News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

I.League Resmi Adopsi Aturan FIFA di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Dikenai Kartu Merah di Super League 2026-2027

I.League selaku pengelola kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League, resmi mengadopsi aturan FIFA di Piala Dunia 2026, yaitu larangan menutup mulut saat berkonfrontasi.
Kamis, 10 September 2026 - 12:11 WIB
RUPS I.League
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Jakarta, tvOnenews.com - I.League selaku pengelola kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League, resmi mengadopsi aturan FIFA di Piala Dunia 2026. Mulai Super League 2026-2027, mereka yang menutup mulut ketika mengonfrontasi lawan akan dikartu merah.

Super League 2026-2027 sudah dimulai pada akhir pekan kemarin. Klub-klub top pun sudah langsung meraih hasil positif, dengan Persib Bandung dan Persija Jakarta sama-sama meraih kemenangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Macan Kemayoran menaklukkan Borneo FC dengan skor 1-0, selagi Maung Bandung menghantam PSM Makassar dengan skor 3-1. Di laga berikutnya, Persib dan Persija akan bersua.

Laga ini rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Sabtu (12/9/2026). Duel tidak diharapkan untuk berlangsung dengan mudah, mengingat rivalitas panjang kedua tim.

Konfrontasi sering kali terjadi di antara kedua tim. Namun, jika ada momentum ketika para pemain dari kedua tim berseteru, maka sebaiknya hindari tindakan menutup mulut.

Sebab, sebagaimana peraturan tambahan dari IFAB yang diedarkan lewat Circular nomor 33 untuk musim 2026-2027, tindakan semacam ini akan dikartu merah. Peraturan ini sudah digunakan oleh FIFA di Piala Dunia 2026 lalu.

Kini, I.League mengadopsinya untuk gelaran Super League 2026-2027. Hal itu tertuang dalam Pasal 54 ayat 4 soal Tingkah Laku dan Etika.

“Sesuai dengan Circular no. 33 IFAB mengenai additional changes to the LOTG 2026/27, Pemain yang menutup mulut dengan tujuan mencegah terdeteksinya komentar yang tidak pantas, hinaan atau bentuk pelecehan lainnya (covering the mouth) untuk menghindari deteksi oleh wasit dan/atau perangkat VAR dapat dikenakan sanksi kartu merah langsung,” tulis aturan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sepak bola, momen ketika seorang pemain berkonfrontasi dengan lawan adalah hal yang biasa. Namun, beberapa orang justru menggunakannya untuk melakukan tindakan rasis atau tidak pantas kepada sang lawan untuk menghantam mentalnya.

Biasanya, mereka akan menutupi mulut karena cemas gerakan bibirnya terbaca oleh kamera. Oleh karena itu, IFAB menerapkan larangan untuk menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan demi meminimalisir insiden rasis atau tindakan tidak pantas lainnya. (rda)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Barcelona Bantai Feyenoord 5-1 di Liga Champions, Hansi Flick Beri Sanjungan Selangit ke Raphinha

Barcelona Bantai Feyenoord 5-1 di Liga Champions, Hansi Flick Beri Sanjungan Selangit ke Raphinha

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, melemparkan pujian kepada Raphinha seusai kemenangan 5-1 atas Feyenoord Rotterdam. Sang penyerang asal Brasil mencatatkan dwigol dalam laga tersebut.
5 Fakta Terbaru Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Area Pencarian Kini Diperluas

5 Fakta Terbaru Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Area Pencarian Kini Diperluas

Fakta terbaru pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau. Tim SAR terus memperluas area pencarian di Selat Sunda.
Media Korea Ikut Soroti Junaida Santi, Singgung Masalah Gender dan Absen Bela Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026

Media Korea Ikut Soroti Junaida Santi, Singgung Masalah Gender dan Absen Bela Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026

Media Korea Selatan turut menyoroti absennya Junaida Santi dari Timnas Voli Putri Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026. Pemain yang menyandang status MVP Proliga 2025 tersebut disebut belum dapat tampil di kompetisi internasional karena persoalan pemeriksaan jenis kelamin.
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Pekanbaru Sudah Mulai Tatap Muka

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Pekanbaru Sudah Mulai Tatap Muka

Kegiatan belajar mengajar di Kota Pekanbaru sudah dilakukan secara tatap muka. Walau demikian, proses belajar masih dilaksanakan terbatas dengan menerapkan sejumlah protocol Kesehatan karena kualitas Udara masih dalam kategori tidak sehat.
DPR Usul Pemerintah Tidak Matikan Fenomena Sound Horeg, tapi Diatur Supaya Tertib

DPR Usul Pemerintah Tidak Matikan Fenomena Sound Horeg, tapi Diatur Supaya Tertib

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq meminta pemerintah tidak mematikan fenomena Sound Horeg yang berkembang di tengah masyarakat.
Kalsel Dinyatakan Nihil Hotspot Karhutla, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kalsel Dinyatakan Nihil Hotspot Karhutla, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT