Generasi Indonesia Bertutur Sorot Berbagai Ancaman di Era Disrupsi: Banjir Informasi, AI, hingga Korupsi
- Istimewa
“Budaya ini bukan cost center. Tapi budaya itu adalah investment, investasi,” ujar Fadli. Kebudayaan dapat menjadi modal ekonomi, soft power, sekaligus kekuatan yang menjaga Indonesia tetap memiliki pijakan ketika dunia berubah.
Namun perubahan paling dekat dengan manusia datang dari teknologi. Pakar perubahan Rhenald Kasali menyebutnya human disruption. Teknologi tidak lagi hanya mengubah perusahaan atau pekerjaan, tetapi mulai mengubah perhatian, pilihan, kenyamanan, perilaku, dan identitas manusia.
“Human disruptions adalah suatu keadaan ketika teknologi bukan hanya merubah bisnis, bukan hanya merubah kegiatan-kegiatan, tapi merubah manusianya, aktornya,” kata Rhenald. Algoritma dapat mengarahkan perhatian. Terlalu banyak pilihan dapat membingungkan. Kenyamanan mengubah perilaku. Internet bahkan ikut membentuk identitas.
Di sinilah paradoks perubahan muncul. Teknologi membuat pengetahuan tersedia di mana-mana, tetapi tidak otomatis membuat manusia lebih berdaya. “Monopoli pengetahuan bukan lagi berada di tangan kampus atau di sekolah. Sekarang pengetahuan ada di mana-mana,” ujar Rhenald. Tanpa kesadaran dan literasi digital, ia memperingatkan, teknologi justru dapat memperlebar kesenjangan.
Empat narasumber itu berbicara dari medan berbeda, tetapi menunjuk persoalan yang sama: Indonesia membutuhkan manusia dan institusi yang mampu tetap memegang kendali di tengah perubahan.
Komaruddin berbicara tentang nalar. Samad tentang integritas kekuasaan. Fadli tentang identitas. Rhenald tentang kesadaran manusia menghadapi teknologi.
Itulah inti Generasi Indonesia Bertutur: bukan sekadar membicarakan perubahan, melainkan mencari cara agar Indonesia tidak kehilangan arah ketika perubahan semakin cepat.
Sebab teknologi dapat mengubah manusia, kekuasaan dapat membelokkan negara, dan informasi dapat mengaburkan kebenaran. Pada akhirnya, yang menentukan masa depan bukan hanya seberapa cepat perubahan terjadi, tetapi siapa yang mampu membaca, mengendalikan, dan memberi arah pada perubahan tersebut. (rpi)
Load more