Malut United dan Adhyaksa FC Dikabarkan Ubah Identitas pada Super League 2026/2027, Begini Penjelasan I.League
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Asep menjelaskan bahwa setiap anggota PSSI memiliki hak untuk mengajukan perubahan identitas klub.
Namun seluruh proses harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan federasi.
Dari sisi kompetisi, ia mengingatkan bahwa seluruh peserta Super League 2026/2027 telah melalui proses Club Licensing. Proses tersebut menjadi syarat utama bagi klub untuk mendapatkan izin mengikuti kompetisi.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Salah satu aspek yang dinilai dalam Club Licensing adalah infrastruktur, termasuk stadion yang didaftarkan sebagai kandang klub.
Karena itu, perubahan stadion setelah lisensi diterbitkan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Asep menegaskan bahwa perubahan aspek yang menjadi dasar pemberian lisensi dapat menimbulkan konsekuensi bagi klub. Bahkan dalam regulasi Super League, terdapat potensi sanksi berupa pengurangan poin apabila perubahan tersebut tidak sesuai ketentuan.
Ia menambahkan bahwa status lisensi klub diberikan berdasarkan lima aspek utama, yakni infrastruktur, finansial, legal, sporting, serta personnel and administration.
Selain itu, stadion baru yang diajukan juga wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk pencahayaan minimal 1.600 lux dan kapasitas sedikitnya 5.000 kursi tunggal.
"Kalau kita melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin," kata Asep.
"Apabila tidak memenuhi standar tersebut maupun persyaratan lainnya, tentu ada konsekuensinya. Namun yang pasti, setiap stadion yang diajukan akan melalui proses pengecekan terlebih dahulu,” pungkas Asep.
(igp)
Load more