Masih Ingat Cerita Lucu Silvio Escobar soal Sunat? Eks Persija itu Menemukan Jalan Hidup di Indonesia
- Kolase Instagram & Antara
Kedekatan dengan masyarakat dan antusiasme penonton membuatnya merasa diterima, meski kariernya sempat berada di titik terendah.
Proses Menjadi Mualaf dan Ketakutan soal Sunat

- Instagram/@persija
Interaksi intens dengan rekan-rekan setim yang mayoritas beragama Islam perlahan menumbuhkan rasa ingin tahu dalam diri Escobar.
Ia mulai memperhatikan cara hidup, nilai kebersamaan, hingga kebiasaan ibadah mereka.
Namun proses spiritual itu tidak langsung membawanya menjadi mualaf. Ada satu hal besar yang sempat membuatnya ragu.
“Sekitar tahun 2014, saya tidak langsung jadi mualaf. Sebab saya di awalnya merasa sangat takut disunat,” kata Escobar.
Ia mengaku memiliki pandangan keliru mengenai sunat.
“Dalam pandangannya, sunat itu menakutkan karena ada bagian tubuhnya yang akan dipotong. Otomatis akan kehilangan alat kelamin,” ucapnya sambil bercanda.
Setelah mendapatkan penjelasan dari teman-teman yang lebih dulu menjadi mualaf, barulah Escobar memahami proses sebenarnya.
“Jumat pagi saya bangun, saya sendiri jalan untuk sunat,” ujarnya mengenang momen tersebut.
Menjadi WNI dan Bertahan di Indonesia
Seiring waktu, Escobar merasa Indonesia bukan lagi sekadar tempat bekerja, melainkan rumah kedua.
Ia jatuh cinta pada budaya kekeluargaan, keramahan masyarakat, dan gairah suporter sepak bola yang menurutnya luar biasa.
Pada 2020, ia mengambil keputusan besar dengan mengajukan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Setelah menjalani seluruh proses legal, Escobar resmi menyandang status kewarganegaraan Indonesia.
Kini, Silvio Escobar masih aktif di dunia sepak bola nasional dan membela Dejan FC.
Ia dikenal sebagai pemain yang membangun karier dari bawah, melewati fase tarkam, ketidakpastian liga, hingga kembali ke level profesional.
Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa perjalanan di Indonesia bukan hanya membentuk karier sepak bolanya, tetapi juga arah hidup baru.
(hap/tsy)
Load more