Legenda AC Milan Sindir Habis Pulisic Usai Imbang Lawan Juventus: Dia yang Terburuk di Lapangan, Tak Ada Chemistry dengan Leao
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Performa Christian Pulisic kembali menjadi sorotan tajam setelah AC Milan hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Juventus. Dalam laga yang berlangsung di San Siro itu, penampilan sang winger dinilai jauh dari harapan.
Pulisic terlihat kesulitan memberikan dampak signifikan sepanjang pertandingan. Ia gagal menciptakan peluang berbahaya maupun memberikan kontribusi nyata di lini serang Rossoneri.
Situasi ini semakin memperpanjang catatan negatif pemain asal Amerika Serikat tersebut. Hingga kini, ia tercatat belum mencetak gol dalam 16 pertandingan terakhir di ajang Serie A.
Catatan tersebut tentu menjadi alarm serius bagi Milan. Terlebih, Pulisic diharapkan menjadi salah satu motor serangan tim musim ini.
Di tengah tekanan yang terus meningkat, kondisi mental sang pemain juga mulai menjadi perhatian. Pelatih Massimiliano Allegri bahkan sempat menyebut Pulisic sebagai pemain yang sensitif terhadap situasi di lapangan.
Pernyataan itu mengindikasikan adanya beban psikologis yang turut memengaruhi performanya. Dalam sepak bola modern, aspek mental memang kerap menjadi pembeda antara pemain yang mampu bangkit dan yang terus terpuruk.
Penampilan Pulisic saat menghadapi Juventus pun menuai kritik dari legenda AC Milan, Alessandro Costacurta. Ia secara terang-terangan menyebut Pulisic sebagai pemain terburuk di lapangan pada laga tersebut.
Komentar itu disampaikan Costacurta dalam analisis pascalaga bersama Sky Sport. Ia menilai Pulisic gagal menjalankan perannya dengan baik di lini depan.
“Ini adalah pertandingan terburuk Pulisic hari ini. Dua pemain di depan tidak saling membantu dan hampir tidak saling memahami,” ujar Costacurta.
Ia juga menyoroti minimnya koneksi antarpemain di lini serang Milan. Menurutnya, buruknya koordinasi membuat serangan Rossoneri mudah dipatahkan oleh lini belakang Juventus.
“Pulisic adalah yang terburuk di lapangan hari ini. Leao? Dia masih belum meyakinkan saya,” lanjutnya.
Tak hanya Pulisic, Costacurta juga menyinggung performa Rafael Leao yang dinilai belum konsisten. Ia melihat ada masalah kolektif dalam cara Milan menyerang maupun bertahan.
Menurutnya, Milan terlalu sering bermain terlalu dalam saat bertahan. Hal ini membuat jarak antarlini menjadi terlalu jauh dan menyulitkan transisi ke fase menyerang.
Ia juga mempertanyakan etos kerja beberapa pemain saat tim kehilangan bola. Tidak semua pemain menunjukkan intensitas yang sama dalam membantu pertahanan.
“Ketika bola dikuasai lawan, tidak semua pemain berlari, dan Leao adalah yang paling jarang melakukannya,” tegas Costacurta.
Kritik tersebut menjadi cerminan dari performa Milan yang belum stabil pada musim ini. Lini serang yang tumpul membuat tim kesulitan meraih kemenangan di laga-laga penting.
Bagi Pulisic, situasi ini menjadi ujian besar dalam kariernya di San Siro. Dengan kontrak yang akan segera berakhir, ia dituntut segera menemukan kembali performa terbaiknya.
Jika tidak, peluangnya untuk bertahan di Milan bisa semakin menipis. Bursa transfer musim panas mendatang berpotensi menjadi titik balik, baik untuk kebangkitan maupun perpisahan.
(sub)
Load more