News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggapan Pengacara Brigadir J Soal Muncul Kembali Kasus Dugaan Pelecehan Rekomendasi Komnas HAM: Ini Nggak Masuk Akal!

Walau telah digugurkan sebelumnya. Adapun tanggapan Pengacara Brigadir J soal muncul kembali kasus dugaan pelecehan rekomendasi Komnas HAM: Ini nggak masuk akal
Senin, 5 September 2022 - 14:57 WIB
Kasus Penembakan Ajudan Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta - Pengungkapan kasus kematian Brigadir J yang telah menetapkan lima orang tersangka dan masih menyisakan motif. Secara mengejutkan menyeruak kembali narasi dugaan pelecehan yang dari rekomendasi Komnas HAM. Adapun tanggapan Pengacara Brigadir J soal muncul kembali kasus dugaan pelecehan rekomendasi Komnas HAM: Ini nggak masuk akal!(5/9/2022) 

Komnas HAM telah menyerahkan rekomendasi kasus pembunuhan Brigadir J kepada penyidik Bareskrim Polri, pihak keluarga mempertanyakan salah satu rekomendasi Komnas HAM yang menyatakan dugaan kekerasan seksual jadi latar belakang pembunuhan Brigadir Yoshua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanggapan Pengacara Brigadir J Soal Muncul Kembali Kasus Dugaan Pelecehan Rekomendasi Komnas HAM: Ini Nggak Masuk Akal! 

Martin Lukas Simanjuntak selaku Pengacara keluarga Brigadir J hadir sebaagi narasumbur untuk menanggapi beberapa hal menyoal munculnya kembali kasus dugaan pelecehan seksual Brigadir J kepada Putri Candrawathi, yang sebelumnya telah dihentikan proses penyelidikannya oleh Dirtipidum Polri.

Ditanyakan oleh host tvone mengenai apakah ada bukti yang diperlihatkan terkait dugaan kekerasan seksual Brigadir Yoshua kepada istri Ferdy Sambo tersebut.

"Yang ada justru bukti Bu Putri tuh mengatakan Yoshua adalah ajudan yang terbaik, ketika ulang tahun dipuji-puji. ketika di Magelang juga disuruh menyetrika baju anak." ujarnya.

"Saya bingung begini, balik lagi kebelakang. Yoshua itu dituduh melakukan kekerasan seksual dan pengancaman, pada saat itu juru bicaranya adalah yang lulusan Essex University (kuasa hukum PC) hingga gugur karena tidak ada peristiwa pidana dan keluar surat SP3.

Martin mengaku bingung karena sekarang di bangun lagi narasi di pindah locus dan tempus-nya di Magelang dan justru sekarang yang melakukan itu adalah instumen negara melalui Komnas HAM.

Menurut Martin, sebelumnya pada tanggal 3 Agustus Komnas HAM pernah mengatakan hal sebaliknya tentang dugaan pelecehaan itu, "ini masih ada jejak digital ya, "Bapak Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa tak ada bukti yang menunjukkan kalau Brigadir J melakukan pelecehan seksual." ujarnya

Selanjutnya, hal tak sejalan ditunjukkan Komnas HAM yang mengumumkan pada tanggal 1 september melalui Beka Ulung Apsara yang mengatakan bersama Komnas Perempuan bahwa ada dugaan keras terjadi kekerasan seksual.

Tim Pengacara Brigadir J pu menelusuri apa bukti dan siapa saksi yang menuduh dari kliennya melakukan dugaan pelecehan, karena sejauh ini tidak ada bukti dari Bareskrim Polri. ternyata dari keterangan PC.

"Setelah kita telisik, setelah kita pelajari ternyata dasar mereka mendalilkan atau pun membangunkan isu ini adalah hanya karena berdasarkan keterangan dari satu orang saksi." terang Martin

"Bu Putri dan juga keterangan beberapa orang saksi yang tidak melihat tapi katanya mengetahui dan mengonfirmasi dari tangisan segala macam, Sayangnya mereka ini semua sehari-hari hidupnya dibiayai oleh Bu Putri," sambungnya.

"Bagaimana kita bisa menerima nalar yang sehat ini terhadap orang sudah terbukti merekayasa kasus, berbohong kepada publik di Indonesia, lalu kita secara dipaksa mengikuti atau menuruti dengan percaya terhadap kesaksian para dayang-dayang ibu ini (PC)." ujarnya.

Martin Lukas Simanjuntak menyerukan bahwa semua ini harus dihentikan karena penyataan saksi yang sebelumnya terbukti membantu adanya rekayasa kasus pembunuhan Brigadir J  itu tidak bisa dipercayai lagi.

"Ini nggak masuk akal, jadi stop. Jangan karena kita membela gender, jangan karena kita mendalilkan tegakkan UU 39 tahun 99, kita justru tidak empati terhadap korban yang sesungguhnya." ungkapnya.

"Wanita yang sesungguhnya disini terluka hatinya adalah ibu dari korban, Apakah Komnas Perempuan pernah menemui ibu dari korban? bagaimana tangisannya dari hari pertama sampai dengan ekshumasi." pertanyakan kepada Komnas Perempuan.

Penetapan total lima tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J

Diketahui dalam kasus kematian Brigadir J saat ini Polri saat ini sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf serta Putri Candrawhati.  

Kejadian itu bermula pada Jumat (8/7/2022), saat Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga juga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinasnya. 

Sementara itu, Bripka RR dan KM yang diduga berperan dan ikut membantu serta menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban juga terseret menjadi tersangka. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan lewat pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan pasal 56 tentang pembunuhan berencana. 

Tidak hanya itu, sebanyak 97 polisi hingga saat ini telah menjalani pemeriksaan oleh tim inspektorat khusus karena diduga melanggar disiplin dan etika saat menangani perkara ini. Dari jumlah itu, 16 polisi diantara telah menjalani penempatan khusus di Mako Brimob dan Div Propam Polri. (ind)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Kapan Jokowi Resmi Kenakan Jaket PSI, Waketum Isyana Bagoes Oka Beberkan Agenda Politiknya

Soal Kapan Jokowi Resmi Kenakan Jaket PSI, Waketum Isyana Bagoes Oka Beberkan Agenda Politiknya

Wakil Ketua Umum DPP PSI Isyana Bagoes Oka angkat bicara soal kapan Joko Widodo (Jokowi) akan resmi menjadi Dewan Pembina PSI dan melangsungkan agenda politiknya.
Betapa Kecewanya Kimi Antonelli usai Gagal Finis di Detik-detik Terakhir F1 GP Catalunya 2026, Ia Sampai Bilang Begini

Betapa Kecewanya Kimi Antonelli usai Gagal Finis di Detik-detik Terakhir F1 GP Catalunya 2026, Ia Sampai Bilang Begini

Kimi Antonelli harus menelan pil pahit pada F1 GP Catalunya 2026 setelah gagal ia menyelesaikan balapan saat peluang finis podium sudah berada di depan mata.
Pemerintah Bakal Rilis BBM Jenis Baru Pada 1 Juli, Bahlil: Saya akan Rapat dengan Tim Uji Coba

Pemerintah Bakal Rilis BBM Jenis Baru Pada 1 Juli, Bahlil: Saya akan Rapat dengan Tim Uji Coba

Pemerintah memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, yaitu biodiesel B50 akan diimplementasikan mulai 1 Juli 2026. Sebelum resmi diterapkan, pemerintah
Harga Minyak Dunia Anjlok, DPR Harap Pertamina Turunkan Harga Pertamax

Harga Minyak Dunia Anjlok, DPR Harap Pertamina Turunkan Harga Pertamax

Anjloknya harga minyak dunia membuat kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi sorotan. Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno berharap agar Pertamina bisa menurunkan harga Pertamax.
Catat Kemenangan Grand Prix Perdana Bersama Ferrari, Lewis Hamilton: Ini Mimpi yang Tampaknya Mustahil Diwujudkan!

Catat Kemenangan Grand Prix Perdana Bersama Ferrari, Lewis Hamilton: Ini Mimpi yang Tampaknya Mustahil Diwujudkan!

Lewis Hamilton akhirnya mencatatkan kemenangan grand prix pertamanya bersama Ferrari usai menjadi yang tercepat di F1 GP Catalunya 2026.
Buka Akses Pasar UMKM Lokal, Pertamina Hadirkan Fasilitas Bright Store di Jakarta Fair 2026

Buka Akses Pasar UMKM Lokal, Pertamina Hadirkan Fasilitas Bright Store di Jakarta Fair 2026

Selama gelaran Jakarta Fair yang akan berlangsung pada 11 Juni-12 Juli 2026, Bright Store akan menghadirkan puluhan produk unggulan dari UMKM binaan Pertamina.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Kata-kata Pertama Lamine Yamal Usai Spanyol Gagal Taklukan Tanjung Verde pada Laga Perdana Mereka di Piala Dunia 2026

Kata-kata Pertama Lamine Yamal Usai Spanyol Gagal Taklukan Tanjung Verde pada Laga Perdana Mereka di Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol harus membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan setelah gagal menaklukan tim debutan yakni Tanjung Verde.
Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta berakhir ricuh. 
Selengkapnya

Viral