News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai

Masyarakat adat Korowai di Papua menyerahkan replika rumah pohon kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM. Simbol tersebut menjadi pesan kuat tentang pelestarian hutan
Selasa, 2 Juni 2026 - 22:16 WIB
Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

tvOnenews.com - Perwakilan masyarakat Papua dari Kabupaten Boven Digoel menyerahkan replika Rumah Pohon Korowai kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM usai Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026). 

Bagi masyarakat Korowai, replika tersebut bukan sekadar cenderamata, melainkan simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam, sekaligus titipan harapan agar para pemimpin Indonesia turut menjaga hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Replika Rumah Pohon Korowai, Simbol Pesan Menjaga Hutan Papua

Penyerahan replika Rumah Pohon Korowai menjadi salah satu momen yang menyita perhatian dalam rangkaian kegiatan APS 2026. 

Rumah pohon yang selama ini dikenal sebagai ikon budaya masyarakat Korowai memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar bentuk arsitektur tradisional.

Franky, perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, menjelaskan bahwa replika tersebut berasal dari masyarakat adat yang hidup di kawasan pedalaman Papua. 

Mereka secara khusus menitipkan pesan agar simbol budaya itu disampaikan kepada Dedi Mulyadi sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan.

“Mereka berdoa mudah-mudahan ada pemimpin yang amanah, yang baik, yang menghargai pemberian alam yang Tuhan kasih. Tuhan menciptakan tanah, air, pohon, dan semua kekayaan alam yang hari ini masih dijaga oleh masyarakat Papua,” kata Franky.

Menurutnya, masyarakat Korowai memandang pohon dan hutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hutan menyediakan makanan, tempat tinggal, obat-obatan alami, hingga ruang untuk menjalankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Mereka berharap pesan ini bisa sampai. Mereka masih tinggal di pohon, hidup dari hutan, dan hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi mereka,” ujarnya.

Franky menegaskan bahwa masyarakat adat berharap perhatian terhadap Papua tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada upaya menjaga keberlangsungan hutan yang menjadi ruang hidup mereka.

“Mereka berpesan, mudah-mudahan setiap orang yang melihat dan mendengar kisah ini memahami pentingnya menjaga alam. Mereka juga berdoa agar Kang Dedi diberikan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Korowai memiliki harapan besar terhadap hadirnya pemimpin yang mampu menjaga kelestarian hutan Papua.

“Mereka berharap ada pemimpin yang mampu menjaga dan menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Papua karena bagi mereka hutan adalah kehidupan,” ujar Franky.

Rumah Pohon Korowai, Bukti Kecerdasan Lokal yang Lahir dari Alam

Rumah Pohon Korowai selama ini dikenal luas sebagai salah satu simbol budaya Papua yang unik. Namun bagi Dedi Mulyadi, keberadaan rumah tersebut tidak hanya mencerminkan tradisi.

Melainkan juga menunjukkan kemampuan masyarakat adat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Dalam forum APS, Dedi menekankan bahwa pembangunan Papua harus dimulai dari penghargaan terhadap pengetahuan lokal atau etnosains yang berkembang di tengah masyarakat adat.

Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai
Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Menurutnya, masyarakat Papua memiliki sistem pengetahuan yang terbentuk melalui pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam. Pengetahuan tersebut tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang kuno atau tertinggal.

Salah satu contoh yang disorot Dedi adalah Rumah Pohon Korowai yang dibangun di ketinggian dan dirancang untuk menyesuaikan kondisi lingkungan setempat.

“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa banyak praktik kehidupan masyarakat adat sesungguhnya mengandung unsur ilmu pengetahuan, teknologi, dan strategi adaptasi lingkungan yang berkembang secara alami selama ratusan tahun.

Bahkan dalam berbagai kajian antropologi dan ekologi modern, pengetahuan lokal masyarakat adat kini semakin diakui sebagai sumber pembelajaran penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan konservasi lingkungan.

Pembangunan Papua Harus Berangkat dari Kearifan Lokal

Kehadiran Dedi Mulyadi dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis berlangsung atas undangan Ketua APS sekaligus akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom, bersama Pendeta Cirenei.

Laus Rumayom menilai pembangunan Papua membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi utama. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan maupun teknokrasi semata.

APS melihat konsistensi Dedi Mulyadi dalam menjaga dan mengangkat budaya lokal di Jawa Barat sebagai contoh yang relevan untuk dikaji dalam percepatan pembangunan di enam provinsi dan tujuh wilayah adat Papua.

Pandangan serupa juga disampaikan Dedi. Ia menilai bahwa selama ini Papua sering dipandang menggunakan perspektif luar yang belum tentu sesuai dengan realitas sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Kita sering kali melihat Papua dengan kacamata luar. Padahal masyarakat Papua memiliki cara pandang, sistem pengetahuan, dan nilai-nilai yang lahir dari lingkungan hidupnya sendiri. Itu harus menjadi bagian dari fondasi pembangunan,” katanya.

Menurut Dedi, kekayaan alam Papua yang melimpah telah membentuk pola kehidupan masyarakat yang berbeda dengan daerah lain yang berkembang melalui industrialisasi. Karena itu, ukuran keberhasilan pembangunan tidak bisa semata-mata didasarkan pada indikator ekonomi modern.

“Papua memiliki hutan, laut, sungai, dan sumber daya alam yang luar biasa. Cara hidup masyarakatnya dibentuk oleh kondisi alam tersebut. Maka ukuran keberhasilannya tidak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang berkembang melalui industrialisasi,” ujarnya.

Pesan yang disampaikan melalui replika Rumah Pohon Korowai akhirnya menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan tidak harus berjalan berlawanan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan ketika pengetahuan masyarakat adat, budaya lokal, dan kelestarian alam ditempatkan sebagai bagian penting dari masa depan Papua dan Indonesia. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di salah satu sekolah wilayah Rawa Lumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga mengalami lebam hingga pembuluh daerah mata pecah.
Mooncake Festival 2026 Hidupkan Lagi Pecinan Semarang jadi Ruang Budaya, Warisan Sejarah Gerakkan UMKM

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Lagi Pecinan Semarang jadi Ruang Budaya, Warisan Sejarah Gerakkan UMKM

Mooncake Festival 2026 di Pecinan Semarang menghadirkan seni, kuliner, sejarah, Cheng Ho, kirab budaya hingga 75 UMKM untuk menghidupkan kawasan sebagai ruang budaya.
Audiensi dengan Menteri Hukum, PB SEMMI Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Audiensi dengan Menteri Hukum, PB SEMMI Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menggelar pertemuan dengan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, beserta jajaran Direktur Jenderal di Jakarta pada Rabu (23/9).
Momen Taufik Hidayat Menangis Haru, Indonesia Raih Medali Emas Asian Games Setelah 28 Tahun

Momen Taufik Hidayat Menangis Haru, Indonesia Raih Medali Emas Asian Games Setelah 28 Tahun

Momen Taufik Hidayat menangis haru, Indonesia raih medali emas di Asian Games setelah 28 tahun.
Indonesia Mulai Memburu 4 Teknologi Strategis, dari AI hingga Keamanan Siber Jadi Tantangan Baru

Indonesia Mulai Memburu 4 Teknologi Strategis, dari AI hingga Keamanan Siber Jadi Tantangan Baru

Teknologi kecerdasan buatan (AI), pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber semakin menjadi sektor strategis negara maju. Indonesia mulai menjajaki
Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun, Uang Pengganti Turun Jadi Rp548,7 Miliar, Ini Putusan Bandingnya

Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun, Uang Pengganti Turun Jadi Rp548,7 Miliar, Ini Putusan Bandingnya

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memangkas vonis Nadiem Makarim menjadi 9 tahun penjara. Uang pengganti turun menjadi Rp548,76 miliar dalam kasus Chromebook

Trending

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di salah satu sekolah wilayah Rawa Lumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga mengalami lebam hingga pembuluh daerah mata pecah.
Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Tersangka Pemerasan dan TPPU Pengurusan PKKPR Hingga Pengurusan Izin PBG

Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Tersangka Pemerasan dan TPPU Pengurusan PKKPR Hingga Pengurusan Izin PBG

Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 26 September 2026: Rezeki mengalir dan peluang tak terduga.
‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

Beredar video hasil pengawasan yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Timnas Indonesia menghadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 malam ini. Laga perdana John Herdman berlangsung di SUGBK pukul 20.00 WIB, live SCTV dan Vidio.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT