Pungli Di Pemakaman Covid-19, Keluarga Dimintai Uang Pemakaman 4 Juta Rupiah
Senin, 12 Juli 2021 - 10:57 WIB
Bandung, Jawa Barat - Pungutan liar terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Bandung, Jawa Barat. Ahli waris dimintai biaya pemakaman jenazah pasien COVID-19 senilai 4 juta rupiah.
Pemerintah Kota Bandung pun menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar terhadap keluarga jenazah pasien COVID-19 tersebut.
Pungutan liar terhadap keluarga jenazah pasien COVID-19 ini terjadi kembali di Tpu cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat.
Ahli waris dimintai sejumlah uang oleh oknum yang mengaku sebagai petugas TPU Cikadut sebagai biaya pemakaman.
Salah satu keluarga jenazah terduga pasien COVID-19 mengakui saat akan memakamkan keluarganya, Selasa (6/7) lalu dimintai uang sebesar 4 juta rupiah.
“Katanya kalau COVID-19 tidak dibayar oleh pemerintah kalau non muslim, yang dibayar pemerintah hanyalah yang muslim. Setelah itu saya tanya berapa saya harus bayar, dan dijawab harus bayar sebesar 4 juta,” tutur Yunita Tambunan, salah seorang keluarga jenazah korban.
Merasa keberatan dengan harga yang diminta, keluarga korban akhirnya bernegosiasi hingga akhirnya disepakati biaya pemakaman sebesar 2,8 juta rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengaku pihaknya telah menindak tegas oknum yang meminta uang tersebut.
“Setelah kami menginvestigasi bahwa benar ternyata ada oknum inisialnya R melakukan sesuatu yang tidak baik. Oleh karena itu, Pemerintah Kota tegas memberhentikan yang bersangkutan dan menindaklanjuti dengan diproses di kepolisian,” imbuh Yana.
Korban pungutan liar berharap pemerintah segera menghentikan oknum pelaku pungutan liar agar hal serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, kabar adanya pungutan liar terhadap salah satu keluarga jenazah pasien COVID-19 di TPU Cikadut Kota Bandung ini sempat ramai di media sosial.
Seorang warga bernama Yunita Tambunan (47) diminta untuk membayar 4 juta rupiah ketika memakamkan sang ayah yang meninggal akibat COVID-19.
Uang tersebut diminta oleh R yang mengaku sebagai Koordinator Pemakaman COVID-19 di UPT TPU Cikadut.
Menurut Koordinator Tim Pikul Jenazah TPU Cikadut, Fajar Ifana, ketika itu memang tidak ada satupun petugas gali di pemakaman non-muslim karena banyak yang jatuh sakit. Akhirnya banyak warga luar yang memanfaatkan kejadian tersebut. (awy)