News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eksplorasi Material Baja dan Life Cycle Thinking Jadi Tren Arsitektur 2026, Indonesia Mulai Tinggalkan Desain Lama

Penerapan Life Cycle Thinking diperkirakan akan menjadi tren besar arsitektur Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Pendekatan ini mempertimbangkan seluruh siklus
Rabu, 13 Mei 2026 - 21:57 WIB
Ilustrasi Eksplorasi Material Baja dan Life Cycle Thinking Jadi Tren Arsitektur 2026, Indonesia Mulai Tinggalkan Desain Lama
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Perkembangan arsitektur modern di Indonesia kini mulai bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan. Jika dulu pembangunan kota lebih banyak berfokus pada estetika dan kecepatan konstruksi, kini para arsitek dan perencana kota mulai memikirkan dampak jangka panjang bangunan terhadap lingkungan. 

Konsep Life Cycle Thinking atau pemikiran siklus hidup bangunan menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan, terutama dalam penggunaan material seperti baja lapis (coated steel).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di berbagai negara maju, pendekatan ini sudah menjadi standar dalam pembangunan kota masa depan. Jepang misalnya, dikenal menggunakan material baja tahan gempa dan mudah didaur ulang untuk mendukung kota yang lebih tangguh terhadap bencana. 

Sementara Singapura mengembangkan konsep bangunan hijau dengan material hemat energi guna mengurangi emisi karbon perkotaan. Data World Green Building Council menunjukkan sektor konstruksi menyumbang hampir 39 persen emisi karbon global, sehingga pemilihan material bangunan kini menjadi perhatian utama di banyak negara.

Indonesia perlahan mulai mengikuti arah tersebut. Dalam diskusi “Innovation and Sustainability with Coated Steel” pada ajang ARCH:ID 2026, sejumlah pakar arsitektur menilai eksplorasi material baja dan pendekatan Life Cycle Thinking akan memainkan peran besar bagi masa depan kawasan urban di Tanah Air. 

Melansir dari laman resmi, pendekatan ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, kepadatan kota, hingga fenomena urban heat island yang membuat suhu perkotaan semakin panas. Dalam diskusi tersebut, arsitek senior sekaligus juri Indonesia Steel Architectural Award (ISAA) 2026, Doti Windajani, menyoroti pentingnya pemahaman Life Cycle Assessment (LCA) dalam dunia arsitektur modern.

Material bangunan tidak lagi dinilai hanya dari sisi kekuatan atau tampilan visual, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan sejak proses produksi hingga masa pakainya berakhir. Baja disebut menjadi salah satu material yang dinilai lebih berkelanjutan karena dapat didaur ulang hingga 100 persen. 

Dalam konsep ekonomi sirkular, baja bahkan bisa digunakan kembali tanpa kehilangan kualitas utamanya. Hal ini membuat material tersebut dianggap lebih ramah lingkungan dibanding material konstruksi lain yang sulit diproses ulang.

Penggunaan baja lapis juga dinilai mampu membantu mengurangi efek urban heat island, yakni kondisi meningkatnya suhu di wilayah perkotaan akibat dominasi beton dan aspal. Kota-kota besar seperti Tokyo dan Seoul telah lebih dulu mengembangkan desain bangunan dengan material reflektif untuk mengurangi penyerapan panas berlebih.

Di Indonesia sendiri, tantangan ini semakin terasa di kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya yang mengalami peningkatan suhu akibat kepadatan bangunan dan minimnya ruang hijau.

Perubahan paradigma desain juga mulai terlihat dalam berbagai proyek arsitektur modern di Indonesia. Finalis Steel Architectural Award 2024, Budi Sumaatmadja, menjelaskan bahwa desain masa kini dituntut mampu menjawab kebutuhan lingkungan sekaligus fungsi ruang publik.

Salah satu contohnya terlihat pada proyek Summarecon Mall Bekasi 2 yang mengeksplorasi penggunaan metal roofing untuk membentuk atap dinamis menyerupai ikan koi. Selain menjadi identitas visual bangunan, struktur tersebut juga dirancang untuk mendukung fungsi ruang publik yang lebih nyaman.

Pendekatan seperti ini sebenarnya sudah banyak diterapkan di negara maju. Bandara Changi Singapura misalnya, menggabungkan teknologi material modern dengan konsep efisiensi energi dan ruang hijau terbuka. 

Sementara sejumlah stadion di Australia menggunakan baja lapis tahan cuaca untuk meningkatkan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.

Konsep tersebut kini mulai banyak dibicarakan di Indonesia, terutama melalui tema “Shaping Resilient Futures – Timeless Design with Coated Steel” yang diangkat dalam ISAA 2026. Tema ini mendorong arsitek untuk tidak hanya mengejar desain ikonik, tetapi juga menciptakan bangunan yang relevan terhadap tantangan masa depan.

Kepala Badan Penghargaan Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Dill Raaj Singh, menilai baja kini bukan hanya material struktural, tetapi juga medium eksplorasi desain yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Life Cycle Thinking Jadi Arah Baru Arsitektur Indonesia

Penerapan Life Cycle Thinking diperkirakan akan menjadi tren besar arsitektur Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Pendekatan ini mempertimbangkan seluruh siklus hidup bangunan, mulai dari pemilihan material, proses konstruksi, penggunaan energi, hingga potensi daur ulang setelah bangunan tidak lagi digunakan.

Di Eropa, konsep ini bahkan sudah menjadi bagian penting regulasi pembangunan hijau. Uni Eropa mendorong penggunaan material rendah emisi dan efisiensi energi sebagai bagian dari target net zero emission 2050.

Indonesia sendiri mulai bergerak menuju arah serupa. Melalui berbagai forum arsitektur dan penghargaan desain seperti ISAA 2026, isu keberlanjutan kini semakin banyak dibahas oleh kalangan profesional.

Ajang ini menghadirkan empat kategori utama, mulai dari bangunan residensial, komersial, industrial, hingga bangunan publik dan infrastruktur. Selain itu, terdapat kategori khusus untuk bangunan yang mampu mempertahankan kualitas visual dan daya tahan dalam jangka panjang.

Pemenang terbaik dari Indonesia nantinya akan melaju ke tingkat ASEAN dalam ASEAN Steel Architectural Awards 2026 yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia arsitektur Indonesia mulai bergerak menuju pembangunan kota yang tidak hanya modern secara visual, tetapi juga lebih tangguh, hemat energi, dan ramah lingkungan.

Dalam konteks urbanisasi yang terus meningkat, eksplorasi material baja dan pendekatan Life Cycle Thinking diprediksi akan menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan perkotaan Indonesia. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Atasi Kekeringan, Korsel Kerahkan Damkar dan Militer

Atasi Kekeringan, Korsel Kerahkan Damkar dan Militer

Kekeringan yang terjadi di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, semakin parah. Guna mengatasi hal itu, truk tangki air pemadam kebakaran dan kendaraan militer dari seluruh penjuru negeri dikerahkan.
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Etorofu, Kamis, memicu reaksi keras dari Tokyo. Pasalnya, pulau itu juga diklaim Jepang terkait dengan posisi pulau-pulau tersebut yang berada di lepas pantai Pulau Hokkaido, Jepang.
Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT