Dari Tangan Kanan Shin Tae-yong ke Asisten Herdman: Nova Arianto Bisa Jadi Penentu Sukses atau Gagalnya Debut John Herdman di Timnas Indonesia?
- Kolase tim tvOnenews
tvOnenews.com - Bagaimanakah peran Nova Arianto di Timnas Indonesia pada era baru kepelatihan John Herdman? Pertanyaan itu mengemuka seiring penunjukan Herdman sebagai nakhoda anyar Skuad Garuda.
Publik menanti apakah Nova hanya menjadi asisten administratif, atau justru berperan vital dalam menyelaraskan strategi dan budaya kerja tim.
Debut Herdman bersama Timnas Indonesia akan langsung diuji dalam FIFA Series 2026. Momentum ini bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan fase transisi penting.
Di sinilah peran Nova diprediksi krusial: menjadi penghubung antara pendekatan Herdman dengan karakter pemain yang sudah ia kenal luar dalam sejak era sebelumnya.
Transisi Kepemimpinan: Dari Kluivert ke Herdman
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada awal Januari 2026.
Ia menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan setelah kegagalan total Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pergantian ini menjadi langkah strategis untuk membangun ulang fondasi tim nasional.
Meski komposisi staf belum diumumkan sepenuhnya, satu nama yang dipastikan masuk jajaran asisten adalah Nova Arianto.

- Instagram/NovaArianto30
Kehadirannya menarik perhatian karena ia bukan sosok baru di lingkungan timnas. Nova akan membantu Herdman terutama pada fase awal adaptasi pelatih asal Inggris tersebut.
Selain menjadi asisten tim senior, Nova juga dipercaya PSSI menukangi Timnas Indonesia U-20.
Beban ganda ini menunjukkan kepercayaan federasi terhadap kapasitasnya dalam pembinaan berjenjang sekaligus menjaga kesinambungan filosofi permainan.
Jembatan Taktik dan Adaptasi Strategi
Pengalaman Nova sebagai asisten pelatih saat era Shin Tae-yong menjadi modal penting. Banyak pihak menilai ia mampu menyerap dan menerapkan filosofi permainan serta disiplin tinggi ala pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Warisan kedisiplinan dan intensitas permainan yang dibangun Shin menjadi fondasi yang masih terasa hingga kini.
Kini, tantangan Nova berbeda. Ia harus mampu menjadi mediator antara gagasan Herdman dan karakter pemain Indonesia.
Meski Herdman telah menyaksikan langsung sejumlah pertandingan pemain timnas, sudut pandang internal tetap dibutuhkan.
Di sinilah Nova berperan memberi masukan taktis, rekomendasi pemain, hingga membaca dinamika ruang ganti.
Mayoritas pemain dalam kolam talenta Garuda sudah akrab dengan Nova. Pengetahuan detail soal karakter, kekuatan, dan kelemahan individu membuatnya dapat memberikan pertimbangan objektif dalam pemilihan skuad.
Sinergi ini berpotensi mempercepat adaptasi Herdman tanpa harus memulai dari nol.
Membandingkan Era Shin Tae-yong dan Tantangan Baru
Pada era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatat sejumlah pencapaian signifikan, termasuk peningkatan performa di level Asia dan konsistensi permainan yang lebih terstruktur.
Disiplin, pressing agresif, dan transisi cepat menjadi identitas tim. Nova menjadi bagian dari proses tersebut sebagai asisten yang memahami detail taktik dan kebutuhan pemain lokal.
Perbandingan ini memunculkan ekspektasi: mampukah Nova membantu Herdman mempertahankan fondasi positif tersebut sekaligus menyuntikkan ide baru?
Herdman dikenal dengan pendekatan adaptif dan manajemen tim yang kuat. Jika dipadukan dengan pemahaman lokal ala Nova, kombinasi ini berpotensi melahirkan keseimbangan antara inovasi dan kontinuitas.
Ujian pertama akan hadir di FIFA Series 2026. Berdasarkan jadwal resmi FIFA, Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas St. Kitts and Nevis pada 27 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tiga hari berselang, pemenang laga tersebut akan bertemu pemenang duel Timnas Bulgaria melawan Timnas Kepulauan Solomon.
FIFA Series 2026 akan menjadi panggung perdana publik menyaksikan wajah baru Timnas Indonesia di bawah komando Herdman dengan Nova Arianto sebagai pendamping utama.
Lebih dari sekadar laga uji coba, ajang ini adalah indikator awal apakah kolaborasi keduanya mampu menyatukan visi, strategi, dan mentalitas juara.
Pada akhirnya, peran Nova tak bisa dipandang sebelah mata. Ia bukan hanya asisten, melainkan penjaga kesinambungan dan penerjemah ide.
Jika sinergi berjalan optimal, era Herdman bisa menjadi babak lanjutan dari fondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya bukan sekadar pergantian nama di kursi pelatih. (udn)
Load more