Terinfeksi Covid-19, Dua Perawat Asal Ngawi dan Pacitan Meninggal Dunia | tvOne
Jakarta, Klik Disini - Dalam dua hari terakhir, dua tenaga kesehatan asal Jawa Timur meninggal dunia akibat terpapar covid-19.
Dua perawat yang meninggal dunia itu adalah Sri Hastutik Ratnani. Sehari-hari ia bertugas menjadi Perawat di UPT Puskesmas Walikukun, Kabupaten Ngawi. Sri dinyatakan meninggal pada Sabtu siang, 12 Desember 2020.
Sehari setelah kematian Sri, rekan seprofesinya Martenaya Porba juga meningal dunia akibat terpapar covid-19. Martenaya bertugas sebagai perawat di RSUD Dr. Darsono Pacitan Jawa Timur.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur mengakui faktor kelelahan serta beban kerja yang bertambah menjadi penyebab utama terus bertambahnnya tenaga kesehatan yang meninggal dunia.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten Ngawi, disebutkan penambahan 27 kasus baru tersebut, berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Ngawi.
Sesuai data, dari 27 pasien terkonfirmasi baru tersebut, sebanyak 10 orang di antaranya merupakan warga Kecamatan Paron, enam pasien warga Kecamatan Ngawi, empat pasien asal Bringin, tiga pasien asal Kecamatan Jogorogo, satu asal Padas. Kemudian, dua pasien asal Kecamatan Mantingan, dan satu pasien dari Kecamatan Sine (Desa Tulakan).
Selain 27 pasien konfirmasi baru, Pemkab Ngawi juga mencatat tambahan dua pasien meniggal dunia karena terinfeksi COVID-19. Pasien meninggal dunia tersebut tercatat warga Kecamatan Padas dan Paron.
Dengan tambahan 27 kasus konfirmasi baru dan dua pasien meninggal, maka hingga Senin ini terdapat 413 warga Ngawi terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 326 orang dinyatakan sembuh, 21 orang meninggal, dan sisanya menjalani isolasi serta perawatan.
Pemkab Ngawi terus berupaya mengajak warganya disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Yakni dengan memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak. (mii)
Lihat Juga: Satu Keluarga Nakes di Sampang Positif Corona, Seorang Dokter Meninggal Dunia