Detik-detik AS Hancurkan Kapal "Organisasi Teroris Tertunjuk" Pengangkut Narkotika
Jakarta, tvOnenews.com - Komando Selatan Amerika Serikat melaporkan pada Minggu (16/11/2025) bahwa satuan tugas militer AS melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal di Pasifik Timur pada Sabtu, 15 November.
Kapal tersebut disebut dioperasikan oleh organisasi yang diklasifikasikan sebagai kelompok teroris. Berdasarkan informasi intelijen, kapal itu diyakini mengangkut narkotika melalui jalur perdagangan yang dikenal berada di perairan internasional.
Tiga pria yang digambarkan sebagai “teroris narkotika” tewas dalam operasi yang, menurut Pentagon, dilakukan atas perintah Menteri Perang AS B. Thzet.
Pada Jumat, 14 November, militer AS juga merilis rekaman video yang diklaim menunjukkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkotika ilegal di Karibia.
Dalam unggahan di platform X, Komando Selatan menyebut serangan itu terjadi pada 10 November atas arahan Menteri Pertahanan Pth Haxen. Rekaman hitam putih tersebut memperlihatkan kapal melaju cepat sebelum tiba-tiba terbakar dan berhenti.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa militer AS pada Senin sebelumnya telah melakukan serangan ke-20 terhadap kapal yang diduga penyelundup narkoba di Karibia. Empat orang tewas dalam serangan itu dan tidak ada korban selamat.
Operasi-operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye AS yang menargetkan kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam perdagangan narkotika di Karibia dan lepas pantai Pasifik Amerika Latin.
Menurut laporan, serangan-serangan itu telah menewaskan puluhan orang yang oleh pemerintahan Presiden Donald Trump dipandang sebagai “teroris penyelundup narkoba”, meski pemerintah tidak memberikan bukti publik untuk mendukung tudingan tersebut.
Di tengah intensifikasi operasi, investigasi visual Reuters menemukan bahwa militer AS tengah merenovasi sebuah pangkalan angkatan laut era Perang Dingin yang telah lama terbengkalai di kawasan Karibia.
Pangkalan Crufer Holz di Puerto Rico, yang ditutup lebih dari dua dekade lalu tampak kembali aktif pada 17 September.
Kegiatan konstruksi terlihat berlangsung, termasuk pembersihan area dan pengaspalan ulang jalur taksi menuju landasan pacu.
Renovasi ini dinilai sebagai indikasi persiapan operasi berkelanjutan yang dapat mendukung kemungkinan tindakan lebih jauh di kawasan tersebut, termasuk terkait Venezuela.