Dorong Kampanye Perubahan Iklim, IJTI Maluku Tanam Mangrove di Pesisir Pantai Teluk Ambon
- Tim Tvone-Christ Belseran
Lokasi yang menjadi penanaman mangrove jenis Soneratia Alba ini ditanam sebanyak 200 anakan dekat mangrove jenis yang sama.
Ketua Moluccas Coastal Care (MCC), Theria Salhuteru menjelaskan peran mangrove sangat penting bagi ekosistem pesisir dan laut, di mana mangrove menyumbang karbon yang sangat banyak dan menekan gas rumah kaca.
“Kita harus konsen di sini, selain untuk mencegah teluk Ambon ini dari permasalahan abrasi dan kenaikan air laut, namun juga karena pulau kita ini kecil. Jadi tanam mangrove ini sangat penting,” ucapnya.
Ia juga menambahkan menanam mangrove harus disertakan perhatian akan masalah sampah. Ia menjelaskan apabila, terdapat banyak sampah di daerah penanaman mangrove, maka mangrove itu akan mati.
Sementara itu, Perekayasa (Inovator) Ahli Madya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI), Daniel D Pelasula, ikut prihatin dan terlibat langsung untuk menanam mangrove dan membersihkan di Lateri ini. Peneliti LIPI Ambon prihatin dengan hutan mangrove di teluk Ambon yang semakin hari mengalami degradasi.
Menurut Daniel, belakangan ada rehabilitasi yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik oleh masyarakat LSM atau instansi pemerintah di beberapa kawasan pesisir pantai, maka naik sedikit menjadi 39 hektar dan itu sudah termasuk yang baru ditanam.
"Dengan tersisa 39 hektar, hutan mangrove juga bisa dijadikan itu menjadi kebun raya mangrove teluk ambon dan race area agar bisa memicu ekowisata dan kafe-kafe akan tumbuh, dan tidak ada lagi sampah di laut, karena kesadaran mereka menjaga sektor ekonomi akan menarik banyak tenaga kerja, disitu akan memberikan kontribusi di sisi ekonomi yang sangat besar," tambahnya.
Dirinya berharap adanya pembangunan berkelanjutan dan teluk Ambon ini bisa menjadi ruang model karena jarang ditemukan ada teluk dijadikan ruang model pembangunan di Indonesia, sehingga penataaan teluk Ambon secara baik bisa menjadi tempat orang belajar.(Christ Belseran/Ask)
Load more