News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seorang Dokter Tewas dalam Insiden Penembakan KKB di Muliama Papua, PDHI: Kami Kehilangan

Menurutnya, dokter hewan yang bekerja di lapangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis dan keamanan yang memiliki tantangan tinggi
Kamis, 10 September 2026 - 10:35 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh. Mirjawal
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh. Mirjawal menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya drh. Alfan Mehan (34) dan Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya Aprida Rafi (49) dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Mirjawal menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta keluarga besar Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya. Ia juga mendoakan Wili Mbuik (26), pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang mengalami luka kritis, agar mendapatkan penanganan terbaik dan segera pulih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami kehilangan rekan sejawat yang gugur ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga drh. Alfan Mehan dan Ibu Aprida Rafi. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Mirjawal.

Menurut informasi yang diterima, rombongan yang terdiri atas delapan pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Jayawijaya tengah menjalankan tugas distribusi program pelayanan di wilayah Muliama ketika diserang oleh kelompok orang tak dikenal. Tiga orang terkena tembakan, sementara lima pegawai lainnya berupaya menyelamatkan diri dan berlindung di Puskesmas Muliama.

Mirjawal menegaskan, wafatnya seorang dokter hewan ketika menjalankan tugas pelayanan merupakan kehilangan besar bagi profesi dokter hewan Indonesia.

Menurutnya, dokter hewan yang bekerja di lapangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis dan keamanan yang memiliki tantangan tinggi, menjalankan tanggung jawab yang tidak ringan. Mereka hadir untuk menjaga kesehatan hewan, mendukung kesehatan masyarakat, menjaga produksi dan ketahanan pangan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga wilayah yang sulit dijangkau.

“drh. Alfan Mehan gugur bukan ketika meninggalkan tugasnya, tetapi justru ketika sedang menjalankan pengabdian. Di balik pelayanan peternakan dan kesehatan hewan sampai ke pelosok, ada dokter hewan dan petugas lapangan yang meninggalkan keluarga, menempuh medan yang tidak mudah, dan menghadapi berbagai risiko agar pelayanan negara tetap hadir bagi masyarakat,” katanya.

Pada saat yang sama, menurut Mirjawal, tragedi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah mengenai jaminan keamanan dan perlindungan bagi dokter hewan serta seluruh petugas pelayanan publik yang menjalankan tugas di wilayah dengan risiko keamanan tinggi.

“Tidak boleh ada lagi dokter hewan, tenaga kesehatan hewan, ataupun petugas pelayanan publik yang berangkat menjalankan tugas tanpa perlindungan yang memadai. Mereka hadir membawa pelayanan, bukan membawa ancaman. Keselamatan mereka harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap penugasan di lapangan,” tegas Mirjawal.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah bersama aparat keamanan melakukan evaluasi terhadap prosedur pengamanan petugas yang menjalankan pelayanan di wilayah rawan, termasuk pemetaan risiko, koordinasi sebelum keberangkatan, pendampingan keamanan apabila diperlukan, mekanisme komunikasi darurat, hingga jaminan perlindungan bagi petugas dan keluarganya.

Bagi Mirjawal, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap profesi dokter hewan tidak hanya berbicara mengenai kesejahteraan dan kepastian hukum dalam menjalankan profesi, tetapi juga hak untuk memperoleh rasa aman ketika menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara.

“Hari ini keluarga besar dokter hewan Indonesia berduka. Kita kehilangan seorang sejawat yang memilih hadir dan bekerja untuk masyarakat hingga akhir pengabdiannya. Semoga pengabdian drh. Alfan Mehan menjadi amal kebaikan dan tidak pernah dilupakan oleh profesi maupun negara,” tutup Mirjawal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kalsel Dinyatakan Nihil Hotspot Karhutla, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kalsel Dinyatakan Nihil Hotspot Karhutla, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi.
Head to Head Persija vs Persib: Maung Bandung Unggul dalam 4 Musim Terakhir

Head to Head Persija vs Persib: Maung Bandung Unggul dalam 4 Musim Terakhir

Maung Bandung masih unggul dalam head to head pertandingan Persija vs Persib di kompetisi resmi dalam empat musim terakhir atau sejak Liga 1 2021/2022 silam.
Saat Masih di Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Punya 'Ritual' Unik Usai Pertandingan

Saat Masih di Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Punya 'Ritual' Unik Usai Pertandingan

Saat masih membela Red Sparks, Megawati Hangestri ternyata punya 'ritual' unik usai pertandingan. Kebiasaan sederhana ini bikin chemistry tim makin erat.
Solar Panel di Makam Vidi Aldiano Hilang, Sang Ayah: Semoga Malingnya Dapat Hidayah

Solar Panel di Makam Vidi Aldiano Hilang, Sang Ayah: Semoga Malingnya Dapat Hidayah

Ayah mendiang Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap solar panel yang digunakan untuk penerangan di makam sang putra hilang. Ia pun menyampaikan sindirannya.
I.League Resmi Adopsi Aturan FIFA di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Dikenai Kartu Merah di Super League 2026-2027

I.League Resmi Adopsi Aturan FIFA di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Dikenai Kartu Merah di Super League 2026-2027

I.League selaku pengelola kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League, resmi mengadopsi aturan FIFA di Piala Dunia 2026, yaitu larangan menutup mulut saat berkonfrontasi.
Tahu Putrinya Live di Medsos, Ruben Onsu Bereaksi Tegas: Kenapa Anak Jawab Komen?

Tahu Putrinya Live di Medsos, Ruben Onsu Bereaksi Tegas: Kenapa Anak Jawab Komen?

Jauh sebelum postingan artis indonesia ini, polemik mengenai aksi anak Live Streaming sudah pernah dipermasalahkan Ruben Onsu.

Trending

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral