Daftar Pesepakbola Meninggal Dunia akibat Tersambar Petir, Ada dari Indonesia yang Namanya sudah Tersohor
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews - Pesepakbola di Liga 3 Thailand meninggal dunia akibat tersambar petir saat main di lapangan. Dilansir dari VNExpress, korban bernama Safwan Awae.
Peristiwa itu terjadi pada 4 Agustus 2026 di Stadion Santiphap, distrik Su-ngai Kolok, Provinsi Narathiwat pada kompetisi Golok FA Cup.
Safwan Awae berusia 24 tahun dan bermain sebagai winger buat Yala FC. Ketika pertandingan berlangsung, cuaca sedang hujan.
Tiba-tiba petir menyambar ke lapangan dan mengenai beberapa pemain. Total sembilan orang terluka, Safwan Awae mengalami luka paling parah dan nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Padahal, ia baru saja menandatangani kontrak dengan Yala FC pada 29 Juli 2026. Pemain sayap ini sebelumnya mencetak tujuh gol dalam 18 pertandingan yang membantu mantan klubnya, Pattani FC, promosi ke Thai League 2 untuk musim 2025-2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pesepakbola di dunia meninggal dunia karena tersambar petir. Ada dari Indonesia juga.
De La Cruz Meza (2024)
De La Cruz Meza tersambar petir saat meninggalkan lapangan untuk menghindari hujan deras dalam pertandingan amatir antara Juventud Bellavista dan Familia Chocca di Huancayo, Peru.
Pihak berwenang menyimpulkan bahwa Cruz Meza tewas karena mengenakan gelang logam yang menarik sambaran petir.
Caio Henrique De Lima Goncalves (2023)
Pada 2023, Caio Henrique De Lima Goncalves tewas tersambar petir saat bertanding membela Uniao Jaiirense di sebuah kompetisi di Brasil.
Septian Raharja (2024)
Septian Raharja meninggal dunia di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. Saat itu, ia dan teman-temannya memperkuat FBI Subang menghadapi 2Flo FC Bandung dalam sebuah laga persahabatan.
Kejadiannya pada pukul 15.30 WIB. Mulanya cuaca cerah tapi kemudian berawan dan petir menyambar.
Sambaran pertama ke alat penangkal yang ada di stadion. Hanya berselang satu detik, petir kedua kembali menyambar.
Tegar Dwi Prasetyo (2023)
Kejadian ini terjadi pada ajang Piala Soeratin U-13 2023 di Stadion Letjen H. Soedirman, Kabupaten Bojonegoro, 3 November 2023. Korbannya bernama Tegar Dwi Prasetyo.
Petir menyambar Tegar saat pertandingan baru berjalan 15 menit. Pemain Sekolah Sepak Bola atau SSB Indonesia Muda Bojonegoro itu dilarikan ke rumah sakit. Dan dilaporkan membaik kondisinya, malam setelah pertandingan.
Luka akibat sambaran petir memaksa Tegar terus-menerus menahan sakit selama dirawat. Berselang 3 hari kemudian, Tegar menghembuskan nafas terakhirnya. Pesepakbola muda asal Jawa Timur itu pun tutup usia.
Edi Kurniawan (2022)
Nuansa pilu menyelimuti rumah Edi Kurniawan, di Kampung Cangkorah, Kabupaten Sukabumi. Pria asal Sukabumi itu meninggal dunia setelah tersambar petir saat bermain sepak bola di Lapangan Korpri, 13 Agustus 2022.
Nama Edi Kurniawan ternyata sudah tersohor di lingkungan sepak bola Sukabumi. Edi, yang akrab disapa Edul, merupakan asisten pelatih Magma FC, Sekolah Sepak Bola atau SSB binaan Kodim 0607 Sukabumi.
Pada hari naas itu, Edi mengikuti pertandingan persahabatan antara Pepermi FC vs YGS FC. Sesaat setelah pertandingan dimulai, turun hujan disertai beberapa kali kilatan petir.
Saeful Anas (2022)
Remaja berusia 15 tahun bernama Saeful Anas meninggal akibat sambaran petir. Hal itu terjadi saat pemuda 15 tahun itu mengikuti pertandingan di lapangan Desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, pada 2 April 2021.
Anas adalah pemain PS Putra Slawi. Pertandingan itu berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB di bawah mendung tebal dan gerimis kecil.
Ketika babak kedua hendak dimulai, sekitar pukul 08.15 WIB, tiba-tiba petir menyambar Anas dan rekannya, Ali Farhan.
Keduanya langsung terpental dan tidak sadarkan diri. Mereka dibawa ke Puskesmas Tarub. Ali selamat. Sedangkan Anas tidak bisa tertolong. Bocah itu meninggal dunia di puskesmas.
Muhammad Ferry (2020)
Seorang pemain bola asal Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Muhammad Ferry (16) tewas tersambar petir saat bertanding memperebutkan Bupati Cup U-16, Kamis (20/2/2020).
Ia terjatuh saat petir tiba-tiba menyambar. Meski sempat berusaha berdiri, namun tubuhnya tak mampu.
Ferry pun duduk sambil mengeluh kesakitan. Sempat dilarikan ke rumah sakit, Ferry kemudian tewas dengan luka bakar di tubuhnya.
Load more