Media Vietnam Blak-blakan, Sindir Keras Soal Transfer Cole Palmer: MU Harus “Nekat” Jika Ingin Rekrut Cole Palmer Berpotensi Langgar Aturan
- instagram Cole Palmer
tvOnenews.com - Manchester United kembali dihadapkan pada dilema besar di bursa transfer. Jika Setan Merah benar-benar serius menggaet Cole Palmer, mereka bukan sekadar berhadapan dengan harga mahal, tetapi juga harus siap menabrak aturan internal yang selama ini dijaga ketat oleh Sir Jim Ratcliffe dan INEOS.
Transfer ini berpotensi menjadi titik balik atau justru pengkhianatan terhadap filosofi baru klub.
Di era pasca-pengambilalihan INEOS, Manchester United berulang kali menegaskan ingin menjauh dari kebiasaan lama: belanja pemain bintang dengan harga selangit tanpa arah jelas.
Namun Palmer bukan pemain biasa. Performanya di Premier League dan statusnya sebagai talenta Inggris papan atas membuat MU berada dalam posisi sulit bertahan pada prinsip atau melanggarnya demi ambisi jangka pendek.
Melansir dari media Vietnam, vietnam.vn, rumor ketertarikan Manchester United terhadap Cole Palmer mencuat di tengah tanda-tanda kebangkitan tim bersama manajer interim Michael Carrick, yang sukses mencatat dua kemenangan beruntun atas Manchester City dan Arsenal.
Langgar Filosofi INEOS? Alasan Manchester United Harus “Nekat” Jika Ingin Rekrut Cole Palmer
Palmer Rindu Manchester, MU Jadi Tujuan Potensial
Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa Cole Palmer mulai mempertimbangkan kembali masa depannya.
Pemain berusia 23 tahun itu dikabarkan merindukan kampung halamannya dan kehidupan di Manchester, setelah dua musim memperkuat Chelsea di London.

- instagram Cole Palmer
Menurut laporan tersebut, Palmer “tidak sepenuhnya menikmati kehidupan di London dan merindukan teman-temannya di kampung halaman,” sebuah faktor personal yang membuka peluang bagi Manchester United untuk masuk dalam perburuan tanda tangannya pada musim panas 2026.
Situasi ini muncul bersamaan dengan meningkatnya performa MU. Dua kemenangan prestisius di bawah Carrick mendorong Setan Merah ke posisi empat besar Premier League, menciptakan optimisme baru di Old Trafford. Dalam kondisi seperti ini, nama Palmer dianggap sebagai kepingan terakhir untuk mempercepat kebangkitan klub.
Namun, di balik peluang tersebut, terdapat hambatan besar yang tidak bisa diabaikan.
Aturan Tak Tertulis INEOS yang Terancam Dilanggar
Sejak INEOS mengambil alih kendali sepak bola Manchester United, Sir Jim Ratcliffe menerapkan sejumlah prinsip fundamental dalam kebijakan transfer. Salah satu yang paling menonjol adalah penolakan terhadap perekrutan pemain berlabel “Galactico”.
Filosofi baru ini menempatkan struktur skuad dan keberlanjutan jangka panjang di atas popularitas individu. Direktur teknik Jason Wilcox bertanggung jawab menentukan gaya bermain, sementara pelatih hanya mengidentifikasi posisi yang perlu diperkuat dan memilih dari daftar kandidat yang telah disusun.
Dalam kerangka ini, pemain dengan harga dan gaji ekstrem dianggap berisiko mengganggu keseimbangan tim—baik secara finansial maupun taktis. Di sinilah masalah Palmer muncul.
Menurut data Transfermarkt, nilai pasar Cole Palmer saat ini mencapai sekitar €120 juta, angka yang secara otomatis menempatkannya dalam kategori pemain elite dengan tuntutan finansial tinggi.
Biaya transfer, gaji, serta dampak komersialnya membuat Palmer masuk dalam profil pemain yang justru ingin dihindari oleh Ratcliffe.
Tetap Konsisten atau Langgar Prinsip Demi Ambisi?
Kasus Cole Palmer menjadi cerminan nyata pilihan strategis yang kini dihadapi Manchester United. Di satu sisi, Palmer adalah pemain yang mampu langsung mengangkat kualitas tim dan menjadi pusat permainan dalam jangka pendek.
Di sisi lain, merekrutnya berarti melanggar “aturan tak tertulis” yang selama ini menjadi fondasi proyek INEOS. Keputusan tersebut berisiko membuka kembali pola lama MU, ketergantungan pada bintang mahal tanpa perencanaan menyeluruh.
Seperti yang disorot vietnam.vn, dilema ini bukan sekadar soal transfer, melainkan soal identitas baru Manchester United. Apakah klub akan tetap setia pada jalur pembangunan berkelanjutan, atau memilih jalan pintas demi trofi dan tekanan kompetisi?
Dengan minat Palmer yang dikabarkan nyata dan situasi MU yang mulai membaik, keputusan ini akan menjadi ujian terbesar Sir Jim Ratcliffe sejak mengambil alih kendali.
Melanggar aturan bisa membawa hasil instan—namun juga bisa mengorbankan fondasi yang baru saja dibangun. (udn)
Load more