Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Jakarta, tvOnenews.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan bersama tim gabungan menangkap seorang pria berinisial MY (34) yang diduga mengirimkan ancaman bom ke SD Negeri Srengseng Sawah 15. Pelaku diamankan di sebuah rumah yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersebut.
Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari memeriksa lima orang saksi hingga melakukan analisis digital untuk melacak sumber pesan ancaman yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.
Dari hasil penggeledahan, penyidik menemukan sebuah telepon genggam yang masih terhubung dengan nomor WhatsApp yang diduga digunakan untuk mengirim pesan ancaman bom. Polisi kini masih mendalami motif dan tujuan pelaku melakukan aksi tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan media digital secara bijak dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, terutama di lingkungan pendidikan.
Kasus ini bermula pada Senin (14/7/2026), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Saat seluruh siswa dan guru tengah mengikuti upacara bendera, seorang guru menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman akan meledakkan lingkungan sekolah.
Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menyiapkan 11 titik ledakan di area sekolah. Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jagakarsa, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Detasemen Gegana Korps Brimob Polda Metro Jaya untuk melakukan sterilisasi.
Tim Gegana melakukan penyisiran selama kurang lebih empat jam di seluruh area sekolah. Hasil pemeriksaan tidak menemukan benda mencurigakan ataupun bahan peledak sehingga aktivitas dinyatakan aman. Meski demikian, proses penyelidikan terus dilakukan hingga akhirnya polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku.
Saat ini, MY masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya motif pribadi maupun faktor lain yang melatarbelakangi pengiriman ancaman bom tersebut.