NGERI! Tim LaporCovid19 Paparkan Data Kematian Isolasi Mandiri
Minggu, 4 Juli 2021 - 16:19 WIB
Jakarta - Koalisi LaporCovid-19 melaporkan dalam pernyataan resminya yang terbit pada Sabtu (3/7) bahwa 265 jiwa meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Jumlah ini merupakan jumlah yang dihimpun sepanjang Juni 2021 hingga data terakhir Jumat (2/7).
Menurut Said Fariz Hibban, Koordinator Lapor Data & Analis Data LaporCovid-19, menurut data yang dihimpun oleh tim lapangan LaporCovid-19, ada 278 kematian per Minggu (4/7) dari 10 provinsi.
“Sejauh ini sudah ada sedikitnya 278 kasus kematian dari 10 provinsi, 48 kabupaten dengan provinsi terbanyak adalah Jawa Barat dengan 99 kasus kematian,” tutur Said.
Menurut laporan data LaporCovid-19, Kota Bekasi menjadi kota dengan kasus kematian isolasi mandiri terbanyak dengan 77 kasus kematian. Selain Kota Bekasi, Kabupaten Seleman juga menjadi kabupaten dengan angka kasus kematian isolasi mandiri terbanyak yaitu 41 kasus kematian.
Data kasus kematian isolasi mandiri ini didapat oleh Koalisi LaporCovid-19 melalui berbagai cara penelusuran.
Salah satu penelusuran yang digunakan adalah dengan menelusuri berita-berita online dan juga informasi melalui twitter.
Informasi yang dikumpulkan kemudian diekstrak dengan mengurutkan sesuai provinsi, kota/kabupaten, kecamatan juga jumlah kematian dan juga waktu kejadiannya.
Semua data yang diinput oleh LaporCovid-19 merupakan warga masyarakat yang tidak sedang dirawat atau menjalani isolasi pada fasilitas resmi pemerintah. Mereka diantaranya adalah warga yang sedang isolasi mandiri di rumah, sedang mencari rumah sakit, sedang menuju rumah sakit, ataupun baru saja keluar dari rumah sakit.
Said menambahkan, menurut data yang dihimpun, banyak para warga yang terpapar yang sebelumnya memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes, jantung, dan paru-paru.
Namun, selain warga yang memiliki komorbid, warga yang sebelumnya tidak memiliki komorbid pun banyak yang mengalami perburukan gejala dengan cepat.
Jumlah yang dilaporkan Koalisi LaporCovid-19 ini pun belum mewakili kondisi sesungguhnya di lapangan karena tidak semua orang melaporkannya ke LaporCovid-19 ataupun tidak menuliskannya di media sosial, dan juga tidak diberitakan oleh media massa.
Koalisi LaporCovid-19 khawatir bahwa fenomena ini merupakan fenomena puncak gunung es dan meminta pemerintah segera mengantisipasi hal tersebut untuk mencegah korban jiwa di luar fasilitas kesehatan lebih banyak lagi. (awy)