News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ponsel Meledak Saat Isi Daya, Ibu dan Anak di Tasikmalaya Alami Luka Bakar

"Keduanya posisinya pada saat itu, ibu sama anaknya sedang di kamar. Kamarnya yang terbakar," ujar Yusuf.
Selasa, 23 Agustus 2022 - 19:43 WIB
Ibu dan anak menjadi korban kebakaran akibat HP yang meledak dan membakar kasur
Sumber :
  • tim tvOne - Denden Ahdani

Tasikmalaya, Jawa Barat - Seorang ibu bernama Iik Ekawati (50) dan anaknya bernama Ade Jamiat (6) menderita luka bakar di sekujur tubuh akibat ponsel yang sedang diisi daya meledak di kamar dan membakar kasur korban di Kampung Cimerak, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Selasa (23/08/2022) siang.
 
Kapolsek Cibeureum, Polres Tasikmalaya, AKP Yusuf Setianto membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, keduanya sudah dilakukan penanganan medis di RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya karena mengalami luka bakar. Kedua korban diselamatkan oleh warga yang mengetahui api sudah membesar.

"Jadi kami tadi menerima laporan, bahwa sekitar jam dua siang telah terjadi kebakaran. Dua orang yang korban kebakaran dan telah kita bawa ke RSUD dan sekarang lagi sedang perawatan di RSUD," kata AKP Yusuf Setianto, Selasa (23/08/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Yusuf, kondisi korban yang masih berusia anak-anak itu lumayan cukup serius. Hasil pemeriksaan sementara, anak tersebut alami luka bakar 90 persen. Sementara ibunya, alami luka bakar 50 persen.

"Lukanya kalau yang anak kecil lumayan banyak luka bakarnya. Kalau ibunya ada luka bakar, tapi tidak separah anaknya," ucap Yusuf.

Yusuf menjelaskan, kronologis insiden tersebut bermula saat kedua korban bersama anaknya sedang berada di dalam kamar. Kemudian, ada ponsel yang meledak ketika sedang diisi daya. Ledakan ponsel itu membakar kasur, sehingga api meluas ke bangunan.

"Keduanya posisinya pada saat itu, ibu sama anaknya sedang di kamar. Kamarnya yang terbakar," ujar Yusuf.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan ruangan, guna mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kerugian materil, belum bisa ditaksir karena masih diinventarisir. Kalau masalah asal mula api, kita masih menunggu olah TKP dari inafis. Nanti hasilnya yang pastinya dari mana sumber apinya, nanti dari inafis yang menjawab setelah pemeriksaan selesai," pungkas Yusuf.

(dai/ fis)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendatangkan penyerang muda Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pada Rabu (4/2/2026). Perekrutan ini menjadi langkah konkret Macan Kemayoran -
Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT