Hector Souto Percaya Diri Hadapi Vietnam, Timnas Futsal Indonesia Bidik Semifinal Pertama di Piala Asia Futsal 2026
- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan tekad besar untuk membawa skuad Garuda mencetak sejarah baru di Piala Asia Futsal. Ambisi itu muncul setelah Indonesia memastikan tiket perempat final sebagai juara Grup A.
Kepastian tersebut diraih usai timnas futsal Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Irak. Hasil itu cukup mengantar Indonesia finis di puncak klasemen grup pada laga yang berlangsung Sabtu.
Pertandingan melawan Irak digelar di Indonesia Arena, Jakarta, dengan atmosfer dukungan suporter yang luar biasa. Timnas Indonesia tampil percaya diri sejak menit awal pertandingan.
Skuad Garuda berhasil unggul lebih dahulu melalui gol yang dicetak Samuel Eko. Gol tersebut menjadi bukti keberanian Indonesia dalam mengambil inisiatif serangan sejak awal laga.
Namun keunggulan itu tak bertahan hingga akhir pertandingan. Pada babak kedua, kiper Irak Haedr Majed mencetak gol penyeimbang yang membuat skor kembali imbang.
Hasil seri tersebut memastikan Indonesia menutup fase grup dengan koleksi tujuh poin. Indonesia juga unggul selisih gol delapan, sebuah catatan impresif sepanjang babak penyisihan.
Irak sendiri harus puas finis di posisi kedua Grup A. Mereka mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol empat, kalah produktivitas dibandingkan Indonesia.
“Langkah selanjutnya. Target selanjutnya tentu saja berusaha untuk lolos ke semifinal untuk pertama kalinya. Inilah yang saya katakan kemarin, kami .… para pemain mengukir sejarah. Dengan bantuan para pelatih dan klub mereka dengan mendukung mereka sepanjang tahun,” kata Souto saat ditemui di mixed zone seusai pertandingan.
Pada babak perempat final, Indonesia akan menghadapi tantangan berat. Skuad Garuda dijadwalkan berjumpa Vietnam pada laga yang akan digelar Selasa (3/1).
Pertemuan Indonesia dan Vietnam selalu sarat gengsi, khususnya di level Asia Tenggara. Souto menilai situasi kali ini justru memberi keuntungan psikologis bagi timnya.
“Kami tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Jika ada yang merasakan tekanan, itu Vietnam karena mereka sudah beberapa kali ke semifinal,” katanya.
Meski pada laga sebelumnya Indonesia kerap meraih kemenangan dengan skor meyakinkan, Souto membantah anggapan bahwa timnya bermain defensif saat menghadapi Irak. Ia menegaskan perubahan strategi lebih dipengaruhi situasi pertandingan.
“Anda keliru. Ketika kami bermain empat melawan empat, tim saya menerapkan permainan menyerang. Maka kami bermain bertahan saat mereka menerapkan power play, karena mereka mengejar peringkat pertama (Grup A). Kami ingin mengamankan peringkat pertama grup karena jarang Indonesia mendapatkan posisi pertama grup di kejuaraan Asia,” tutur pelatih asal Spanyol itu.
Souto menilai pertahanan Indonesia tetap solid meski mendapat tekanan di beberapa momen. Menurutnya, Irak kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang pertandingan.
“Hari ini mereka hanya banyak menembak dari jarak jauh. Kami tidak memberikan terlalu banyak masalah kepada mereka,” katanya.
Pelatih berusia 44 tahun tersebut menambahkan bahwa keputusan bertahan di area 12 meter dilakukan secara terukur. Ia menyebut strategi itu penting untuk mencegah celah di lini belakang.
“Yang mereka inginkan adalah kami menekan, lalu mereka memanfaatkan ruang di belakang. Kami harus pintar dan menunggu momen yang tepat,” katanya.
Souto juga mengakui gol Irak lahir akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Ia menegaskan hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
“Kami terlalu turun ke dalam. Itu sedikit bodoh dan harus kami pelajari,” ujar Souto.
Menatap laga perempat final kontra Vietnam, Souto menyadari rivalitas Asia Tenggara akan membuat laga berlangsung sengit. Ia menilai peta kekuatan di kawasan tersebut sangat merata.
“Di Asia Tenggara, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia, semua bisa saling mengalahkan,” katanya.
Souto pun menegaskan fokus penuh kini diarahkan pada persiapan laga berikutnya. Ia menutup dengan penegasan bahwa target Indonesia belum berubah.
“Kami hanya menyiapkan pertandingan dan menetapkan tujuan. Dan tujuan kami sekarang adalah melangkah ke semifinal,” kata Souto.
(igp/rda)
Load more