Pengamat Sepak Bola Pangeran Siahaan Pertanyakan Patokan Kegagalan Timnas Indonesia untuk Pecat Patrick Kluivert
- Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola Pangeran Siahaan mempertanyakan patokan kegagalan Timnas Indonesia untuk pecat Patrick Kluivert.
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert akan memimpin Skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Ole Romeny cs pun akan menghadapi dua lawan kuat, Arab Saudi dan Irak untuk memperebutkan kuota tersisa Asia di Piala Dunia 2026.
Bagi Pange, sapaan Pangeran Siahaan, harus ada patokan pasti soal kegagalan Timnas Indonesia untuk memecat Patrick Kluivert.
"Kalau kita bilang bahwa Patrick Kluivert diganti ketika gagal, ini juga menarik lihat kapan kita menentukan dia gagal," kata Pange dalam acara Dua Sisi tvOne, Kamis (17/7/2025).
Pange menjabarkan bagaimana perjalanan panjang Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Tentu ketika Timnas Indonesia berhasil menjadi juara Grup B, otomatis Skuad Garuda akan menyusul enam tim Asia lain di Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, jika Timnas Indonesia mengakhiri putaran keempat di dasar klasemen, maka jelas Patrick Kluivert gagal memimpin Timnas Indonesia.
Namun Pange menyoroti ketika Timnas Indonesia justru akan finis sebagai runner up Grup B.
"Yang runner up Grup B, itu bakal lawan runner up yang Grup A. Kalaupun menang, belum kelar, akan lawan dari federasi dari konfederasi lain gitu. Jadi kapan kita akan bilang dia ini gagal?" tanya Pange.
Seperti diketahui, jika Timnas Indonesia finis sebagai runner up Grup B maka akan berlanjut ke putaran kelima dengan melawan runner up Grup A.
Walau menang di putaran kelima, Timnas Indonesia akan menghadapi dua laga play off Piala Dunia 2026 melawan konfederasi lain dari Conmebol dan CAF (Afrika) sebagai tiket terakhir ke Piala Dunia.
Kembali ke pertandingan di putaran keempat, Pange mengakui di atas kertas akan sulit bagi Timnas Indonesia bersaing dengan Irak dan Arab Saudi.
Walaupun Skuad Garuda mencatatkan hasil sekali imbang dan sekali menang dari Arab Saudi, namun tim Green Falcon akan berbeda di putaran keempat ini karena berstatus sebagai tuan rumah.
Belum lagi dengan Irak yang kini berganti pelatih menjadi Graham Arnold.

- tvOnenews-Taufik Hidayat
"Kita tahu bola itu kan bukan cuman urusan dalam lapangan saja. Ini (Arab Saudi) calon tuan rumah Piala Dunia, pasti akan faktor nonteknis akan main banget di sini," kata Pange.
Untuk itu, perlu ada beberapa mitigasi jika akhirnya Timnas Indonesia finis sebagai runner up Grup B.
"Misalnya, amit-amit kita enggak jadi juara grup, runner up kita harus menang lawan (runner grup) sebelah iya kan, kalau sudah menang kita harus lawan konfederasi negara lain," kata Pange.
Hal inilah yang membuat Pange mempertanyakan apa patokan kegagalan Timnas Indonesia sampai di titik PSSI harus mengganti Patrick Kluivert.
"Kalau misalnya dia cuma finis peringkat tiga sudah pasti pasti gagal, fiks kan. Tapi ketika nanti ketemu runner up grup sebelah ketemu lawan konfederasi lain itu kan juga masih ada kesempatan," katanya.
"Apakah kita akan bilang dia gagal ketika sudah fiks benar-benar gagal atau masih ada kesempatan kita (main di play off Piala Dunia)," tegasnya.
Load more