Masih Ingat Sempurna? Orangutan yang Sempat Ditemukan Pingsan Diduga Akibat Asap di Kalbar Kini Mati
- tim tvOne/tim tvOne
Berdasarkan dari hasil nekropsi, hasil pemeriksaan menunjukkan Sempurna mengalami perubahan patologis di beberapa organ, mulai dari paru-paru, jantung, serta ginjal.
Di paru-paru, petugas menemukan kongesti dan atelektasis parsial. Hal ini juga termasuk pada bagian kaudoventral kedua lobus paru-paru.
Mengacu dari riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan ini, patologis pada paru-paru yang berubah diduga karena paparan asap tebal.
Asap tebal tersebut berpotensi mengganggu fungsi paru-paru. Selain itu, paparan asap juga dapat menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.
Selanjutnya kondisi ini diduga memberikan kontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular. Hal tersebut menyebabkan kematian orangutan yang bernama Sempurna itu.
Petugas berupaya melakukan pemeriksaan dan penelusuran untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan dan faktor kematian satwa itu.
Masyarakat Diminta Lapor Satwa Liar dalam Kondisi Darurat
Murlan mengatakan, BKSDA Kalbar sangat membutuhkan laporan masyarakat. Menurutnya, hal ini penting sebagai upaya penyelamatan satwa liar.
Ia meminta masyarakat minimal melaporkan satwa liar yang sudah dalam kondisi darurat. BKSDA Kalbar dengan senang hati menindaklanjuti satwa yang ditemukan sakit, terluka, atau terdampak karhutla.
Ia yang mewakili BKSDA Kalbar juga memberikan imbauan kepada masyarakat. Bagi yang menemukan satwa liar dalam kondisi sakit, terluka, serta terdampak karhutla sebaiknya jangan melakukan penanganan sendiri.
"Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," tukasnya.
(hap)
Load more