar.
Polisi Amankan Dua Pria Bawa Obat Keras Ilegal di Taman Sari Jakbar, Dua Pemasok Diburu

Polisi Amankan Dua Pria Bawa Obat Keras Ilegal di Taman Sari Jakbar, Dua Pemasok Diburu

Polsek Metro Tamansari mengamankan dua pria yang didapati membawa obat keras ilegal di kawasan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu (2/9).

Trending

Gaji Megawati Hangestri Jauh Lebih Kecil dari Jordan Wilson di Hillstate? Ini Detailnya

Gaji Megawati Hangestri Jauh Lebih Kecil dari Jordan Wilson di Hillstate? Ini Detailnya

Meskipun akan jalani tahun ketiganya di liga voli Korea, namun gaji Megawati Hangestri di Hillstate ternyata masih jauh lebih kecil ketimbang Jordan Wilson.
80 Siswa di Sidoarjo Masih Dirawat Akibat Keracunan MBG, Ini Respons BGN

80 Siswa di Sidoarjo Masih Dirawat Akibat Keracunan MBG, Ini Respons BGN

Sebanyak 80 siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua sekolah di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sosok Diduga Prajurit Berseragam Dinas Hadir di Miss Transpuan Bangkok, Mabes TNI: Kami Cek

Sosok Diduga Prajurit Berseragam Dinas Hadir di Miss Transpuan Bangkok, Mabes TNI: Kami Cek

Sosok diduga prajurit TNI berseragam dinas hadir di sebuah kontes kecantikan khusus transpuan di Bangkok, Thailand. Markas Besar TNI masih melakukan pengecekan internal. 
Timnas Indonesia U-20 Tak Wajib Menang atas Laos? Begini Skenario Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 Tak Wajib Menang atas Laos? Begini Skenario Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 akan kembali tampil di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada Kamis (3/9/2026) malam ini WIB. Mereka akan menghadapi Laos yang notabenenya adalah tuan rumah.
Prabowo di Hadapan Putin: Saya Membayar Utang dengan Hadir di Vladivostok Sekarang

Prabowo di Hadapan Putin: Saya Membayar Utang dengan Hadir di Vladivostok Sekarang

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Jawaban Berkelas Megawati Hangestri usai Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Jawaban Berkelas Megawati Hangestri usai Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri mendapat julukan baru dari media Korea Selatan setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate. Dijuluki “Kim Yeon-koung Indonesia”, Megatron.
KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi Haji ke Pansus DPR RI Era Pimpinan Nusron Wahid

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi Haji ke Pansus DPR RI Era Pimpinan Nusron Wahid

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelaah soal terungkapnya didalam fakta persidangan terkait dugaan aliran uang kuota haji ke Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI 2024, Nusron Wahid.
Selengkapnya

Viral