Media Belanda Desak KNVB Cari Pengganti Ronald Koeman Usai Disingkirkan Maroko di Piala Dunia 2026
- REUTERS/Phil Noble
tvOnenews.com - Masa depan Ronald Koeman sebagai pelatih Timnas Belanda mulai dipertanyakan setelah kegagalan Oranje di Piala Dunia 2026.
Kekalahan dramatis dari Maroko pada babak 16 besar memicu gelombang kritik dari media Belanda, bahkan ada yang menilai federasi sepak bola Belanda (KNVB) sudah saatnya mencari pelatih baru.
Media Belanda, Voetbalprimeur, menilai hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa. Menurut mereka, cara Belanda tampil sepanjang pertandingan justru menjadi alasan utama mengapa posisi Koeman kini berada di ujung tanduk.
- REUTERS/Annegret Hilse
Dalam laga yang berlangsung di Monterrey, Belanda sebenarnya sempat membuka keunggulan melalui Cody Gakpo pada babak kedua.
Namun keunggulan itu sirna setelah Maroko mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-91 sebelum akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Voetbalprimeur menyebut penampilan Oranje jauh dari identitas sepak bola menyerang yang selama ini melekat pada Belanda.
Sebaliknya, Maroko dinilai mampu mendominasi permainan, baik dari sisi teknik maupun taktik.
- REUTERS/Issei Kato
Kritik tajam juga diarahkan kepada keputusan Koeman sebelum pertandingan dimulai.
Menurut laporan De Telegraaf, sang pelatih mengambil risiko besar dengan mengubah formasi menjadi lima bek.
Perubahan tersebut membuat gelandang kreatif Tijjani Reijnders harus memulai laga dari bangku cadangan. Keputusan itu dianggap mengorbankan kreativitas lini tengah demi pendekatan yang lebih defensif.
"Dengan pilihannya memasukkan bek kelima (Nathan Aké), dengan mengorbankan gelandang Tijjani Reijnders, Koeman mempertaruhkan reputasinya hampir satu setengah jam sebelum pertandingan dimulai," tulis De Telegraaf.
- Reuters-Stefan Koops/EYE4IMAGES/NurPhoto
Strategi tersebut sempat diperbaiki pada babak kedua. Koeman memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst, yang langsung memberi dampak positif.
Weghorst menjadi awal terciptanya gol Belanda. Ia memenangkan duel udara setelah menerima umpan panjang dari Bart Verbruggen, lalu bola diteruskan hingga akhirnya Cody Gakpo sukses membobol gawang Maroko.
Namun momentum itu tidak bertahan lama. Maroko berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time dan tampil lebih tenang ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Voetbalprimeur bahkan menyebut kegagalan tersebut semakin memperpanjang kutukan adu penalti Belanda yang telah menghantui mereka dalam berbagai turnamen besar sejak Euro 1996 hingga Piala Dunia 2022.
Media tersebut juga menilai Maroko tampil jauh lebih matang dibandingkan Belanda. Salah satu pemain yang mendapat pujian adalah gelandang muda Ayyoub Bouaddi.
- Reuters/Caean Couto
"Maroko mengungguli Belanda secara teknis maupun taktis. Penampilan Oranje sangat mengecewakan dan identitas sepak bola menyerang mereka seolah menghilang," tulis Voetbalprimeur.
Laporan itu bahkan menyebut peluang Koeman bertahan sebagai pelatih tim nasional kini sangat kecil.
Menurut mereka, kekalahan masih bisa diterima dalam sepak bola, tetapi cara Belanda tampil melawan Maroko dinilai telah mengorbankan reputasi sepak bola negeri tersebut.
Kini sorotan tertuju kepada KNVB. Federasi sepak bola Belanda diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Jika tekanan publik dan media terus meningkat, bukan tidak mungkin era kedua Ronald Koeman bersama Oranje akan segera berakhir. (asl)
Load more