News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Asa Mencium Hajar Aswad di Sudut Ka'bah

Mencium Hajar Aswad merupakan dambaan hampir seluruh jemaah saat melangsungkan haji ataupun umrah. Batu hitam yang berada di salah satu sudut Ka'bah itu memiliki daya tarik luar biasa bagi jutaan umat Islam yang datang ke Baitullah.
Rabu, 10 Juni 2026 - 23:48 WIB
Suasana Masjidil Haram
Sumber :
  • Istimewa

Oleh : Fikri Syaukani Abu Aqisya/ Pelancong Muslim


Makkah, Arab Saudi - Mencium Hajar Aswad merupakan dambaan hampir seluruh jemaah saat melangsungkan haji ataupun umrah. Batu hitam yang berada di salah satu sudut Ka'bah itu memiliki daya tarik luar biasa bagi jutaan umat Islam yang datang ke Baitullah. Rasanya, ibadah haji atau umrah terasa kurang lengkap jika belum berkesempatan menyentuh atau menciumnya. Bahkan, demi mewujudkan keinginan tersebut, tidak sedikit jemaah yang rela mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan jasa joki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keinginan yang sama juga tumbuh dalam diri saya jauh sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mimpi itu terasa semakin dekat ketika saya bersama 13 rekan lainnya yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Gelombang I tiba dengan selamat di Jeddah, Arab Saudi. 

Alhamdulillah.

Setelah tertahan lebih dari empat jam di terminal kedatangan haji bandara, kami pun langsung menuju Wisma Daker (Daerah Kerja) Jeddah untuk bersiap melaksanakan umrah wajib. Dan ketika memasuki kompleks Masjidil Haram untuk pertama kalinya, rasa takjub menyelimuti seluruh jiwa. Kaki ini pun langsung begetar seraya seluruh anggota badan mengikuti untuk bersujud dan bersyukur saat tiba di Rumah Allah.

Langkah kami kemudian memasuki Masjidil Haram melalui Gerbang King Abdul Aziz. Keindahan arsitektur masjid begitu memukau. Mata saya yang sedari tadi memandang ke berbagai arah akhirnya terpaku pada satu titik yang diselimuti kain hitam megah: Ka'bah.

Subhanallah.

Kami memulai thawaf bersama ribuan jemaah lainnya. Setiap kali melewati sudut Hajar Aswad, kami mengangkat tangan, mengecup kedua telapak tangan, lalu mengucapkan, “Bismillahi Allahu Akbar.”

Namun, perhatian saya terus tertuju pada sudut tempat Hajar Aswad berada. Di sana, ratusan orang berdesakan untuk mendapatkan kesempatan menyentuh dan menciumnya. Semakin lama, rasa penasaran dan keinginan untuk ikut mencium batu mulia itu semakin besar.

Setelah menyelesaikan thawaf dan shalat sunah di belakang Maqam Ibrahim, saya segera menuju sudut Hajar Aswad. Perlahan-lahan saya menerobos arus manusia yang sedang berthawaf hingga akhirnya tiba di dekat kerumunan.

Kini batu hitam itu terlihat jelas di depan mata. Lapisan perak yang mengelilinginya berkilau di antara lautan manusia. Saya terus merangsek maju sedikit demi sedikit.

“Ya Allah, izinkan hamba-Mu mencium Hajar Aswad sebagaimana yang dilakukan Nabi-Mu. Batu ini hanyalah batu, tetapi izinkanlah hamba-Mu mengikuti sunnah kekasih-Mu.”

Semakin dekat.

Hanya tinggal beberapa jengkal lagi.

Namun ketika kesempatan itu hampir tiba, pikiran saya justru teralihkan oleh urusan dunia. Saya khawatir jam tangan yang saya kenakan terlepas akibat dorongan dan tarikan orang-orang di sekitar. Kekhawatiran itu membuat fokus saya buyar. Tanpa sadar, saya terdorong menjauh dari Hajar Aswad.

Astaghfirullahal 'Azim.

Saya beristigfar dan mencoba kembali mendekat.

Kali ini saya lebih fokus. Mata terus tertuju ke arah batu hitam itu, sementara bibir tak henti berdoa. Alhamdulillah, saya kembali berhasil menembus kerumunan dan semakin dekat.

Tetapi ketika tinggal hitungan jari untuk menyentuhnya, saya kembali terpental.

Penyebabnya lagi-lagi urusan dunia. Saya khawatir tas pinggang yang berisi telepon genggam dan barang berharga jatuh atau diambil orang saat berdesakan. Kekhawatiran itu kembali menghancurkan fokus saya.

Dua kali gagal.

Namun tekad untuk mencium Hajar Aswad tidak pernah surut.

Saya mencoba lagi.

Perlahan saya bergerak maju, memanfaatkan setiap celah yang terbuka hingga kembali berada di barisan paling depan.

“Ayo, Fik. Tinggal sedikit lagi. Allah pasti mengizinkan,” batin saya menyemangati diri sendiri.

Kini ujung jari saya bahkan sudah menyentuh lapisan perak yang mengelilingi Hajar Aswad.

“Ya Allah, izinkan hamba-Mu, ya Allah...”

Namun lagi-lagi ujian datang. Kain ihram yang saya kenakan terus-menerus tertarik oleh jemaah dari belakang. Tarikan yang semakin kuat membuat saya khawatir kain ihram terlepas.

Kekhawatiran itu kembali membuat saya kehilangan fokus.

Dan untuk ketiga kalinya, saya gagal.

Tiga kali mencoba.

Tiga kali mendekat.

Tiga kali pula terpental.

Saya pun harus mengakui bahwa hari itu bukan waktu yang Allah izinkan bagi saya untuk mencium Hajar Aswad.

Beberapa hari kemudian, secercah harapan muncul.

Kasie MCH Daerah Kerja Mekah, Khoeron, mengabarkan bahwa Daker Mekah akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan askar Masjidil Haram.

“Semoga ini menjadi jalan untuk bisa mencium Hajar Aswad,” gumam saya dalam hati.

Sejak kegagalan itu, tekad saya tidak pernah luntur. Cerita seorang alumni MCH tahun 2012 yang pernah berhasil mencium Hajar Aswad dengan bantuan pengawalan askar membuat saya semakin optimistis.

Ketika akhirnya bertemu Brigadir Jenderal Yahya Mussa'id Azzahroni, pimpinan para askar, saya melihat secercah peluang.
Saat sesi tanya jawab dibuka, saya langsung mengangkat tangan.
Sebetulnya saya ingin meminta izin untuk mencium Hajar Aswad. Namun karena khawatir terdengar tidak sopan, saya mencoba memulai dengan pertanyaan lain.

“Mister Yahya, apakah kami diizinkan mengambil gambar di area thawaf dan sekitar Hajar Aswad?”

Beliau menjawab dalam bahasa Arab bahwa urusan perizinan pengambilan gambar bukan berada di bawah kewenangannya.
Saya mengangguk.

Tampaknya usaha lobi saya gagal.

Namun saya belum menyerah.

Kali ini saya meminta bantuan Kadaker Mekah, Arsyad Hidayat, untuk menyampaikan keinginan kami. Alhamdulillah, ketika permohonan itu disampaikan, Brigjen Yahya menganggukkan kepala.

“Ya, nanti akan ada askar bernama Abdullah yang mengantar kalian.”

Alhamdulillah.

Hati saya langsung berbunga-bunga.

Saya segera mencari Ahmad Zainal dan mengabarkan kabar gembira itu. Kami pun bergegas membereskan pekerjaan dan mengikuti rombongan yang dipimpin Abdullah menuju Masjidil Haram.

Kami berjalan melewati lorong-lorong masjid hingga tiba di area thawaf. Saat itu banyak jemaah sudah membentuk saf dan menunggu iqamah salat Zuhur.

Menariknya, setiap kali kami melewati pos penjagaan, para askar memberikan salam penghormatan.

“Bang, kita seperti rombongan presiden, ya?” canda saya kepada Zainal.

“Iya, Fik. Insya Allah hari ini kita bisa mencium Hajar Aswad,” jawabnya sambil tersenyum.

Tak lama kemudian kami diminta berbaris untuk mendapat giliran. Di barisan depan ada Kadaker Arsyad, Abu Haris, dan seorang petugas lainnya. Setelah itu Bang Zainal, lalu saya.

Satu per satu kami dipersilakan maju.

Ketika giliran Pak Arsyad selesai, terdengar teriakan askar.

“Khalas! Khalas!”

Selesai.

Waktu yang diberikan memang sangat singkat, mungkin hanya tiga sampai lima detik.

Namun ketika giliran saya tiba, kesempatan itu tidak saya sia-siakan.

Saya mengecup Hajar Aswad berkali-kali. Saya merasakan permukaannya yang tidak rata, lalu mengusapnya dengan tangan. Setelah itu tangan saya usapkan ke wajah sambil menikmati aroma wangi yang masih menempel.

Saat itu saya hanya mampu berdoa:

“Ya Allah, terima kasih atas nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-Mu ini.”

Ketika kembali ke kantor Daker Mekah, saya menceritakan pengalaman luar biasa itu kepada rekan-rekan MCH lainnya. Mereka bertanya mengapa saya tidak mengajak atau memberi tahu mereka.

Saya hanya bisa meminta maaf.

Dalam kebahagiaan yang begitu besar, saya lupa mengajak teman-teman yang lain. Saya lupa menjaga kebersamaan dan kekompakan yang selama ini kami bangun bersama.

Pada akhirnya, saya tidak ingin mengatakan bahwa mencium Hajar Aswad adalah sebuah keharusan. Namun pengalaman ini mengajarkan bahwa ketika seseorang memiliki tekad yang kuat, disertai ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukkan jalan terbaik menurut kehendak-Nya.

Setiap doa yang dipanjatkan, setiap tetes keringat yang dicurahkan, dan setiap langkah yang ditempuh tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Amin ya Rabbal 'Alamin.

— fis

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi dan TPPU

Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Terkait Kasus Korupsi dan TPPU

Kabag Ops Kortas Tipidkor Polri, Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi mengatakan eks Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan usai jalani pemeriksaan sebagai tersangka
Pengemudi Mobil Listrik Mewah Pemicu Kecelakaan Beruntun, Diduga Anak Tokoh Pengusaha di Medan

Pengemudi Mobil Listrik Mewah Pemicu Kecelakaan Beruntun, Diduga Anak Tokoh Pengusaha di Medan

Diduga ugal-ugalan, sebuah mobil listrik Denza BK 1906 BYN yang dikemudikan oleh seorang pria bernama Britto RP Napitupulu, mengakibatkan kecelakaan beruntun di
Titisan Iswadi Idris Unjuk Gigi: Aldendra Sang Calon Jenderal Lini Tengah Timnas Indonesia yang Bersinar di Piala Soeratin 2026 Bareng ASIOP

Titisan Iswadi Idris Unjuk Gigi: Aldendra Sang Calon Jenderal Lini Tengah Timnas Indonesia yang Bersinar di Piala Soeratin 2026 Bareng ASIOP

Timnas Indonesia memiliki salah satu aset masa depan yang bisa bersinar. Sosok tersebut adalah Aldendra Diputra yang tampil gemilang di Piala Soeratin 2026.
tvOne x Cube dan Pertasindo Dorong Penguatan Industri Kesehatan melalui Transformasi 5M Menjadi 6M

tvOne x Cube dan Pertasindo Dorong Penguatan Industri Kesehatan melalui Transformasi 5M Menjadi 6M

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan adanya program Hidup Sehat, yang secara konsisten hadir sejak 2017 sebagai program informasi dan edukasi kesehatan. 
AFC Rilis Jadwal Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Garuda Langsung Hadapi Jepang Sore Hari

AFC Rilis Jadwal Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Garuda Langsung Hadapi Jepang Sore Hari

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merilis jadwal Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi. Timnas Indonesia memulai perjuangan dengan menghadapi Jepang.
Pemotor Tewas Usai Hantam Pembatas Underpass Pondok Indah, Alami Luka Parah di Kepala

Pemotor Tewas Usai Hantam Pembatas Underpass Pondok Indah, Alami Luka Parah di Kepala

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa mengatakan, peristiwa ini terjadi sekira pukul 08.10 WIB.

Trending

Suami Siri Diduga Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling untuk Hilangkan Jejak

Suami Siri Diduga Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling untuk Hilangkan Jejak

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4).
AFC Rilis Jadwal Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Garuda Langsung Hadapi Jepang Sore Hari

AFC Rilis Jadwal Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Garuda Langsung Hadapi Jepang Sore Hari

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merilis jadwal Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi. Timnas Indonesia memulai perjuangan dengan menghadapi Jepang.
Awal Mula Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak oleh Suami Siri Terungkap, Ternyata Gara-gara Hal Ini

Awal Mula Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak oleh Suami Siri Terungkap, Ternyata Gara-gara Hal Ini

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap pembunuhan sadis itu menimpa Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, berinisial AGF (4).
Jawa Barat Juara Umum Kejurnas Tinju Amatir 2026, AHY Singgung Mental Juara

Jawa Barat Juara Umum Kejurnas Tinju Amatir 2026, AHY Singgung Mental Juara

Kontingen Jawa Barat membawa pulang Piala Menko Infrastruktur usai menjadi juara umum di Kejurnas Tinju Amatir 2026, yang digelar di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Minggu malam (25/10/2026).
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Berikut Titik Lokasi yang Rawan Razia

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Berikut Titik Lokasi yang Rawan Razia

Operasi Patuh 2026 resmi digelar mulai hari ini, Senin, 26 Oktober 2026 hingga Minggu, 8 November 2026, ini titik lokasi yang rawan razia selama penindakan.
Bobotoh Tewas Bersimbah Darah Usai Nonton Laga Persib vs Garudayaksa di Bogor, Polisi Turun Tangan

Bobotoh Tewas Bersimbah Darah Usai Nonton Laga Persib vs Garudayaksa di Bogor, Polisi Turun Tangan

Seorang remaja berinisial ARK (16), suporter Persib Bandung atau Bobotoh, meninggal dunia setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC.
‎Shin Tae-yong Tak Mau Persija Terpeleset Lawan Persik, Singgung Satu Hal yang Bakal Jadi Kunci Kemenangan

‎Shin Tae-yong Tak Mau Persija Terpeleset Lawan Persik, Singgung Satu Hal yang Bakal Jadi Kunci Kemenangan

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku telah menyiapkan taktik khusus untuk menghadapi Persik Kediri pada pekan ketujuh Super League 2026/2027.
Selengkapnya

Viral