Timur Kapadze Masih Belum Pasti Latih Timnas Indonesia, Media Uzbekistan Bongkar Fakta Terbarunya
- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
tvOnenews.com - Nama Timur Kapadze semakin sering dikaitkan dengan kursi pelatih kepala Timnas Indonesia.
Setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai asisten pelatih Timnas Uzbekistan, rumor mengenai masa depan pria 44 tahun itu semakin berkembang, bahkan media Uzbekistan sudah membawanya ke dalam headline pemberitaan.
Kapadze dikenal memiliki rekam jejak yang menjanjikan.
Ia menjadi salah satu figur penting yang membantu Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan inilah yang kemudian membuat dirinya masuk dalam radar PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert, yang lebih dulu diberhentikan setelah Tim Garuda gagal melaju ke ajang tersebut.
Disebut Sudah Selangkah Lagi Latih Indonesia

- tvOnenews.com - Taufik Hidayat & Julio Tri Saputra
Media Uzbekistan, UZ Daily, melaporkan bahwa proses negosiasi Kapadze dengan PSSI disebut sudah memasuki tahap akhir.
“Mantan pelatih tim nasional Uzbekistan, Timur Kapadze, hampir ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia,” tulis UZ Daily pada laporannya, Minggu (23/11/2025).
Kehadiran Kapadze di Indonesia pada Jumat (21/11/2025) disebut menjadi bagian dari agendanya untuk bertemu langsung dengan perwakilan federasi.
Beberapa sumber menyebut bahwa pembicaraan terkait kemungkinan kerja sama sudah mulai terjalin.
Namun dalam perkembangan terbaru, UZ Daily menegaskan bahwa belum ada kepastian resmi mengenai penunjukan Kapadze sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Sang pelatih sendiri membantah keras spekulasi yang menyebut ia sudah hampir diangkat sebagai pelatih baru Garuda.
“Timur Kapadze membantah spekulasi media yang menyebutkan bahwa ia hampir ditunjuk menjadi manajer tim nasional Indonesia. Ia menyatakan bahwa kunjungannya ke Indonesia saat ini tidak terkait dengan sepak bola,” tulis UZ Daily dalam edisi Senin (24/11/2025).
Kapadze memang berada di Jakarta pada akhir pekan lalu dan bahkan menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal.
Namun ia menegaskan bahwa kedatangannya merupakan undangan sebagai duta pariwisata dari sebuah perusahaan, bukan untuk proses negosiasi resmi dengan federasi sepak bola Indonesia.
"Ia mengklarifikasi bahwa keberadaannya di Indonesia atas undangan sebuah perusahaan pariwisata besar dan belum menjadwalkan negosiasi atau wawancara formal apapun dengan pimpinan sepak bola Indonesia."
Load more