Debut Maarten Paes Dikeluhkan Kiper Ketiga Ajax Amsterdam, Peran Jordi Cruyff Diungkap Jurnalis Belanda
- Instagram @maartenpaes
Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis Belanda mengungkap adanya peran Jordi Cruyff di balik debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam. Kehadiran sang penjaga gawang Timnas Indonesia mengecewakan untuk Joeri Heerkens.
Maarten Paes mendapatkan menit bermain pertamanya bersama Ajax pada akhir pekan kemarin. Itu terjadi dalam duel kontra NEC Nijmegen yang berakhir dengan skor imbang 1-1.
Sang kiper Timnas Indonesia bermain penuh selama 90 menit dan melakukan tujuh penyelamatan. Namun, kegemilangan Maarten Paes menyisakan kekecewaan untuk Joeri Heerkens.
Heerkens adalah kiper muda berusia 19 tahun dari akademi Ajax. Di musim ini, dia merupakan kiper pilihan ketiga setelah Vitezslav Jaros dan Remko Pasveer, yang kemudian digantikan Paes di musim dingin lalu.
Cederanya Jaros pada akhir pekan kemarin secara otomatis menjadikan Paes sebagai starter. Ajax pun diperkirakan tidak akan diperkuat Jaros lagi hingga musim ini berakhir.
Dengan kata lain, Paes hampir pasti mendapatkan garansi menit bermain bersama Ajax. Namun, Heerkens kecewa karena dia seharusnya bisa mendapatkan untung dari cedera Jaros musim ini.
Kehadiran Paes mengembalikannya kepada Jong Ajax. Dia pun tidak menampik rasa kecewa karena manajemen De Amsterdammer memilih untuk merekrut Paes pada bursa transfer musim dingin lalu.
“Tentu saja, saya kecewa karena pilihan tersebut tidak jatuh kepada saya,” kata Heerkens dalam wawancara dengan ESPN NL, dilansir dari Voetbalzone.
“Bagi saya, yang terpenting adalah saya bermain bagus untuk Jong Ajax. Kemudian, kesempatan akan datang dengan sendirinya. Saya juga bisa menghadapi kekecewaan, saya hanya bisa bekerja keras,” tukas kiper berusia 19 tahun tersebut.
Jurnalis Belanda, Johan Inan dari AD NL, mengungkap bagaimana situasi di balik layar yang terjadi di bursa transfer Januari lalu. Pada saat itu, manajemen Ajax pada awalnya ingin mempromosikan Heerkens sebagai kiper kedua setelah Pasveer hengkang.
Namun demikian, direktur teknik baru, Jordi Cruyff, yang juga menjabat sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia, mengusulkan nama Maarten Paes untuk direkrut. Cruyff menganggap Heerkens masih terlalu muda untuk pos penjaga gawang pelapis Ajax.
“Heerkens yang kecewa tentu saja teringat kembali pada musim panas lalu. Ajax telah merancang rencana di mana pemain muda tim nasional yang dibesarkan di Republik Ceko ini bisa menjadi kiper pilihan utama setelah satu tahun. Jika ia berkembang dengan baik bersama Jong Ajax, jalan akan terbuka dengan pensiunnya Pasveer dan berakhirnya masa pinjaman Jaros,” tulis AD NL.
“Namun, enam bulan kemudian, Cruyff masih menganggapnya terlalu kurus untuk menjadi kiper cadangan. Sebuah kenyataan pahit, tetapi bukan satu-satunya. Sejak 2020, Ajax telah mengakuisisi beberapa kiper muda dengan biaya yang relatif murah: Kjell Scherpen, Jay Gorter, dan Diant Ramaj. Mereka juga diberi tahu bahwa mereka pada akhirnya bisa menjadi kiper pilihan utama, tetapi jika mereka mencapai peran itu, itu hanya berlangsung singkat.,” tambahnya.
Sang jurnalis menggarisbawahi dalam cuitannya di media sosial X bahwa Paes mendapatkan referensi dari Cruyff. Dia merupakan kiper ke-10 Ajax dalam lima tahun terakhir.
“Maarten Paes, yang bulan lalu lebih diutamakan daripada Joeri Heerkens dari Jordi Cruijff, kembali menjadi kiper ke-10 dalam 5 tahun terakhir di Ajax pada hari Sabtu. Bagaimana permainan kursi musik yang begitu besar bisa terjadi dan bagaimana TD baru dapat/akan mengakhirinya?” cuitnya di media sosial X.
Maarten Paes, die afgelopen maand van Jordi Cruijff voorkeur kreeg boven Joeri Heerkens, werd zaterdag alweer de 10e keeper in laatste 5 jaar bij Ajax. Hoe kon grote stoelendans ontstaan en hoe kan/wil nieuwe TD die beëindigen???https://t.co/XZUcrzJgrZ
— Johan Inan (@JohanInan) February 24, 2026
(rda)
Load more