Peluang Lolos Sempat Tembus 94 Persen, Mengapa Korea Selatan Berakhir Tragis di Piala Dunia 2026?
- REUTERS/Eloisa Sanchez
tvOnenews.com - Timnas Korea Selatan harus menelan salah satu kegagalan paling pahit dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia 2026.
Sempat diprediksi memiliki peluang hingga 94 persen untuk melaju ke fase gugur, Taeguk Warriors justru tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut langsung memicu gelombang kekecewaan di kalangan pencinta sepak bola Korea Selatan.
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Banyak pihak menilai kegagalan ini sebagai sebuah bencana, mengingat status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.
Sebelum laga terakhir Grup E dimulai, posisi Korea Selatan sebenarnya sangat menguntungkan. Berbagai model prediksi menempatkan mereka sebagai tim yang hampir pasti lolos ke babak 32 besar.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pada pertandingan pembuka, skuad asuhan Hong Myung-bo berhasil mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga peluang mereka melangkah lebih jauh.
Meski kemudian kalah tipis 0-1 dari Meksiko pada laga kedua, Korea Selatan masih berada dalam posisi aman.
- REUTERS/Amanda Perobelli
Dengan format baru Piala Dunia yang diikuti 48 negara dan menyediakan 32 tiket ke fase gugur, hasil imbang saja saat menghadapi Afrika Selatan sebenarnya sudah cukup menjaga asa mereka tetap hidup.
Namun, skenario yang diharapkan sama sekali tidak terjadi.
Dalam pertandingan penentuan melawan Afrika Selatan, permainan Korea Selatan justru jauh dari harapan.
Mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya, kehilangan kreativitas di lini tengah, dan gagal memanfaatkan momen-momen penting sepanjang pertandingan.
Satu gol yang bersarang ke gawang mereka akhirnya menjadi penentu.
- REUTERS/Raquel Cunha
Kekalahan tersebut bukan hanya membuat Korea Selatan kehilangan tiga poin, tetapi juga menghapus seluruh peluang untuk melaju ke babak berikutnya.
Dalam waktu hanya 90 menit, peluang lolos yang sebelumnya mencapai 94 persen berubah menjadi mimpi buruk. Korea Selatan harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dan pulang dengan penuh penyesalan.
Kegagalan itu semakin menyakitkan karena terjadi di tengah ekspektasi tinggi terhadap generasi pemain yang dimiliki saat ini. Banyak penggemar menyebut hasil tersebut sebagai salah satu kejutan terbesar sepanjang Piala Dunia 2026.
Sorotan tajam pun mengarah kepada pelatih Hong Myung-bo beserta para pemain senior yang dinilai gagal membawa tim tampil maksimal pada laga paling menentukan.
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Tak hanya itu, kegagalan ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan sepak bola Korea Selatan.
Perhatian publik tertuju kepada Son Heung-min, yang kini telah berusia 34 tahun. Penyerang Tottenham Hotspur tersebut diyakini baru saja menjalani Piala Dunia terakhirnya.
Jika harus menunggu hingga edisi 2030, Son akan berusia 38 tahun, usia yang membuat peluangnya tampil di level tertinggi menjadi semakin kecil.
Momen ketika Son menundukkan kepala seusai peluit panjang berbunyi menjadi simbol kekecewaan besar Korea Selatan di Piala Dunia kali ini.
Sosok yang selama bertahun-tahun menjadi ikon sepak bola Asia itu tak mampu menghindarkan negaranya dari kegagalan. (asl)
Load more