Tiga Orang Tewas Dalam Insiden Kecelakaan Maut di Pintu Tol Bakauheni | tvOne
Lampung Selatan - Tiga orang tewas akibat kecelakaan di gerbang tol pelabuhan bakauheni, Lampung Selatan, Lampung. Petugas dinas perhubungan bersama petugas kepolisian satuan lau lintas polres Lampung Selatan mengkaji ulang insiden kecelakaan ini.
Kanit Laka Polres Lampung Selatan, Ipda Ilham Efendi mengatakan, kecelakaan itu melibatkan truk muatan triplek bernomor polisi BK 8222 DT dan truk logistik bernomor polisi BE 8783 AL di area loket masuk (tollgate) Pelabuhan Bakauheni.
“Diduga rem blong sehingga truk BK 8222 DT menabrak bagian belakang truk fuso yang sedang antri tiket di pintu loket masuk pelabuhan,” kata Ilham.
Kecelakaan ini bermula saat truk pengangkut tripleks bernomor polisi BK 8222 DT masuk ke area loket dari arah jalur keluar tol dengan kecepatan yang tidak terkendali. Diduga, kontur jalan yang menurun dan kesalahan teknis berupa rem blong membuat sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan.
“Datang dari arah Bandar Lampung, masuk ke area loket pelabuhan,” kata Ilham.
Truk pengangkut tripleks tersebut masuk ke jalur loket 5 yang merupakan loket golongan kendaraan jenis truk. Pada saat yang sama, di jalur tersebut, truk logistik bernomor polisi BE 8783 AL warna hijau sedang mengantre tiket.
“Truk pengangkut tripleks ini lalu menabrak bagian belakang truk Fuso warna hijau tersebut,” kata Ilham.
Kerasnya benturan dari arah belakang tersebut membuat truk Fuso hijau itu terdorong hingga menabrak pintu loket Pelabuhan Bakauheni.
Dalam kecelakaan ini, seorang petugas loket, pengguna jasa penyeberangan dan sopir truk tewas. Dua orang luka-luka yakni sopir truk dan pengurus jasa penyeberangan. Selain itu, dua gerbang tol juga rusak berat, sensor pintu tol juga rusak.
Tiga orang yang tewas kemudian dievakuasi ke RS Kalianda dan korban luka diobati di puskesmas terdekat.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Jasa Raharja, tiga orang yang tewas dalam kecelakaan maut tersebut adalah petugas loket ASDP Bakauheni bernama Rendi, Asep Sumarna (39 tahun) diduga sopir truk warga Desa Girimekar Bandung, dan pejalan kaki Deri Setiawan.
Pihak Jasa Raharja masih melakukan pendataan untuk melengkapi berkas terkait pembayaran santunan kepada para korban tewas tersebut. Sedangkan korban luka ringan adalah, Asep Purwadi (35 tahun, sopir) warga Kecamatan Panjang dan Ari Diki (29) warga setempat.
Akibat kecelakaan ini membuat pelayanan gerbang tol tersendat dan menimbulkan antrean kendaraan. (ito)
(Lihat Juga: Dua WNI terancam hukuman mati usai tertangkap selundupkan narkoba senilai lebih dari Rp35 miliar)