Kronologi Ribut-ribut Bobotoh Vs Dedi Mulyadi, Perkara Pamerkan Bonus Miliaran Persib Bandung Sampai Bojan Hodak Angkat Suara
- Istimewa
"Saya tiga kali menanyakan "boleh enggak kalau itu di-publish" dia nyatakan "boleh"," katanya merujuk pada top manajemen tersebut.
Dedi Mulyadi pun meminta ribut-ribut di media sosial antara dirinya dan Bobotoh pun berhenti. Apalagi kini Persib harus fokus pada lima laga sulit dengan kondisi poin yang sama dengan Borneo FC.
"Itulah peristiwa yang terjadi. Saya ingin menyampaikan, sudah kita tidak usah lagi membicarakan ini secara berkelanjutan. Fokuslah Persib untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Agar seluruh harapan keingiann juara untuk ketiga kalinya tercapai," katanya.
"Saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Hatur nuhun!" kata mantan bupati Purwakarta ini.

- dok.kolase tvonenews.com/Instagram Dedi Mulyadi/tiktok KDM lovers
Bukan Top Manajemen tapi Persib Bandung Buka Suara
Tak hanya KDM, Persib Bandung melalui pelatih Bojan Hodak dan kapten Marc Klok pun mengomentari bonus pemberian politikus yang dipamerkan sang Gubernur Jawa Barat tersebut.
Bojan Hodak menyebut bonus tersebut layak diberikan pada pemain karena memang bisa menjadi motivasi untuk terus konsisten di papan atas.
"(Yang ini?) Apa yang anda ingin saya bicarakan? Bagus jika mendapatkan bonus, para pemain tentunya layak mendapatkan bonus. Dan kami berada di peringkat pertama, benar kan? Anda bermain untuk bonus, begitulah sepakbola profesional," kata Bojan.
Sementara itu, Marc Klok mengakui bonus tim adalah hal biasa dalam sepak bola. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras pemain.
"Mereka apresiasi kita, apresiasi klub, apresiasi kota, ini penting hasil kita buat kota semuanya buat klub, dan di sepak bola itu hal biasa mendapatkan apresiasi dan mendapatkan bonus," kata Marc Klok.
"Karena setiap klub di Liga Indonesia punya itu, mungkin kalau sekarang di media baru orang bicara. Kalau kamu lihat di setiap klub liga ada itu (bonus), itu hal biasa di dunia, bukan di Indonesia saja, itu normal," kata Marc Klok.
Load more