Era Baru Mobile Storytelling, Konten Micro Drama Kini Makin Digemari Generasi Mobile: Jadi Pasar Digital Baru?
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Perubahan cara masyarakat menikmati hiburan digital kini semakin terlihat jelas. Di tengah dominasi smartphone dan kebiasaan scrolling cepat, audiens modern mulai beralih ke format konten yang singkat, padat, namun tetap emosional.Â
Fenomena ini melahirkan tren baru bernama mobile storytelling, yakni penyajian cerita dalam format pendek yang dirancang khusus untuk pengguna perangkat mobile.
Tren tersebut sebenarnya sudah lebih dulu berkembang di sejumlah negara maju. Di China, misalnya, industri micro drama tumbuh pesat dalam dua tahun terakhir.Â
Menurut laporan iiMedia Research 2025, pasar micro drama China diperkirakan menembus lebih dari 50 miliar yuan atau sekitar Rp110 triliun. Platform seperti Douyin hingga Kuaishou berhasil menarik jutaan penonton lewat serial vertikal berdurasi 1-3 menit per episode.
Sementara di Amerika Serikat dan Korea Selatan, format short-form storytelling berkembang melalui perpaduan media sosial dan layanan streaming.Â
Netflix, TikTok, hingga YouTube Shorts mulai mengadopsi pola konsumsi cepat dengan konten episodik yang mudah diakses kapan saja. Di tengah tren global itu, Asia Tenggara juga mulai melihat peluang besar, terutama karena tingginya penetrasi internet dan pengguna smartphone yang terus meningkat.
Mobile-First Ubah Cara Orang Menonton Konten
Perubahan perilaku audiens menjadi salah satu faktor utama berkembangnya industri konten short-form. Berdasarkan laporan DataReportal 2026, rata-rata pengguna internet global kini menghabiskan lebih dari 4 jam per hari di perangkat mobile.Â
Sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk mengakses media sosial dan video pendek. Kondisi ini membuat industri hiburan mulai beradaptasi. Konten tidak lagi harus berdurasi panjang untuk membangun keterikatan emosional. Justru, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menyampaikan cerita yang kuat dalam waktu singkat.
Format drama vertikal kemudian muncul sebagai solusi baru. Selain lebih nyaman ditonton melalui smartphone, format ini dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan generasi muda yang mengonsumsi konten sambil beraktivitas.
Melihat tren tersebut, MNC Digital Entertainment resmi memperkenalkan V+Short di Hong Kong. Platform ini hadir sebagai layanan micro drama premium yang menggabungkan storytelling pendek dengan pendekatan visual modern.
Platform ini menghadirkan drama vertikal berdurasi singkat yang dirancang untuk konsumsi cepat tanpa menghilangkan kualitas produksi maupun kedalaman cerita. Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan audiens mobile-first yang terus berkembang.
Salah satu hal menarik dari perkembangan micro drama adalah semakin terbukanya peluang bagi konten lokal untuk masuk pasar internasional.Â
Jika sebelumnya dominasi industri hiburan global banyak berasal dari Hollywood atau Korea Selatan, kini platform digital memungkinkan cerita lokal menjangkau audiens lintas negara.
V+Short mencoba memanfaatkan peluang tersebut dengan menghadirkan perpaduan konten global dan produksi original Asia Tenggara. Fokusnya bukan hanya pada hiburan cepat, tetapi juga membangun identitas kreatif regional yang lebih kuat.
Model ini sebenarnya mirip dengan keberhasilan drama Korea atau serial China yang mampu menembus pasar internasional berkat cerita yang universal namun tetap membawa budaya lokal.
Platform ini akan menghadirkan serial eksklusif baru setiap hari mulai Juni 2026. Produksi konten dilakukan melalui sistem yang lebih efisien, termasuk memanfaatkan teknologi berbasis AI untuk mempercepat proses kreatif dan pengembangan cerita.
Selain live-action, platform ini juga mulai mengembangkan serial berbasis AI. Tren penggunaan AI dalam industri hiburan sendiri memang mulai meningkat secara global, terutama untuk mempercepat produksi visual dan personalisasi konten.
Masuknya platform ini juga menunjukkan bahwa persaingan industri hiburan digital semakin bergeser ke format short-form dan mobile-first. Saat ini, platform streaming tidak hanya bersaing dengan televisi konvensional, tetapi juga dengan media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Karena itu, strategi distribusi menjadi sangat penting. Dalam pengembangannya, MSIN juga menjalin kerja sama lisensi konten dengan iQIYI dan iQIYI International untuk mendistribusikan portofolio micro drama ke pasar China dan sejumlah negara lainnya.
Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana platform digital kini tidak hanya fokus pada produksi konten, tetapi juga ekspansi global dan monetisasi lintas negara. Direktur Utama dan CEO MSIN, Angela Tanoesoedibjo, menyebut peluncuran ini sebagai bagian dari transformasi digital untuk mengikuti perubahan pola konsumsi konten yang semakin bergeser ke smartphone.
Pengembangan konten berbasis AI juga akan membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus membuka format storytelling baru yang lebih fleksibel dan scalable.
Perkembangan micro drama menunjukkan bahwa industri hiburan kini memasuki era baru. Audiens tidak lagi hanya mencari durasi panjang atau efek visual besar, tetapi pengalaman menonton yang cepat, relevan, dan emosional.
Di tengah perubahan itu, platform seperti V+Short menjadi gambaran bagaimana industri media mulai menyesuaikan diri dengan generasi mobile-first, generasi yang ingin menikmati cerita kapan saja, di mana saja, langsung dari genggaman tangan mereka. (udn)
Load more