News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernah Bikin Shin Tae-yong Kesengsem, Sang Pemain juga Sudah Oke, tapi Bek PSV Ini Malah Batal Bela Timnas Indonesia

Saat masih aktif di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat tertarik dengan bek kekar milik PSV yang kabarnya punya garis keturunan Jawa Suriname dari buyutnya.
Senin, 2 Maret 2026 - 06:58 WIB
Ryan Flamingo, bek PSV yang sempat bikin Shin Tae-yong kesemsem saat latih Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram @ryanflamingo

tvOnenews.com - Semasa melatih Timnas Indonesia pada 2023 lalu, Shin Tae-yong pernah sangat mendambakan bisa menaturalisasi bek kekar Belanda ini.

Sang pemain pun sudah menunjukkan sinyal positif, namun mendadak dirinya terhalang untuk bela Timnas Indonesia dan tak kunjung gabung sampai hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelombang naturalisasi mulai dilakukan Timnas Indonesia ketika Shin Tae-yong masih menjadi nahkoda Garuda yang saat itu ingin menantang kekuatan Asia.

Tak heran, deretan bintang diaspora Eropa menjadi target Timnas Indonesia. Sejak dilatih Shin Tae-yong, total ada belasan pemain yang akhirnya gabung.

Dari sekian pemain yang akhirnya mau gabung, tidak jarang ada talenta diaspora yang menolak ataupun terhalang untuk bela Timnas Indonesia.

Salah satu incaran Timnas Indonesia yang lepas dari radar adalah bek kekar asal Belanda Ryan Flamingo. Saat itu, dia telah dibidik Shin Tae-yong sejak 2023.

Hal ini dikonfirmasi oleh media Korea Best Eleven pada 2023. Katanya, Ryan Flamingo diproyeksikan ke Timnas Indonesia bersama Jay Idzes yang kini jadi kapten tim.

Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Sumber :
  • Instagram @shintaeyong7777

“Pelatih Shin saat ini sedang mempertimbangkan menambahkan penyerang berusia 23 tahun Jay Idzes yang bermain untuk klub Italia Venezia dan Ryan Flamingo yang bermain untuk Sassuolo, ke tim nasional,” ungkap Best Eleven pada Oktober 2023. 

Bukan hanya surat kabar Korea Selatan, media Belanda Voetbalprimeur juga merilis hal serupa. Ryan Flamingo bahkan memberi respons positif atas kabar ini.

Melalui komentar Instagram di unggahan Voetbalprimeur, Ryan Flamingo memberikan emoji bendera Merah-putih yang kemudian direspons suporter Garuda.

Walau begitu, keinginan Shin Tae-yong untuk menaturalisasi Ryan Flamingo tidak terealisasi. Faktor garis keturunan yang begitu jauh jadi alasan utamanya.

YouTuber Yussa Nugraha mengatakan jika garis keturunan Indonesia dari Ryan Flamingo ternyata berasal dari buyutnya, di mana hal ini tidak masuk kriteria naturalisasi Indonesia.

Dengan darah Indonesia dari buyutnya, maka garis keturunan Ryan Flamingo melebihi tiga generasi, di mana hal itu bertentangan dengan syarat FIFA untuk pindah federasi.

Regulasi FIFA menyatakan bahwa batas akhir garis keturunan seseorang jika ingin pindah federasi maksimal sampai ke kakek atau nenek, bukan buyut. 

“Informasi yang aku dapat dari Ryan Flamingo itu dia keturunan Jawa Suriname dan itu pun dari pihak buyut,” kata Yussa dikutip dari YouTube-nya.

“Jadi kalaupun Ryan Flamingo bisa buat bermain untuk Timnas Indonesia, dia harus menunggu sekitar dua sampai lima tahun,” paparnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Yussa Nugraha menambahkan jika kans Ryan Flamingo untuk bela Timnas Indonesia sebetulnya masih ada. Namun, prosesnya begitu panjang dan berliku sehingga memakan waktu terlalu lama.

“Kalau enggak salah untuk bisa bermain buat Timnas Indonesia, karena sekarang dia sudah bermain untuk Timnas Belanda U-21, dan dia sudah banyak capsnya bersama Timnas Belanda U-21,” jelas Yussa.

“Jadi untuk dia bisa bermain buat Timnas Indonesia harus menunggu dua sampai lima tahun,” tambahnya.

Rekam Jejak Ryan Flamingo 

Lahir di Blaricum, Belanda pada 31 Desember 2002, Ryan Flamingo punya garis keturunan Jawa-Suriname dari buyutnya sehingga ia gagal dinaturalisasi Timnas Indonesia.

Berposisi sebagai bek tengah, Ryan Flamingo memulai karier sepak bolanya bersama BFC Bussum dan Almere City sebelum hijrah ke Italia dengan bergabung ke Sassuolo.

Pemain Keturunan Indonesia, Ryan Flamingo di Liga Champions
Pemain Keturunan Indonesia, Ryan Flamingo di Liga Champions
Sumber :
  • psv.nl

Meski sempat promosi ke tim senior, namun Sassuolo justru lebih sering meminjamkan pemain berpostur 187 cm ke klub lain seperti Vitesse dan FC Utrecht.

FC Utrecht kemudian mempermanenkan Ryan Flamingo sebelum PSV Eindhoven menebusnya dengan mahar Rp156 miliar pada bursa transfer musim panas 2024.

Bersama PSV Eindhoven, dua gelar sudah dipersembahkan Ryan Flamingo yakni KNVB Bekker dan terbaru Piala Super Belanda jelang awal musim 2025/2026.

Di musim ini, Ryan Flamingo mengambil peran penting di lini pertahanan PSV Eindhoven. Total 32 penampilan dengan rincian dua gol dan satu assist.

Sementara di level tim nasional, Ryan Flamingo hanya pernah main untuk tim junior. Pada Juni 2025, ia tampil untuk Belanda di UEFA Euro U-21.

Di bawah arahan pelatih Michael Reiziger, Ryan Flamingo dicoba di berbagai posisi, mulai dari poros bek tengah sampai gelandang bertahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun sayang, Ryan Flamingo yang bermain penuh dalam lima pertandingan Euro U-21 gagal membawa Belanda melangkah lebih jauh. Mereka kalah 1-2 dari Inggris di semifinal. 

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dari New York, Makassar Masuk 5 Besar Dunia Inovasi Kesehatan Lingkungan

Dari New York, Makassar Masuk 5 Besar Dunia Inovasi Kesehatan Lingkungan

Perwakilan World Resources Institute (WRI), Diego Rivera, mengatakan Makassar menjadi salah satu kota dengan dampak program paling signifikan secara global.
KDM Bicara Kunci Utama Kemajuan Industri di Jabar, Singgung Peran Ortu yang Buat Mentalitas Anak Kalah Bertarung

KDM Bicara Kunci Utama Kemajuan Industri di Jabar, Singgung Peran Ortu yang Buat Mentalitas Anak Kalah Bertarung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) berbicara kunci industri yang maju di Jabar saling erat dengan keberhasilan pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Media Italia Heran, Tak Ada Pemain Cremonese yang Bantu Emil Audero saat Gawangnya Digempur Napoli

Media Italia Heran, Tak Ada Pemain Cremonese yang Bantu Emil Audero saat Gawangnya Digempur Napoli

Il Giorno, media asal Italia menyoroti bagaimana kerja keras Emil Audero menahan gempuran Napoli justru kurang mendapat dukungan yang baik dari pemain Cremonese
Soroti Sistem Partai, KPK Nilai Kaderisasi Rawan Penyimpangan: Belum Ada Lembaga Pengawas

Soroti Sistem Partai, KPK Nilai Kaderisasi Rawan Penyimpangan: Belum Ada Lembaga Pengawas

KPK mengusulkan perlu dibentuknya lembaga khusus untuk mengawasi proses kaderisasi di partai politik. Sebab, potensi korupsi dinilai juga rawan terjadi sejak proses pengkaderan.
Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron

Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron

Mencuat kabar terkait detik-detik polisi bekuk satu orang pelaku pencabulan belasan pelajar di Indramayu. Namun satu orang lagi jadi buron. Kapolres Indramayu
Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Tim Gabungan Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tg. Balai Karimun bersama Tim 3 BAIS TNI berhasil mengamankan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT