Jenazah ABK KM Arupadhatu I Surakman Dipulangkan dari Bengkulu, Besok Dimakamkan di Carita
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Jenazah Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, akan dipulangkan dari Bengkulu ke Banten pada Kamis (24/9/2026).
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mempersiapkan proses pengiriman jenazah Surakman.
Setelah tiba di Banten, jenazah Surakman rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang Carita, Banten.
"Besok siang mungkin kesepakatan keluarga dimakamkan di Carita, di TPU Ki Demang Carita," kata Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten, Rabu (23/9/2026).
Keputusan lokasi pemakaman tersebut merupakan hasil kesepakatan keluarga Surakman. Pemakaman dijadwalkan berlangsung sehari setelah identitas Surakman dipastikan melalui proses pemeriksaan DNA.
Jenazah diterbangkan dari Bengkulu ke Soekarno-Hatta
Hengki menjelaskan pemulangan jenazah Surakman akan dilakukan melalui jalur udara. Jenazah akan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Setibanya di Bandara Soetta, kedatangan jenazah akan disambut oleh tim terpadu bersama Gubernur Banten Andra Soni.
"Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta," ujar Hengki.
Polda Banten bersama pihak terkait saat ini masih melakukan persiapan untuk proses pemulangan tersebut.
Meski demikian, Hengki belum dapat memastikan waktu penerbangan jenazah Surakman dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta.
"Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu," katanya.
Surakman telah dipastikan melalui pemeriksaan DNA
Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang saat KM Arupadhatu I membawa rombongan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Identitas Surakman dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan DNA terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Proses identifikasi dilakukan karena kondisi jenazah tidak memungkinkan pengenalan hanya berdasarkan wajah. Polisi kemudian menggunakan data antemortem dari keluarga delapan orang yang dilaporkan hilang untuk dicocokkan dengan sampel DNA jenazah.
Hasil pemeriksaan laboratorium DNA Pusdokkes menunjukkan kecocokan yang memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman.
Dengan hasil identifikasi tersebut, proses pemulangan jenazah kemudian dipersiapkan untuk dilakukan dari Bengkulu ke Banten.
Masih ada tujuh orang yang belum ditemukan
Dengan teridentifikasinya Surakman, masih terdapat tujuh orang dari rombongan KM Arupadhatu I yang hingga kini dinyatakan hilang.
Mereka terdiri atas satu kapten kapal, satu pemandu, dan lima wartawan.
Kapten kapal tersebut adalah Warta, 55 tahun, sedangkan pemandu yang masih dinyatakan hilang adalah Heriyanto, 49 tahun.
Sementara itu, lima wartawan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak yakni:
- M. Bagus Khoirunnas, wartawan ANTARA.
- Arie Basuki, wartawan Merdeka.com.
- Yudistiro Pranoto, wartawan iNews.
- Firdaus Wajidi, wartawan Anadolu.
- Donal Husni, wartawan lepas.
Kedelapan orang tersebut sebelumnya dilaporkan hilang saat hendak melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penemuan jenazah Surakman di Pulau Enggano menjadi perkembangan dalam proses pencarian tersebut. Setelah identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA, jenazah akan dipulangkan ke Banten untuk dimakamkan di TPU Ki Demang Carita.
Sementara itu, proses persiapan pengiriman jenazah masih dilakukan di Bengkulu. Pihak kepolisian juga belum menyampaikan waktu pasti keberangkatan jenazah menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Load more