Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Babak baru skandal Paspoortgate yang menyeret pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James dibuka. Gara-gara NAC Breda merajuk pertandingan ulang, KNVB menyebut 133 pertandingan Liga Belanda terdampak skandal Paspportgate.
NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan.
Sidang singkat yang digelar Selasa (28/5/2026) pagi waktu setempat mempertemukan NAC Breda dengan KNVB dalam sengketa panas terkait status pemain Go Ahead Eagles, Dean James, yang diduga tidak sah saat laga berakhir dengan skor telak 6-0.
NAC Breda membawa kasus ini ke meja hijau setelah merasa dirugikan akibat kekalahan tersebut. Klub asal Breda itu menilai Dean James seharusnya tidak diperbolehkan bermain karena masalah naturalisasi yang membuat statusnya tidak memenuhi syarat.
Atas dasar itu, NAC menuntut agar pertandingan diulang atau setidaknya dinyatakan tidak sah.
Kuasa hukum NAC, Tim Wilms, kembali menegaskan bahwa federasi sepak bola Belanda telah melakukan kesalahan dalam menafsirkan regulasi.
“Kesimpulannya adalah KNVB telah menggunakan interpretasi yang salah terhadap Pasal 7 dalam regulasi,” tegasnya di persidangan.
Situasi semakin mendesak bagi NAC Breda karena mereka tengah berjuang menghindari degradasi. Oleh sebab itu, hasil pertandingan tersebut dinilai sangat krusial bagi nasib mereka di klasemen akhir musim.
KNVB sendiri sebelumnya menyatakan kekhawatiran akan munculnya efek domino jika gugatan NAC dikabulkan. Namun pihak NAC membantah hal tersebut dan menilai kemungkinan klub lain mengikuti langkah serupa masih belum pasti.
“Masih belum tentu klub lain akan mengajukan permintaan serupa untuk mengulang pertandingan jika NAC diizinkan mengulang laga melawan Go Ahead Eagles,” lanjut pihak NAC.
Namun argumen itu langsung dibantah oleh pengacara KNVB, Michiel van Dijk. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah klub besar bahkan sudah mengambil langkah hukum terkait kasus ini, termasuk Ajax, Feyenoord, Telstar, FC Volendam, Heracles, hingga TOP Oss.
Menurutnya, kasus ini jauh lebih besar dari sekadar satu pertandingan.
“Kasus paspor ini berdampak pada 11 pemain Eredivisie dari 8 klub, dan berpengaruh terhadap 133 pertandingan,” ungkapnya.
Hakim dalam persidangan sempat menyinggung soal batas waktu delapan hari yang dinilai bisa mencegah efek berantai dari kasus ini. Namun KNVB menjelaskan bahwa sejumlah klub memang tengah bersiap mengajukan gugatan, yang bahkan sudah mulai berdampak pada fase akhir kompetisi.
Pernyataan penutup datang dari Direktur Sepak Bola Profesional KNVB, Marianne van Leeuwen, yang mengakui bahwa kasus ini merupakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia sepak bola Belanda.
“Dengan adanya kasus paspor ini, sepak bola profesional berada di wilayah yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Tidak ada unsur kesengajaan dari pihak mana pun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan yang diambil KNVB telah melalui pertimbangan matang demi menjaga stabilitas kompetisi secara keseluruhan.
Putusan akhir dari pengadilan dijadwalkan akan diumumkan pada Senin pukul 12.00 waktu setempat.
Hasilnya berpotensi menjadi titik balik besar dalam sejarah Eredivisie musim ini, sekaligus menentukan apakah NAC Breda mendapatkan kesempatan kedua atau harus menerima kenyataan pahit di zona degradasi.
Skandal Paspoortgate kini bukan sekadar polemik administratif, melainkan ancaman serius bagi kredibilitas kompetisi sepak bola Belanda.
Load more