Tak Ada Jalur Orang Dalam! Dedi Mulyadi Larang Keras Titip Siswa di Sekolah Maung, Bakal Diumumkan ke Publik
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Praktik titip-menitip siswa saat penerimaan peserta didik baru selama bertahun-tahun menjadi salah satu persoalan yang kerap memicu polemik di dunia pendidikan.Â
Tidak sedikit orang tua yang memanfaatkan kedekatan dengan pejabat, tokoh masyarakat, hingga pihak sekolah demi meloloskan anaknya ke sekolah favorit. Akibatnya, prinsip keadilan dan meritokrasi dalam pendidikan sering kali dipertanyakan.
Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, transparansi dalam proses seleksi pendidikan menjadi perhatian utama.Â
Banyak pihak menilai bahwa sekolah unggulan seharusnya menjadi ruang bagi siswa berprestasi untuk berkembang, bukan menjadi tempat yang dapat diakses melalui jalur kedekatan, kekuasaan, atau kepentingan tertentu.
Komitmen itulah yang kini ditegaskan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM tersebut mengambil sikap tegas dengan melarang total praktik titip-menitip dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) Tahun 2026. Bahkan, ia menyiapkan sanksi berat bagi siapa pun yang mencoba bermain curang dalam proses seleksi tersebut.
KDM Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Siswa Titipan
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung dibangun dengan tujuan menghadirkan sistem pendidikan yang menjunjung tinggi kualitas dan integritas. Karena itu, tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun dalam proses penerimaan siswa baru.
"Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun," kata KDM, seperti dikutip Antara, Sabtu (30/5).
- tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71
Menurutnya, sekolah unggulan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut dirancang untuk menjaring peserta didik terbaik berdasarkan kemampuan akademik maupun non-akademik.Â
Seluruh proses seleksi harus berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik nepotisme.
KDM menilai keberhasilan Sekolah Maung akan sangat bergantung pada integritas seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia seleksi hingga kepala sekolah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh aparatur pendidikan menjaga profesionalisme dan tidak tergoda melakukan pelanggaran.
Ancam Copot Jabatan hingga Proses Hukum
Keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga kredibilitas SPMB Sekolah Maung terlihat dari sanksi yang telah disiapkan. Tidak hanya berupa tindakan administratif, pelanggaran juga dapat berujung pada proses hukum.
Load more