News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kadin Wanti-wanti Rantai Pasok Terganggu: Inflasi Bisa Melonjak, Ekonomi Goyah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperingatkan pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok di tengah tantangan pangan, bencana, hingga ancaman El Nino. Gangguan distribusi barang dinilai dapat memicu kenaikan inflasi sekaligus mengguncang perekonomian nasional.
Jumat, 4 September 2026 - 01:00 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperingatkan pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok di tengah tantangan pangan, bencana, hingga ancaman El Nino. Gangguan distribusi barang dinilai dapat memicu kenaikan inflasi sekaligus mengguncang perekonomian nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam rapat koordinasi Kadin bertajuk Memperkuat Daya Saing Nasional, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rakor tersebut, Kadin membahas empat bidang utama, yakni perekonomian, pangan, pengembangan ekspor, serta infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

Menurut Anindya, keempat bidang itu tidak dapat dipisahkan karena seluruhnya berkaitan dengan keberlangsungan rantai pasok, terutama di daerah.

“Memang pangan itu menjadi primadona, swasembada pangan. Yang pertama kali di dalam Kadin itu ada WKUK Pangan juga. Ada Pak Jayabaya di sini. Tadi kita fokus dari segala macam bidang,” kata Anindya saat ditemui di sela-sela rapat koordinasi.

Selain ketahanan pangan, pembahasan juga diarahkan pada penguatan ekonomi secara umum, pembangunan infrastruktur dan kewilayahan, serta percepatan ekspor.

“Pertama tentunya secara umum perekonomian. Tapi juga ada WKUK yang fokus pada bidang infrastruktur dan pembangunan wilayah. Dan juga sampai kepada akselerasi daripada ekspor. Nah itu semua satu-kesatuan di dalam rantai pasok,” ujarnya.

Anindya menilai penguatan rantai pasok tidak cukup hanya dilakukan dari tingkat pusat. Pasalnya, sebagian besar aktivitas ekonomi anggota Kadin, khususnya yang bergerak di sektor pangan, justru berada di daerah.

“Bagaimana anggota Kadin yang bukan saja di pusat, bahkan lebih banyak –kalau dari pangan– ekonominya di daerah,” tambahnya.

Karena itu, Kadin mendorong penguatan ekosistem usaha di daerah sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar dapat naik kelas.

“Lebih banyak juga yang UMKM, bisa naik kelas, seperti Pak Franky (WKUK Kadin Bidang Ekonomi) pernah temukan itu closed loop system. Ujungnya supaya ekonomi tumbuh tapi inflasi terjaga, lapangan kerja juga tercipta. Dan tentunya semua bisa naik kelas,” jelasnya.

Konsep tersebut dinilai penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari peningkatan aktivitas usaha, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas harga dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Kewaspadaan Kadin terhadap rantai pasok juga diperkuat oleh kondisi bencana di sejumlah wilayah serta ancaman El Nino. Anindya mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran Kadin di daerah untuk memastikan aktivitas ekonomi dan distribusi barang tetap berjalan.

Kadin, kata dia, juga terlibat dalam upaya membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Sumatera.

“Itu selalu kita lakukan. Baik dari sisi bagaimana membantu meringankan bencana di NTT, Kalimantan, Sumatera. Tapi yang penting juga yang menjaga yang paling penting yang tadi rantai pasoknya tidak terganggu,” imbuhnya.

Anindya menegaskan, kelancaran rantai pasok menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi. Ketika distribusi terganggu, pasokan barang dapat ikut terdampak dan berujung pada tekanan harga.

“Karena kalau rantai pasok terganggu, inflasi tinggi, perekonomian pasti goyah,” terangnya.(agr/raa)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ahmed Al Kaf, resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola setelah memutuskan pensiun pada usia 43 tahun. 

Ahmed Al Kaf, resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola setelah memutuskan pensiun pada usia 43 tahun. 

Ahmed Al Kaf, resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola setelah memutuskan pensiun sebagai wasit pada usia 43 tahun. 
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sempat Tak Ada di Rutan KPK, Ternyata Ini Penyebabnya

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sempat Tak Ada di Rutan KPK, Ternyata Ini Penyebabnya

Mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah kembali rumah tahanan negara (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai diperiksa Kejaksaan Agung.
Karhutla di Kalimantan Semakin Mengerikan, Jarak Pandang Hanya Capai 2,8 Kilometer

Karhutla di Kalimantan Semakin Mengerikan, Jarak Pandang Hanya Capai 2,8 Kilometer

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat mencapai 739 hektare.
PSSI Prioritaskan Wasit Perempuan di Liga Putri Indonesia 2026-2027, Yoshimi Ogawa: Syaratnya Satu

PSSI Prioritaskan Wasit Perempuan di Liga Putri Indonesia 2026-2027, Yoshimi Ogawa: Syaratnya Satu

Kompetisi Liga Putri Indonesia musim 2026-2027 dijadwalkan kembali bergulir mulai Oktober 2026 dengan melibatkan enam klub yang akan bersaing memperebutkan gelar juara.
Inovasi Anak Bangsa: Tiga Desainer Muda Wujudkan Desain Perhiasan Berstandar Internasional

Inovasi Anak Bangsa: Tiga Desainer Muda Wujudkan Desain Perhiasan Berstandar Internasional

Tiga desainer muda, Tanaica Yuda, Donna Angelina, dan Hani Amalia, berhasil membuktikan bahwa ide kreatif anak muda mampu bersaing di industri profesional.
Klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 Berubah, Timnas Indonesia Kudeta Puncak Setelah Australia Tergelincir

Klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 Berubah, Timnas Indonesia Kudeta Puncak Setelah Australia Tergelincir

Pertandingan laga pekan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 digelar berbeda dengan cuaca buruk yang berimbas pada pertandingan di Stadion Nasional Laos Baru, Vientiane sepanjang Kamis (3/9/2026). 

Trending

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sempat Tak Ada di Rutan KPK, Ternyata Ini Penyebabnya

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sempat Tak Ada di Rutan KPK, Ternyata Ini Penyebabnya

Mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah kembali rumah tahanan negara (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai diperiksa Kejaksaan Agung.
Kadin Wanti-wanti Rantai Pasok Terganggu: Inflasi Bisa Melonjak, Ekonomi Goyah

Kadin Wanti-wanti Rantai Pasok Terganggu: Inflasi Bisa Melonjak, Ekonomi Goyah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperingatkan pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok di tengah tantangan pangan, bencana, hingga ancaman El Nino. Gangguan distribusi barang dinilai dapat memicu kenaikan inflasi sekaligus mengguncang perekonomian nasional.
Karhutla di Kalimantan Semakin Mengerikan, Jarak Pandang Hanya Capai 2,8 Kilometer

Karhutla di Kalimantan Semakin Mengerikan, Jarak Pandang Hanya Capai 2,8 Kilometer

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat mencapai 739 hektare.
Heboh LED Rp535 Miliar, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Pengadaan Dibatalkan: Mengada-ada!

Heboh LED Rp535 Miliar, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Pengadaan Dibatalkan: Mengada-ada!

Kepala BGN Sudaryono menegaskan pengadaan layar LED senilai Rp535 miliar mengada-ada dan telah dibatalkan karena tidak memiliki pagu anggaran.
DPR Sentil BGN soal Keracunan MBG: 'Taruhan Sama Saya, Pasti Terjadi'

DPR Sentil BGN soal Keracunan MBG: 'Taruhan Sama Saya, Pasti Terjadi'

Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menilai kasus keracunan MBG akan terus terjadi jika BGN tak memperbaiki tata kelola dan standar keamanan pangan.
Gaji Megawati Hangestri Jauh Lebih Kecil dari Jordan Wilson di Hillstate? Ini Detailnya

Gaji Megawati Hangestri Jauh Lebih Kecil dari Jordan Wilson di Hillstate? Ini Detailnya

Meskipun akan jalani tahun ketiganya di liga voli Korea, namun gaji Megawati Hangestri di Hillstate ternyata masih jauh lebih kecil ketimbang Jordan Wilson.
80 Siswa di Sidoarjo Masih Dirawat Akibat Keracunan MBG, Ini Respons BGN

80 Siswa di Sidoarjo Masih Dirawat Akibat Keracunan MBG, Ini Respons BGN

Sebanyak 80 siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua sekolah di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Selengkapnya

Viral