Kashmir, India - Isu keagamaan di india nampaknya masih bergeming seperti yang terjadi pada Masjid Agung di Srinagar yang dikelola India. Hingga saat ini masih ditutup akibat konflik antara pemerintah India dan juga umat muslim kashmir yang masih berlangsung.
Masjid jamia Masjid Agung Srinagar berdiri megah dengan gerbang utama yang luas dan menara berukuran besar. Masjid tersebut dapat menampung sekitar 33.000 jamaah. Pada hari raya keagamaan ratusan ribu umat muslim pernah bersimpuh untuk menunaikan salat berjamaah selama bertahun-tahun.
Bagi Muslim Kashmir ini adalah tempat suci untuk shalat jumat dan tempat mereka menyuarakan hak-hak politik. Namun, pihak berwenang India melihat Masjid Jamia sebagai sebuah masalah.
Masjid selalu dianggap sebagai tempat pemrotes dan pemberontak yang membahayakan kedaulatan India atas wilayah Kashmir yang disengketakan. Akibat perselisihan ini sebagian besar Masjid Jamia terpaksa ditutup. Penutupan tersebut telah berlangsung selama dua tahun.
Setiap hari Jumat gerbang utama masjid digembok dengan besi berukuran besar dan para jamaah dilarang memasuki masjid. Pemerintah India hanya mengizinkan masjid di buka setiap hari kecuali hari Jumat.
Hari Jumat adalah hari paling utama bagi umat Islam di mana laki-laki wajib menunaikan ibadah sholat jumat di masjid. Penutupan ini menjadi upaya India untuk mengekang pergerakan umat Islam di Kashmir.
Warga tidak hanya menggunakan masjid Jamia sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat pendidikan serta diskusi yang membahas masalah sosial-ekonomi hingga politik. Bahkan materi khutbah Jumat seringkali membahas konflik yang telah lama memanas-manas. Bagi warga Kashmir masjid Jamia merupakan tempat suci dimana mereka melakukan ibadah setiap harinya serta menjadi tempat mereka menyuarakan hak politik. (adh)