Kesaksian ABK KM Virgo: Kapal Miring Mendadak dan Tenggelam Kurang dari Lima Menit
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kisah dramatis penyelematan diri diungkapkan oleh salah satu anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, Akmal, usai kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan karam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9).
Menurut penuturannya, kapal tersebut mendadak miring tajam hingga akhirnya tenggelam dalam kurun waktu yang sangat singkat, bahkan tidak sampai lima menit.
Akmal menceritakan bahwa sebelum petaka terjadi, ia sama sekali tidak menangkap adanya tanda-tanda kerusakan, guncangan hebat, ataupun suara rembesan air yang masuk ke lambung kapal.
“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal saat ditemui usai berhasil dievakuasi pada operasi SAR hari ketiga dan mendarat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9).
Akmal merupakan satu dari 22 penyintas yang sukses dievakuasi ke darat menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.
Para korban sebelumnya dijemput dari KRI Nala di area perairan dan sempat berpindah kapal beberapa kali sejak pertama kali diselamatkan pada Minggu (13/9) pukul 10.00 Wita—sekitar sembilan jam pascainsiden yang diperkirakan terjadi pada pukul 01.00 Wita.
Akmal mengingat situasi kapal masih sangat kondusif sebelum ia terlelap.
Lantaran kapal langsung miring secara kilat ketika ia terbangun, ia tidak memiliki kesempatan untuk berbuat banyak selain meraih pelampung demi bertahan hidup.
“Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ungkapnya.
Ia baru mendengar bunyi sirine peringatan darurat ketika posisinya sudah berenang cukup jauh menjauhi badan kapal.
Mengetahui posisi kapal sudah dalam keadaan terbalik, Akmal terus berenang menjauh guna menghindari pusaran air yang membahayakan.
“Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” katanya.
Saat petaka melanda, Akmal berada di area buritan kapal sehingga tidak mengetahui dinamika yang terjadi di anjungan maupun bagian haluan sebelum kemiringan terjadi.
Ia juga mengaku tidak memperoleh peringatan cuaca terkait potensi gelombang setinggi dua hingga tiga meter sebelum keberangkatan, mengingat tugasnya sekadar menjalankan instruksi pelayaran sesuai agenda.
Musibah ini menjadi insiden pertama yang dialaminya selama tiga bulan bekerja di armada tersebut.
Berdasarkan perkembangan data Basarnas hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 Wita, sebanyak 114 dari total 243 orang di manifes kapal telah berhasil dievakuasi.
Dari angka tersebut, 108 penumpang selamat dan enam lainnya dinyatakan meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.
Dari keseluruhan korban yang ditemukan, sebanyak 110 orang (108 selamat dan 2 meninggal dunia) sudah tiba di Banjarmasin.
Sementara itu, empat jenazah lainnya tengah dievakuasi via jalur udara menuju Lanud Syamsudin Noor sebelum dibawa ke rumah sakit untuk penanganan forensik lebih lanjut.
KM Virgo Transport 8 yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Masalembo pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. (ant/dpi)
Load more