Apofenia Sanksi Shin Tae-yong dan Kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia, Netizen Sayanngkan Putusan Blacklist STY
- ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Lmo/Spt
Netizen Korea Selatan menduga bahwa tudingan Shin Tae-yong atas kontroversi penyerangan pemain hanya untuk menutup aib kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia.
"Shin Tae-yong bahkan tidak berada di negara ini, mengapa tindakan disiplin baru diambil sekarang? Mereka bahkan tak mengeluarkan rincian hukuman, KFA, kalian urus saja urusan kalian sendiri," kata seorang netizen Korea Selatan dikutip dari laman SBS Sports.
Tak berhenti di sana, pelatih Hong Myung-bo dan Presiden KFA non-aktif Chung Mong-gyu didesak netizen Korea Selatan untuk mendapatkan hukuman jauh lebih berat dari Shin Tae-yong karena pertanggungjawaban mereka di Piala Dunia.
"Memukul wajah pemain itu tetap salah walau mereka dekat, tapi menyebutnya dengan 'penyerangan' adalah istilah aneh. Orang-orang bahkan dimaafkan karena pelanggaran judi, jadi ini berlebihan," kata seorang netizen Korea Selatan.
"Jika dia merasa tersinggung secara pribadi, sebaiknya minta maaf dan cukup dengan tidak bertemu lagi, bukankah orang seperti Chung Mong-gyu dan Hong Myung-bo harusnya dapat sanksi lebih berat?" lanjutnya.
Tak sedikit yang menyayangkan Shin Tae-yong untuk tak melibatkan manta anak asuhnya di Ulsan HD dengan menanggung sendiri tuduhan kontroversi penyerangan itu.
"Mereka mencoba mengalihkan perhatian karena mereka takut dengan reformasi KFA," tulis netizen lainnya.
Netizen Korea Selatan lainnya pun berharap banding Shin Tae-yong bisa diterima agar dia nyaman memimpin Persija saat ini. Bahkan tak sedikit yang mendoakan Shin Tae-yong untuk maju sebagai Presiden KFA dan melakukan reformasi di federasi.
"Saya berharap Shin Tae-yong menjadi presiden federasi dan membalas dendam," kata netizen tersebut. (hfp)
Load more