News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Pejabat Kemenag Akui Terima Fee Percepatan Haji, Nilainya Ratusan Juta hingga Valas

Eks pejabat Kemenag Muhammad Agus Syafii mengakui menerima fee percepatan haji khusus dari sejumlah PIHK dalam sidang kasus kuota haji 2023-2024.
Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WIB
Terdakwa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (3/9/2026).
Sumber :
  • Julio Tri Saputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar mantan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Agus Syafii mengenai penerimaan uang dari sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel.

Dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026), Agus membenarkan adanya sejumlah uang yang disebut sebagai fee percepatan haji khusus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus dikonfirmasi jaksa mengenai penerimaan uang dari beberapa pihak, baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas).

Agus Akui Terima Fee Rp650 Juta hingga Rp500 Juta

Jaksa awalnya mengonfirmasi penerimaan uang dari Tanto Sri Hartono senilai Rp650 juta yang diserahkan di Yogyakarta.

Uang tersebut disebut sebagai fee percepatan T-0. Penyerahan dilakukan sebanyak dua kali pada Oktober 2024.

"Kalau ada yang nggak betul, tolong di, kami berikan informasi, Pak. Yang pertama dari Pak Tanto Sri Hartono, Rp650 juta dalam dua kali penyerahan, bertempat di Yogyakarta. Waktunya Oktober 2024. Betul ya, Pak. Itu uang berupa fee percepatan T-0," tanya jaksa.

"Iya," jawab Agus.

Jaksa kemudian mengonfirmasi uang Rp500 juta dari Miftahul Abdurrahman, Direktur PT Nur Ramadhan Wisata. Uang tersebut diserahkan pada September 2024 di rumah Agus di Bekasi dan disebut sebagai fee percepatan T-0.

Agus kembali membenarkan penerimaan tersebut.

Penerimaan lainnya juga berasal dari Rahmat Wildan selaku Komisaris PT Mazaya. Jaksa menyebut uang tersebut senilai Rp500 juta dan diserahkan sekitar Agustus 2024.

"Rp500 juta sekitar Agustus 2024. Uang tersebut merupakan uang percepatan T-0 di TX?" tanya jaksa.

"Betul," jawab Agus.

Ada Fee dalam Bentuk Valas

Jaksa kemudian mendalami penerimaan fee percepatan dalam bentuk valuta asing dari sejumlah pihak.

Salah satunya berasal dari Alva Edison, Direktur PT Alfa Kaza Mustika. Jaksa mengonfirmasi uang senilai 22.500 serta tambahan Rp400 juta yang diserahkan di rumah Agus pada September 2024.

Agus membenarkan penerimaan tersebut.

Jaksa juga menanyakan pemberian uang dari Iqbal Muhajir dari PT Noor Abika. Dalam persidangan, jaksa menyebut uang tersebut dalam mata uang dolar dengan nilai setara Rp450 juta dan diserahkan di rumah Agus di Bekasi.

"T-0 juga, Pak ya?" tanya jaksa.

"Betul. Betul, Pak," jawab Agus.

Selain itu, jaksa mengonfirmasi fee percepatan sebesar Rp650 juta dari Syamsul, Direktur PT Persada Indonesia.

Uang tersebut juga disebut sebagai fee percepatan T-0 dan dibenarkan oleh Agus.

Uang Dolar dari Ismail Adham dan PT Pesona Mozaik

Dalam pemeriksaan, jaksa turut menanyakan penerimaan uang dari Ismail Adham serta PT Pesona Mozaik.

Ismail Adham disebut memberikan uang sebesar 10 ribu dolar AS. Agus membenarkan penerimaan tersebut.

"Baik. Kemudian dari Ismail Adham yang 10 ribu (USD)?" tanya jaksa.

"Betul, Pak," jawab Agus.

Jaksa kemudian menanyakan pemberian uang dari PT Pesona Mozaik pada Februari 2024 sebesar 10 ribu dolar AS.

"Betul, Pak," jawab Agus.

Agus juga mengaku membagi fee percepatan yang berasal dari PT Mozaik dengan Jaja Jaelani.

Agus Benarkan Penerimaan dari Pihak Lain

Jaksa masih mendalami sejumlah penerimaan lainnya dalam persidangan tersebut.

Agus membenarkan uang sebesar 300 dolar dari Farid Al Jawi. Selain itu, ia juga mengakui penerimaan uang Rp100 juta dari Ahmad Taufiq.

"Kemudian Farid Al Jawi, Pak, 300 dolar?" tanya jaksa.

"Betul," jawab Agus.

"Kemudian, Ahmad Taufiq, Rp100 juta?" lanjut jaksa.

"Betul," jawab Agus.

Jaksa kemudian mendalami pemberian uang dari Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba kepada mantan staf khusus Yaqut, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, melalui Agus.

Dalam persidangan, Agus mengatakan uang dalam bentuk valuta asing tersebut telah diserahkan kepada Gus Alex.

"Bapak nilainya tahu?" tanya jaksa.

"Gus Alex bilang 30 ribu waktu itu," jawab Agus.

Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 ini menjerat empat terdakwa.

Mereka yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Yaqut bernama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba, serta Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham.

Dalam perkara tersebut, Yaqut didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp622.090.207.166,41 atau sekitar Rp622 miliar.

Jaksa menyebut dugaan perbuatan tersebut dilakukan Yaqut bersama Asrul Azis Taba, Gus Alex, dan Ismail Adham.

Persidangan kemudian mengungkap keterangan Agus Syafii mengenai sejumlah penerimaan yang disebut sebagai fee percepatan haji khusus dari beberapa PIHK atau travel, baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu mempermudah korban untuk sampai ke Rusia menjadi tentara bayaran dan mengiming-imingi gaji yang besar.
Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup  ‎

Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup ‎

Shayne Pattynama secara resmi masuk dalam skuad dan dibawa Persija Jakarta untuk menghadapi PSMS Medan di laga perdana I League Cup 2026-2027.
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Korlantas Polri bersama sejumlah stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Seorang mantan pegawai Amazon di Seattle, Amerika Serikat meninggal dunia diduga setelah ikuti saran medis yang diberikan ChatGPT. Pihak keluarga gugat OpenAI.
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anak di Madiun mengaku tidak tahu peristiwa tersebut.
Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Berdasarkan informasi yang disebarluaskan dalam unggahan di Threads, anak laki-laki yang tengah dicari-cari keberadaannya tersebut diketahui berusia 10 tahun

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral