Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Senin, 4 Mei 2026 - 04:29 WIB
Eks Brasil U-20 milik Dewa United Jaja bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram @dewaunitedfc

tvOnenews.com - Mantan pemain Brasil U-20 ini punya peluang yang cukup besar untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia sekalipun tak mewarisi garis keturunan tanah air.

Situasi ini muncul setelah pemain diaspora khususnya di Belanda mulai ragu jika ditawari main untuk tim Garuda gara-gara isu izin kerja atau Passportgate.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik Passportgate para pemain Timnas Indonesia di Belanda bermula ketika klub NAC Breda menggugat keabsahan izin kerja pemain Go Ahead Eagles, Dean James.

Mereka pun melaporkannya ke KNVB yang membuat sejumlah pemain Timnas Indonesia dibekukan sementara oleh klubnya masing-masing di Belanda.

Kasus ini belum sepenuhnya kelar dan prosesnya masih cukup panjang. Efek domino pun terasa yang salah satunya adalah muncul keraguan dari calon pemain naturalisasi.

Pemain yang buka-bukaan ragu memilih dinaturalisasi Timnas Indonesia gara-gara khawatir isu Passportgate adalah striker keturunan Depok Dean Zandbergen.

“Setelah skandal paspor di sepak bola, saya menundanya untuk sementara waktu. Saya ingin menunggu dan melihat apa hasilnya,“ kata Dean dikutip dari ELVoetbal.

Eks Brasil U-20 Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia 

Pemain Dewa United Jaja ternyata bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia?
Pemain Dewa United Jaja ternyata bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia?
Sumber :
  • Instagram @dewaunitedfc

Melihat fenomena itu, John Herdman otomatis harus putar otak jika Timnas Indonesia masih butuh pemain untuk memperkaya kualitas lini serang.

Solusi alternatifnya adalah menaturalisasi pemain asing di Super League yang punya jangka waktu itnggal di Indonesia lebih dari lima tahun seperti Hugo Gomes atau Jaja.

Eks playmaker Brasil U-20 seangkatan Gabriel Jesus itu saat ini bermain untuk Dewa United. Total sudah lima tahun lebih dia main di sini sejak datang pada 2021.

Madura United menjadi klub pertama Jaja di Super League Indonesia. Dalam rentang 2021 ke 2023, ia berhasil torehkan 25 gol dan 14 assist dari 103 penampilan.

Setelah pindah ke Dewa United, penampilan Jaja tetap konsisten. Sejak 2024, dia telah catatkan 2 gol dan 4 assist dari 49 kali pertandingan dalam dua musim.

Di musim ini, Jaja sudah bermain sebanyak 25 pertandingan, baik di Super League maupun AFC Challenge League bersama Dewa United dengan 2 gol dan 2 assist.

Alasan Jaja Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Pemain Asing Dewa United, Hugo Gomes Alias Jaja
Pemain Asing Dewa United, Hugo Gomes Alias Jaja
Sumber :
  • instagram.com/dewaunitedfc

Datang di sepak bola Indonesia sejak Maret 2021 saat direkrut Madura United, ini berarti sudah lima tahun berturut-turut Jaja menghabiskan kariernya di tanah air.

Pemain yang sekarang jadi bagian Dewa United tersebut telah memenuhi ketentuan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur tentang perpindahan kewarganegaraan.

“...apabila yang bersangkutan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut,” bunyi pasal 19 UU No 12 Tahun 2006.

Begitupula dengan regulasi FIFA, Jaja dianggap telah memenuhi Statuta FIFA pasal 7 yang menyebut pemain dengan masa tinggal lebih dari lima tahun setelah usia 18 tahun di suatu negara, berhak mengajukan pindah federasi.

Kesimpulannya, Jaja bisa dinaturalisasi skuad Garuda sekalipun tidak ada garis keturunan Indonesia karena telah memenuhi undang-undang dan statuta FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal inilah yang membuat Jaja dianggap pantas masuk list alternatif naturalisasi Timnas Indonesia jika para diaspora ragu lantaran isu Passportgate.

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT