One Way Diberlakukan dari KM 72 hingga Km 263 Tol Kalikangkung
Jakarta, tvOnenews.com - Puncak Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi hari ini. Sejumlah titik jalur mudik utama mulai mengalami peningkatan volume kendaraan sejak pagi, terutama di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Trans jawa.
Pantauan di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), Karawang, Jawa Barat, menunjukkan arus kendaraan sudah mulai padat. Data Jasa Marga mencatat sekitar 13.000 kendaraan melintas sejak pukul 05.00 WIB hingga pagi hari.
Kendaraan yang melintas didominasi mobil pribadi, bus antarkota, dan kendaraan travel. Kepadatan juga terlihat dari banyaknya kendaraan yang membawa barang di bagian atap, menandakan tingginya mobilitas pemudik.
Untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas telah diberlakukan, di antaranya One way lokal dari KM 70 hingga KM 263 Pejagan serta contraflow dari KM 39 hingga KM 70. Volume kendaraan di ruas tol tersebut tercatat meningkat sekitar 56,36 persen dibanding kondisi normal, dengan total sekitar 50.000 kendaraan sejak kemarin.
Sejumlah titik rawan kepadatan juga terpantau di KM 29, KM 47 yang merupakan pertemuan Tol MBZ dan Japek bawah, serta KM 55 akibat antrean menuju rest area KM 57A. Sementara di KM 70 atau Gerbang Tol Cikatama, kepadatan diantisipasi dengan membuka 22 gardu tol.
Pengelola tol mengimbau pemudik memastikan saldo uang elektronik mencukupi serta memanfaatkan rest area alternatif jika terjadi penutupan sementara, seperti di KM 39A, KM 72, dan KM 86A. Pengendara juga disarankan menggunakan jalur arteri Karawang untuk menghindari kepadatan.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Arus lalu lintas terpantau ramai namun masih lancar meski volume kendaraan terus meningkat.
Pemberlakuan one way telah diperpanjang hingga KM 414 Kalikangkung, sehingga kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta dialihkan melalui jalur Pantura. Data menunjukkan volume kendaraan mencapai 1.000 hingga 3.000 kendaraan per jam pada waktu tertentu.
Di sisi lain, petugas telah memaksimalkan layanan dengan membuka 12 gardu tol dan 9 gardu satelit. Posko terpadu juga disiagakan untuk memberikan layanan pengamanan, kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik.
Namun, kecelakaan sempat terjadi di ruas tol menuju Semarang yang melibatkan sebuah bus dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta 33 lainnya luka ringan. Insiden ini menjadi pengingat bagi pemudik untuk tidak menggunakan bahu jalan dan tetap menjaga jarak aman.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah juga menyiapkan 211 posko yang terdiri dari pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu guna mengantisipasi lonjakan kendaraan. Petugas akan bersiaga selama 24 jam untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Pemudik diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan demi keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.