Innalillahi, Legenda Timnas Indonesia Riono Asnan Meninggal Dunia, Ini Jejak Karier dan Prestasinya
- instagram pssi

- Tangkapan layar facebook
Membela Timnas Indonesia di Era 1980-an
Penampilan konsisten bersama klub membuat Riono Asnan mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia tercatat menjadi bagian dari skuad Garuda pada periode 1979 hingga 1983.
Salah satu turnamen internasional yang diikutinya adalah SEA Games 1981. Saat itu, Riono dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia setelah tampil bersama klub Tunas Inti pada periode 1980–1982.
Selain itu, ia juga masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang berlaga di ajang Kualifikasi Piala Dunia 1982. Tim nasional kala itu berada di bawah arahan pelatih legendaris Indonesia, Endang Witarsa.
Kehadiran Riono dalam tim memberikan stabilitas di lini belakang. Kemampuannya membaca serangan lawan serta kepemimpinannya di lapangan menjadikannya salah satu pemain yang cukup diperhitungkan pada era tersebut.
Dari Pemain Hingga Pelatih
Menjelang akhir kariernya sebagai pemain, Riono Asnan sempat membela klub BPD Jateng. Di klub ini pula ia mulai menapaki jalan baru sebagai pelatih.
Saat masih aktif bermain, Riono juga merangkap sebagai asisten pelatih dan membantu pelatih kepala saat itu, Joko Malis. Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia kepelatihan.
Setelah gantung sepatu, ia dipercaya menangani sejumlah klub di Indonesia. Beberapa tim yang pernah ia latih antara lain PSIS Semarang, Persijap Jepara, Persiku Kudus, Persik Kediri, hingga Persid Jember.
Dedikasi panjangnya di sepak bola Indonesia membuat Riono dikenang sebagai salah satu figur yang berkontribusi baik sebagai pemain maupun pelatih.
Kini, di tengah bulan Ramadan 2026, dunia sepak bola nasional harus melepas salah satu putra terbaiknya.
Kepergian Riono Asnan meninggalkan kenangan dan warisan penting bagi generasi pesepak bola Indonesia berikutnya. (udn)
Load more