Kantor Travel di Tebet Ditutup Sekelompok Orang Diduga Punya Utang Puluhan Miliar, Ternyata Masalahnya dengan Sepupu
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah kantor travel di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, menggegerkan warga sekitar usai dilakukan penutupan oleh sekelompok orang akibat diduga memiliki utang puluhan miliar.
Peristiwa ini diunggah dalam akun beberapa media sosial yang memperlihatkan beberapa orang berada di depan kantor travel tersebut. Adapun dalam hal ini disebutkan bahwa kantor tersebut disita usai memiliki utang Rp30 miliar.
Terkait peristiwa ini, Kuasa Hukum Pemilik Tour & Travel As Syifa, Azman, mengungkapkan kantor tersebut ditutup sejak Sabtu (3/10/2026) akibat permasalahan utang-piutang antara kliennya dengan sepupunya.
“Terkait kantor ditutup itu karena klien kami mempunyai utang-piutang sama sepupunya. Itu digembok itu mulai Sabtu tanggal 3,” kata Azman, kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).
Azman menerangkan kliennya dalam hal ini memiliki utang sekitar Rp1 miliar, tetapi telah dibayarkan sekitar Rp400 juta.
“(Utang ini) untuk travel juga, kan untuk menutupi jemaah yang ya itulah, gagal akibat kenaikan harga tadi tersebut. Kami pun tadi sudah sudah melakukan klarifikasi kepada Kemenag. Kami sudah melakukan upaya semuanya,” jelasnya.
Terkait utang ini, kliennya telah meminta keringanan untuk menyelesaikan permasalahannya dengan para jemaahnya terlebih dahulu, tetapi belum memiliki titik temu dan berujung penutupan kantor.
Bahkan, kata dia, kantor ini sempat dibuka usai pihaknya berkoordinasi dengan pihak RT dan pihak kepolisian.
“Kurang lebih Rp600 juta lagi harus dibayarkan. Dari kemarin memang dia meminta. Klien kami ini maksudnya nanti dulu, dia mau menyelesaikan untuk jemaah dulu, seperti itu. Mereka tidak sabar, mereka ya menggembok kantor kami,” terang Azman.
“Mereka datang dua kali. Setelah kami buka pihak kepolisian juga ada, pihak RT juga ada, pihak RW juga ada, disaksikan semuanya. Terus hari Senin mereka gembok lagi,” ungkapnya.
Azman menjelaskan bahwa terkait perkara ini, kliennya mendapatkan ancaman sehingga pihaknya melayangkan laporan kepolisian mengenai pengancaman.
“Sebetulnya klien kami ingin buka cuma diancam. Kemarin sudah sempat dibuka, digembok lagi sama mereka. Tapi itu sudah saya laporkan tentang pengancaman,” tegas Azman. (ars/nsi)
Load more