AC Milan Hancur di Liga Europa, Ruben Amorim: Kami Harus Berbenah atau Semuanya Berakhir
- REUTERS/Willy Kurniawan
Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan mengejutkan AC Milan dari Ferencvaros di Liga Europa membuat Ruben Amorim geram. Pelatih Rossoneri itu bahkan melontarkan peringatan keras kepada para pemainnya.
AC Milan harus mengakui keunggulan Ferencvaros dengan skor 0-2 di San Siro, Jumat (06/11/2026). Hasil tersebut terasa menyakitkan setelah mereka sebelumnya sukses menaklukkan Inter 3-1 dalam Derby della Madonnina.
Perbedaan penampilan Milan dalam dua pertandingan itu menjadi sorotan utama Amorim. Ia kecewa karena anak asuhnya gagal menunjukkan semangat dan kualitas permainan yang sama.
Pada babak pertama, Milan bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Situasi semakin sulit setelah Lenny Joseph mencetak dua gol untuk membawa tim tamu meraih kemenangan.
Kekecewaan Amorim terlihat jelas dalam wawancara seusai pertandingan bersama Sky Sport Italia. Ia kemudian kembali menyampaikan kritik tajam ketika menghadiri konferensi pers.
Amorim menegaskan tidak ingin menutupi kenyataan yang terlihat di lapangan. Ia juga menyadari bahwa sebagai pelatih, tanggung jawab atas performa tim berada di pundaknya.
"Saya hanya mengatakan apa yang saya lihat, karena kalian bukan orang bodoh dan saya tidak ingin membohongi siapa pun," ujar Amorim.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti sikap para pemain saat tampil di hadapan pendukung sendiri. Menurutnya, Milan tidak seharusnya menunjukkan performa seperti itu, terlebih ketika bermain di San Siro.
"Kami tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi, terutama pada babak pertama, di hadapan para suporter dan di kandang sendiri. Kami tidak boleh tampil seperti itu," tegasnya.
Amorim bahkan memberikan peringatan bahwa Milan harus segera menunjukkan perubahan. Jika tidak, situasi yang terjadi saat menghadapi Ferencvaros bisa membawa konsekuensi serius bagi tim.
"Kami harus berkembang, jika tidak, semuanya akan berakhir," ucap Amorim.
Sebelumnya, Amorim juga mengakui bahwa Milan belum siap bersaing secara konsisten ketika harus bermain setiap tiga hari. Penilaian tersebut muncul setelah Rossoneri menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan awal Liga Europa.
Hasil buruk itu membuat posisi Milan dalam persaingan kompetisi Eropa semakin sulit. Mereka kini menghadapi risiko tersingkir lebih awal jika tidak segera memperbaiki performa.
Amorim menilai masalah utama timnya bukan terletak pada kemampuan teknis maupun keputusan melakukan rotasi pemain. Ia justru melihat persoalan mental sebagai faktor yang membuat Milan kesulitan tampil maksimal.
"Ini adalah penilaian saya, tetapi bukan hanya saya yang mengatakannya. Fakta-fakta membuktikan hal tersebut, dan pertandingan hari ini menjadi buktinya. Kami belum siap secara mental," jelasnya.
Ia juga membandingkan reaksi pemain ketika kehilangan bola dengan penampilan mereka saat mengalahkan Inter. Menurutnya, perbedaan sikap tersebut sulit diterima, terlebih Milan memiliki waktu istirahat empat hari sebelum menghadapi Ferencvaros.
(sub)
Load more