Bukan hanya Tukang Pilah Sampah yang Heboh, Penjual Gorengan juga Berhasil Gaet Kursi Kades di Bekasi
- Antara
Penjual gorengan tersebut menyampaikan bahwa, transparansi anggaran dan program sangat penting yang harus dijalani olehnya. Hal tersebut merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan desa.
"Transparansi anggaran, transparansi program. Masyarakat harus tahu programnya apa, anggarannya berapa, dan untuk apa," katanya.
Isu transparansi anggaran menjadi salah satu yang ditekankan olehnya. Informasi mengenai program dan penggunaan anggaran desa akan disampaikan secara rutin melalui media sosial resmi desa tersebut.
"Anggaran desa harus transparan. Program-program desa dan penggunaan anggarannya akan kami umumkan melalui media sosial resmi desa supaya masyarakat bisa mengetahui," tuturnya.
Ia tidak sekadar berbicara tata kelola pemerintahan. Sejumlah persoalan fisik di lingkungan desa juga menjadi perhatian, mulai dari perbaikan jalan, saluran air atau selokan, penerangan lingkungan hingga kebersihan sungai.
"Semua itu harus diperbaiki dan ditingkatkan secara bertahap," lanjutnya.
Berbagai agenda itu menandakan pekerjaan yang harus dihadapi pemerintahan desa di masa kepemimpinannya sangat luas. Sebagian berbicara pada infrastruktur, pelayanan publik, kepastian administrasi pertanahan, keterbukaan anggaran hingga keterlibatan masyarakat.
Menurut warga, persoalan itu tidak sekadar pada daftar program. Pemerintah desa juga harus menjalani pelaksanaannya karena akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat.
Perjalanan Ayatulloh dari gerobak gorengan menuju balai desa tentu menyimpan cerita sendiri, mulai dari tentang perubahan hidup hingga perubahan tanggung jawab.
(hap)
Load more