News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

"Saya Diperkosa Yosua, Dibanting Sampai Tiga Kali ke Bawah," kata Putri Candrawathi Sambil Menangis

Pada persidangan yang digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022) itu, Putri Candrawathi mengaku bahwa dia diperkosa oleh Brigadir J di Magelang. Namun...
Selasa, 13 Desember 2022 - 05:55 WIB
Sosok Putri Candrawathi dan sang ajudan, Brigadir Yosua atau Brigadir J
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Putri Candrawathi yang hadir sebagai saksi di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J memberikan kesaksian soal dirinya mengalami pelecehan seksual dalam bentuk pemerkosaan dari sang ajudan.

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022) itu, Putri Candrawathi mengaku di hadapan hakim bahwa dia diperkosa oleh sang ajudan, Brigadir J di Magelang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wahyu Iman Santoso yang bertindak sebagai hakim mula-mula menanyakan tentang apakah Putri Candrawathi mengetahui proses pemakaman bagi seorang anggota kepolisian.

"Saudara Putri Candrawathi, apakah Anda tahu proses pemakaman bagi seorang anggota kepolisian?" tanya hakim.

Kemudian Putri Candrawathi pun memberikan jawabannya.

"Tidak tahu yang mulia," kata dia.

Mendengar jawaban Putri Candrawathi, hakim Wahyu pun langsung mencecarnya dengan pertanyaan seputar berapa lama dia mendampingi Ferdy Sambo (sebagai istri polisi).

"Saudara sudah berapa lama mendampingi suami?" tanya hakim.

Kemudian Putri Candrawathi menjawab.

"Kurang lebih sudah 20 tahun yang mulia," kata Putri Candrawathi.


Sosok Putri Candrawathi dan Brigadir J. (ist)

Kemudian hakim kembali mencecar tentang berapa kali Putri Candrawathi mendampingi Ferdy Sambo hadir ke pemakaman anggota kepolisian dan apakah Putri tahu syarat-syarat mendapat penghormatan pada pemakaman anggota kepolisian.

"Sering yang mulia, tapi saya tidak tahu persis syarat tentang seorang anggota kepolisian mendapat penghormatan di pemakamannya," kata Putri Candrawathi.

Mendengar jawaban Putri Candrawathi yang menyebut tidak tahu soal syarat anggota kepolisian agar bisa mendapat penghargaan atau penghormatan di pemakamannya, hakim pun menyampaikan langsung kepada istri Ferdy Sambo itu.

"Saudara tidak tahu persis ya? Saya sampaikan, untuk mendapat penghargaan seperti itu berarti yang bersangkutan tidak boleh tercemar sedikit pun atau ada noda dalam catatan kariernya. Faktanya, almarhum Yosua (Brigadir J) kemudian dimakamkan dengan kebesaran dari kepolisian," kata hakim.

"Kalau seandainya, dia (Brigadir J) seperti yang saudara sampaikan yaitu melakukan pelecehan terhadap Anda, tentunya dia tidak akan mendapat perlakuan itu (penghormatan di pemakaman) itu yang pertama. Dan yang kedua, apa yang saudara sampaikan soal pelecehan seksual, sampai hari ini, Mabes Polri membatalkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) mengenai hal itu," tambah hakim.

Mendengar hal itu, Putri Candrawathi yang terdiam pun langsung mengangkat mikrofon dan mencoba menjelaskan hal yang menimpanya di Magelang.

Menurut Putri Candrawathi, dia benar-benar telah mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari ajudannya, Brigadir J di Magelang.

"Mohon maaf yang mulia, mohon izin, yang terjadi adalah memang Yosua (Brigadir J) melakukan kekerasan seksual, pengancaman, dan juga penganiayaan dengan membanting saya tiga kali ke bawah. Itu yang memang benar-benar terjadi," kata Putri Candrawathi.

"Kalau pun Polri memberikan pemakaman seperti itu (penghormatan), saya juga tidak tahu. Mungkin bisa ditanyakan langsung pada institusi Polri, kenapa bisa memberikan penghargaan kepada orang yang sudah melakukan perkosaan kepada saya, pengancaman, dan penganiayaan kepada saya selaku Bhayangkari," tambah Putri Candrawathi.

Bikin Bharada E Geleng-geleng Kepala

Dalam keterangannya sebagai saksi di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu, Putri Candrawathi berkesempatan untuk menjelaskan terkait peristiwa yang menimpanya di Magelang.

Pada kesaksiannya itu, Putri Candrawathi di hadapan hakim mengatakan bahwa dia mengalami perlakuan buruk dari Brigadir J, yakni berupa pelecehan seksual yang dilakukan ajudannya itu di Magelang.

"Saat itu saya menghampiri suami saya (Ferdy Sambo) yang sedang santai duduk di ruang nonton, saya duduk di sebelah suami saya, lalu saya cerita tentang peristiwa yang terjadi di tanggal 7 Juli 2022," kata Putri Candrawathi.Kemudian hakim bertanya padan Putri Candrawathi.

"Apa yang terjadi?" tanya hakim ke Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi pun menjawab pertanyaan tersebut.

"Suami saya marah yang mulia. Dia emosi, menarik nafas dalam-dalam tanpa berkata-kata lalu menangis, dan saya pun menangis," kata dia.

Dalam kondisi yang sama-sama menangis, kata Putri Candrawathi, Ferdy Sambo pun langsung menyuruhnya masuk ke kamar.


Sosok dua terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi dan Bharada E. (kolase tvOnenews.com)

"Suami saya memanggil Ricky (Bripka RR) menggunakan HT dan menyuruh saya masuk ke kamar. Di kamar, saya menenangkan diri saya," kata Putri Candrawathi.

Kemudian hakim pun mencecar Putri Candrawathi soal Ferdy Sambo memanggil Bripka RR.

Hakim bertanya tentang isi percakapan Ferdy Sambo dengan Bripka RR kepada Putri Candrawathi.

"Lalu apa isi percakapan suami Anda (Ferdy Sambo) dengan Ricky?" tanya hakim.

Kemudian Putri Candrawathi menjawab tidak tahu soal percakapan suaminya dengan Bripka RR.

"Saya tidak tahu yang mulia," kata Putri Candrawathi.

Kemudian hakim pun menyinggung soal pengakuan Richard Eliezer atau Bharada E sebelumnya yang menyebut bahwa dia sempat diajak bicara oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam itu menjawab tidak tahu.

"Saya tidak tahu keberadaan Richard (Bharada E) di lantai 3 yang mulia," kata Putri Candrawathi.

Jawaban itu pun langsung membuat Bharada E yang ikut mendengarkan kesaksian Putri Candrawathi geleng-geleng kepala, seolah tidak menyangka dengan jawaban istri Ferdy Sambo itu.

Kemudian hakim mencecar lagi soal kapan tepatnya Richard Eliezer atau Bharada E mengantarkan senjata milik Yosua (Brigadir J).

"Kapan Richard mengantarkan senjata Yosua (Brigadir J) kepada saudara?" tanya hakim.

Putri Candrawathi pun mengelak dengan menjawab bahwa Bharada E tidak mengantarkan senjata kepadanya.


Sosok Putri Candrawathi saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. (tvOnenews.com/M Bagas)

"Saudara Richard (Bharada E) tidak mengantarkan senjata kepada saya," kata Putri Candrawathi.

Kemudian hakim menyinggung tentang keterangan sebelumnya bahwa Bharada E saat bersaksi memberikan keterangan bahwa dia diminta mengantarkan senjata milik Brigadir J ke Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Kemarin saudara Richard Eliezer (Bharada E) mengatakan, mengantarkan senjatanya Yosua, kemudian ditujukan ke sebuah kamar, yang isinya kamar itu untuk senjata," kata hakim.

Lalu Putri Candrawathi pun menjawab pertanyaan itu.

"Kalau lemari senjata ada. Saya tidak tahu soal dia (Bharada E) mengantarkan senjata Yosua," kata Putri Candrawathi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jawaban Putri Candrawathi itu pun kembali membuat Richard Eliezer atau Bharada E geleng-geleng kepala lagi seraya tersenyum sinis. (abs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic mulai menatap tantangan baru bersama Juventus. Pemain muda Bosnia itu membawa ambisi besar setelah menerima tawaran dari Bianconeri.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Fabio Capello menyoroti penampilan Timnas Italia saat menghadapi Belgia. Ia meminta Gli Azzurri bermain lebih efektif ketika membangun serangan.
Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Liverpool resmi menunjuk Julian Ward sebagai direktur olahraga baru. Ia kembali ke Anfield untuk menjalani periode keduanya di posisi tersebut.
Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral