Gagal ke Piala Dunia, Indonesia Justru Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026: Prestasi atau Ironi?
- Instagram @erickthohir
Debut Pelatih Baru, Arah Baru Timnas
FIFA Series 2026 juga akan menjadi panggung debut pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Pelatih asal Inggris itu diperkenalkan secara resmi pada pertengahan Januari 2026, menggantikan Patrick Kluivert yang gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia.
Herdman menegaskan bahwa pemilihan pemain akan dilakukan secara konsisten dan berbasis kualitas, tanpa melihat asal kompetisi.
“Jadi secara konsistensi, saya akan selalu merekrut pemain dengan kisah terbaik, karir sepak bola anda tidak menipu. Jika anda bermain di tahap tertinggi di Indonesia, atau di tahap dimana orang ingin bermain untuk negara ini,” ucap Herdman usai pengenalan resminya sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia di Hotel Mulia Senayan, Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026.
Pendekatan ini memberi harapan baru bahwa kegagalan sebelumnya tidak diulang. FIFA Series menjadi ruang ideal bagi Herdman untuk mengenal karakter pemain dan menguji kerangka awal tim.
Lawan Lintas Konfederasi, Relevan atau Tidak?
Dalam FIFA Series 2026 di Jakarta, Indonesia akan menghadapi tiga negara dari konfederasi berbeda, yakni Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta St Kitts and Nevis.
Dari sisi peringkat FIFA, Indonesia saat ini berada di posisi ke-122 dunia. Bulgaria menempati peringkat 88, sementara Kepulauan Solomon di urutan 152 dan St Kitts and Nevis di posisi 154.
Komposisi lawan ini menghadirkan tantangan beragam. Bulgaria mewakili gaya Eropa yang disiplin dan fisikal, sedangkan Kepulauan Solomon serta St Kitts and Nevis menawarkan karakter permainan berbeda.
Hal ini dinilai sejalan dengan pernyataan Erick Thohir soal pentingnya variasi lawan untuk meningkatkan kesiapan mental dan teknis pemain.
FIFA Series 2026 sendiri akan diikuti 48 tim nasional dari berbagai konfederasi. Turnamen ini dibagi ke dalam 12 grup dan digelar sepanjang Maret hingga April 2026.
Bagi Indonesia, status tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri, sekaligus ujian apakah kepercayaan FIFA ini mampu diterjemahkan menjadi progres nyata.
Pada akhirnya, FIFA Series 2026 memang tidak menghapus kegagalan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 di era Patrick Kluivert.
Namun, ajang ini bisa menjadi titik awal pemulihan, asalkan dimanfaatkan dengan visi jangka panjang, bukan sekadar penghibur setelah kegagalan. (udn)
Load more