BAZNAS dan KSrelief Salurkan Bantuan Rp18 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Siapkan Huntara hingga Beasiswa
- ist
tvOnenews.com - Bantuan gempa NTT menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang masih berupaya memulihkan kehidupan setelah bencana.Â
Ketika tempat tinggal rusak dan aktivitas sehari-hari terganggu, kebutuhan pangan, layanan kesehatan, serta fasilitas sanitasi menjadi persoalan yang harus segera ditangani.Â
Pemulihan pascabencana pun tidak cukup hanya dengan menyediakan bantuan darurat, tetapi juga membutuhkan dukungan jangka menengah agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.
Di tengah situasi tersebut, kolaborasi kemanusiaan lintas negara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan dampak bencana.Â
Dukungan dari berbagai lembaga, baik dalam negeri maupun internasional, diperlukan untuk menjangkau penyintas yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp18 miliar bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).Â
Bantuan ini mencakup kebutuhan pangan dan kesehatan, sekaligus menjadi bagian dari rencana pemulihan yang akan dilanjutkan melalui penyediaan hunian sementara, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, hingga dukungan pendidikan.
BAZNAS dan KSrelief Salurkan 30.000 Paket Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan bantuan dari KSrelief memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat yang masih berjuang menghadapi dampak gempa di NTT.
Menurut Idy, proses penyaluran bantuan tersebut juga menghadapi sejumlah kendala perjalanan. Perwakilan KSrelief harus mencari jalur penerbangan alternatif untuk mencapai Indonesia akibat situasi sulit di Arab Saudi dan penutupan Bandara Riyadh.
Meski menghadapi hambatan, komitmen bantuan kemanusiaan tetap dilanjutkan. BAZNAS bersama KSrelief kemudian menyalurkan 15.000 paket sembako dan 15.000 paket kebutuhan kesehatan pribadi dengan total nilai bantuan sekitar Rp18 miliar.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di Posko Pengungsian Waso Kampung Sori, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis (5/11/2026).
“BAZNAS bersama KSrelief membagikan 15.000 paket sembako dan 15.000 paket kebutuhan kesehatan pribadi, dengan nilai bantuan sekitar Rp18 miliar. Kami mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang terdampak gempa di NTT, kepada King Salman yang telah memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat kami," jelas Idy.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Sebab, setelah bencana terjadi, penyintas tidak hanya membutuhkan makanan, tetapi jugaÂ
perlengkapan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan pengungsian.
- ist
Pemulihan Pascagempa Berlanjut, Huntara dan Fasilitas MCK Disiapkan
Penyaluran 30.000 paket bantuan bukan menjadi satu-satunya bentuk dukungan yang disiapkan BAZNAS dan KSrelief. Kedua lembaga tersebut juga merancang program bantuan tahap kedua yang diarahkan pada kebutuhan masyarakat dalam jangka lebih panjang.
Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi penyediaan fasilitas kesehatan, hunian sementara (huntara), serta sarana mandi, cuci, kakus (MCK).
Ketersediaan fasilitas tersebut penting karena kondisi pengungsian kerap menghadirkan tantangan tersendiri. Keterbatasan tempat tinggal, sanitasi, dan akses layanan kesehatan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak ditangani secara memadai.
Dengan adanya rencana bantuan lanjutan, proses pemulihan diharapkan tidak berhenti pada distribusi logistik. Penyintas juga membutuhkan lingkungan yang lebih aman dan layak untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal.
BAZNAS Siapkan Beasiswa Rp3 Juta untuk 3.000 Mahasiswa Asal NTT
Selain kebutuhan pangan, kesehatan, dan tempat tinggal, BAZNAS RI turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat NTT.
Salah satu program yang disiapkan adalah bantuan beasiswa senilai Rp3 juta per orang bagi 3.000 mahasiswa perantauan asal NTT. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga agar dampak bencana tidak semakin menghambat keberlangsungan pendidikan generasi muda.
Mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana berpotensi menghadapi tekanan ekonomi keluarga maupun kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan. Karena itu, dukungan beasiswa diharapkan dapat membantu meringankan beban mereka selama masa pemulihan.
Idy menegaskan bahwa BAZNAS berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan lembaga dan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam membantu masyarakat terdampak.
"Kepada para penyintas, kami menyampaikan bahwa BAZNAS akan membantu semampunya dan kami juga mengapresiasi adanya bantuan, termasuk dari KSrelief dan berbagai pihak lainnya. Kami berharap para penyintas tetap bersabar dalam menghadapi kondisi ini, insyaallah bantuan akan terus datang dan semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat," ujarnya.
Kolaborasi BAZNAS dan KSrelief tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan dukungan berkelanjutan.Â
Mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok hingga pendidikan, setiap bentuk bantuan memiliki peran dalam membantu masyarakat NTT bangkit dan membangun kembali kehidupan setelah gempa. (udn)
Load more